7 Nama Daerah di Indonesia Rasa Luar Negeri, dari Boalemo sampai Yahukimo – Terminal Mojok

7 Nama Daerah di Indonesia Rasa Luar Negeri, dari Boalemo sampai Yahukimo

Artikel

Avatar

Indonesia ini luas banget. Muterin Jogja sehari saja rasanya tidak cukup, apalagi muter Indonesia dalam waktu singkat. Mustahil. Kita perlu waktu bertahun-tahun untuk mendatangi seluruh daerah di Indonesia. Karena kemampuan yang terbatas, banyak daerah yang belum kita ketahui.

Dari sekian banyak daerah tersebut, ada beberapa daerah yang punya nama unik. Daerah-daerah tersebut memiliki nama ‘luar negeri”. Jujur, ketika saya pertama kali mendengar nama daerah-daerah tersebut, saya bertanya dalam hati, “bener nih di Indonesia?”

Kita perlu tahu bahwa Indonesia juga punya daerah dengan nama-nama unik. Yuk intip tujuh daerah di Indonesia dengan nama luar negeri berikut!

#1 Boalemo

Sekilas, nama Boalemo mirip kota-kota yang ada di Filipina, ya. Namun, daerah ini terletak di Provinsi Gorontalo. Kabupaten Boalemo adalah pemekaran dari Kabupaten Gorontalo yang diresmikan melalui UU 50/1999 tentang Pembentukan Kabupaten Boalemo.

Seperti halnya daerah lain di Sulawesi Utara, Boalemo punya pantai yang tak kalah indah, di antaranya Pantai Ratu dan Pantai Pulo Cinta. Penasaran? Langsung buka Instagram dan ketik #ExploreBoalemo di kolom pencarian, ya!

#2 Boven Digoel

Daerah dengan nama unik rasa luar negeri selanjutnya adalah Boven Digoel. Kabupaten ini terletak di Provinsi Papua. Di daerah tersebut, terdapat peninggalan sejarah berupa penjara tempat pengasingan tokoh-tokoh revolusioner di erah Hindia Belanda, termasuk wakil presiden pertama Bung Hatta.

Boven Digoel pernah menjadi tempat syuting film dengan judul sama yang rilis pada 2017, lho. Film tersebut bercerita tentang kisah seorang dokter lulusan Universitas Indonesia, yang juga putra Papua, ditugaskan di salah satu pusat kesehatan di Tanah Merah, ibu kota Boven Digoel.

#3 Kutacane

Bukan, letaknya bukan di India atau negara lain di Asia Selatan. Kutacane adalah salah satu daerah di Aceh Tenggara, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Jika kamu ingin pergi ke Taman Nasional Gunung Leuser, Kutacane adalah gerbang utamanya. Kutacane juga terkenal dengan tradisi pemamanen (arakan perayaan sunatan maupun nikahan menggunakan kuda) milik suku Alas yang banyak mendiami daerah tersebut.

Baca Juga:  Merdesa, Indonesia

#4 Malaka

Mirip seperti nama salah satu kota di Malaysia, bukan? Meski begitu, Malaka juga dapat ditemui di Indonesia, lho. Tepatnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kabupaten Malaka merupakan salah satu daerah baru hasil pemekaran dari Kabupaten Belu pada 2013 lalu.

Setidaknya, ada dua hal menarik dari Malaka. Pertama, Malaka berbatasan langsung dengan Republik Demokratik Timor Leste. Kedua, Ibu kotanya, Betun, berstatus Kawasan Pengembangan Agropolitan dan diharapkan menjadi pusat pertanian di Malaka.

#5 Nagekeo

Nagekeo bukan tetangga Nagasaki, kota di Jepang yang pernah dibom atom tentara sekutu pada Perang Dunia Kedua itu. Nagekeo adalah salah satu kabupaten di Nusa Tenggara Timur hasil pemekaran dari Kabupaten Ngada tahun 2007 silam.

Salah satu yang terkenal dari daerah ini adalah lipa dhowik, kain tenun ikat khas masyarakat suku Mbay. Selain itu, di Nagekeo juga ada Akademi Komunitas Negeri (AKN) dengan prodi teknologi produksi garam yang merupakan satu-satunya di Indonesia. Keren, bukan?

#7 Sidenreng Rappang

Jika kamu berharap disapa “sawasdee krab” ketika berada di Sidenreng Rappang, kamu salah besar. Meski namanya terdengar agak Thai, namun letaknya bukan di Thailand, kok. Sidenreng Rappang adalah salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan. Daerah ini lebih terkenal dengan sebutan Sidrap.

Menurut sejarah, Sidrap di masa lalu adalah dua kerajaan yang turut bergabung dalam persekutuan lima kerajaan bernama Ajatappareng yang menjadi salah satu penguasa pesisir Sulawesi Selatan. Fakta unik lainnya, Sidrap dikenal sebagai kota beras. Bukan karena daerah ini menjadi produsen beras terbesar, Kota Beras mengacu pada singkatan: bersih, elok, rapi, aman, dan sopan. Baik!

#7 Yahukimo

Yahukimo adalah salah satu nama daerah paling bagus yang pernah saya dengar. Saya pertama kali kenal daerah ini karena klub sepak bola Yahukimo FC. Saya penasaran ketika pertama kali mendengar nama daerah tersebut. Perasaan saya sedang menonton Liga Indonesia deh, bukan Liga Champions Asia. Ini kok ada klub Jepang?

Eh, ternyata Yahukimo adalah salah satu daerah di Indonesia, tepatnya di Provinsi Papua. Nama Yahukimo berasal dari singkatan empat suku yang mendiami daerah tersebut, yaitu Yali, Hubla, Kimya, dan Momuna. Alih-alih melihat pohon berbunga sakura, kamu akan menemukan rumah pohon yang nggak kalah bagus di sana.

Baca Juga:  Bukan Belum Merdeka, Jangan-Jangan Kita Hanya Pura-Pura Merdeka

Ilustrasi: Wikimedia Commons

BACA JUGA Berhenti Sebut Semua Wilayah di DIY dengan Sebutan Yogyakarta dan tulisan Ahmad Zulfiyan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
3


Komentar

Comments are closed.