Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

4 Catatan untuk Pemkab Bangkalan Madura agar Program Satu Desa Satu Sarjana Tidak Sia-Sia

Abdur Rohman oleh Abdur Rohman
10 Juni 2026
A A
4 Catatan untuk Pemkab Bangkalan Madura agar Program Satu Desa Satu Sarjana Tidak Sia-Sia Mojok.co

4 Catatan untuk Pemkab Bangkalan Madura agar Program Satu Desa Satu Sarjana Tidak Sia-Sia (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Minggu ini, ada kabar baik dari Kabupaten Bangkalan yang jarang sekali terdengar dari periode sebelumnya. Kabar tersebut yakni pajak masyarakat akhirnya digunakan untuk program yang benar-benar bermanfaat. Program yang saya maksud adalah beasiswa Satu Desa Satu Satu Sarjana yang baru saja diluncurkan.

Melalui program ini, para siswa di pedesaan diharapkan bisa terfasilitasi untuk menempuh pendidikan tinggi. Bahkan bukan saja berkuliah, setelah lulus, para awardee diharapkan juga bisa kembali ke desa masing-masing untuk menebar manfaat.

Akan tetapi, karena saya sebagai warganya agak trust issue pada pejabat di kabupaten ini. Jadi, saya ingin mengingatkan/memberikan rekomendasi hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam program ini. Ya, tujuannya sebagai bahan pertimbangan supaya proker ini hasilnya lebih maksimal.

#1 Pemkab Bangkalan Madura tolong pakai sistem seleksi yang adil

Sebagai warga pedesaan di Bangkalan Madura, membaca persyaratan harus berprestasi sudah langsung bikin saya mengelus dada. Sebab, persyaratan demikian sudah bikin banyak harapan anak desa luntur. Ya, jangankan untuk berprestasi, akses untuk bisa belajar atau berkembang saja sudah sangat timpang di Bangkalan Madura ini.

Maksud saya, semua merasakan kalau siswa di pusat kabupaten Bangkalan Madura didukung fasilitas lengkap, sementara yang di desa hanya seadanya. Bahkan, sudah jadi rahasia umum kalau tiket untuk mewakili Bangkalan di berbagai lomba tingkat SMA kerap dimonopoli salah satu SMA negeri di kabupaten ini. YTTA!

Maka dari itu, menurut saya, perlu diberikan kelonggaran bagi masyarakat desa. Okelah, prestasi bisa menjadi pertimbangan, tapi niat baik atau kemauan untuk terus berkembang juga sangat perlu untuk diperhatikan. Indikator domisili, sekolah asal, hingga aspek lainnya perlu dilihat untuk memberikan peluang yang sama bagi semua siswa.

#2 Program Satu Desa Satu Sarjana wajib jauhi sistem orang dalam

Saya tidak bermaksud berprasangka buruk tentang Bangkalan Madura, tapi sistem orang dalam agaknya sudah merajalela di negara kita, hehehe. Maka dari itu, saya berharap beasiswa ini bisa menjauhi sistem demikian. Bukan apa, tapi hal tersebut akan membuat calon yang potensial malah tergeser oleh pendaftar yang udah punya orang dalam.

Mengapa saya mewanti-wanti hal ini? Sebab orang dalam kini sering dipoles dengan narasi yang membuatnya normal, yakni melalui sistem rekomendasi. Rekomendasi kadang malah digunakan untuk menitip sembarang orang, mulai dari sanak kerabat hingga orang asing yang nantinya akan dimintai sekian persen setiap bulan untuk pemberi rekomendasi. Ini banyak saya dengar dan temukan sendiri pada teman-teman saya dulu.

Baca Juga:

Jangan Keluyuran ke Bangkalan Madura, Niat Menenangkan Pikiran Malah Dibuat Menyesal karena Perjalanan yang Melelahkan

Gagal Paham dengan Warlok Solo yang Ngebet Kuliah ke Luar Kota Demi Kejar Gengsi

Jadi, saya harap beasiswa Satu Desa Satu Sarjana tidak seperti itu ya!

#3 Bangun empati para awardee pada Bangkalan Madura

Kemudian, komitmen awardee beasiswa Satu Desa Satu Sarjana untuk kembali ke desanya tidak bisa dipercaya melalui tanda tangan hitam di atas putih saja. Dalam sistem beasiswa ini, pemkab Bangkalan Madura sebaiknya tidak membiarkan komitmen itu mengambang, tetapi juga membantu menggapainya. 

Maksud saya, jangan lepas para awardee untuk berkembang sendiri, tetapi terus wadahi mereka agar tetap memiliki empati pada Bangkalan Madura.

Caranya, paling mudah dengan memberikan pelatihan secara rutin, paling tidak setiap libur semester. Pelatihan ini pun jangan hanya meromantisasi kondisi Bangkalan Madura. 

Beri tahu ke mereka apa adanya tentang kabupaten ini yang sedang kacau, pendidikannya, ekonominya, politiknya dan berbagai aspek lainnya. Dengan demikian mereka akan peka pada masalah-masalah di sekitar mereka.

Melalui metode itu, saya yakin banyak dari mereka yang akhirnya kembali ke desanya seperti niat baik beasiswa ini.

#4 Bangun koneksi dengan diaspora Bangkalan

Terakhir, pemkab Bangkalan Madura harus menjadi jembatan bagi para awardee dengan orang hebat Bangkalan Madura yang menjadi diaspora. Harapannya, mereka bisa punya role model bagaimana menjadi warga Bangkalan Madura. 

Kalau saya lihat, siswa-siswa saya, salah satu alasan mereka sulit berkembang yakni karena mereka tidak punya role model. Bahasanya, “emangnya saya siapa, asal saya dari mana, kok impiannya tinggi banget”

Nah, dengan menghadirkan para diaspora Bangkalan yang sudah sukses, para awardee akan semakin termotivasi. Ini akan menumbuhkan kepercayaan pada mereka bahwa siapa saja bisa menjadi apa saja. 

Oiya, tapi ingat, diaspora yang saya maksud adalah mereka yang tetap berkontribusi pada Bangkalan Madura ya. Seperti pedoman orang Madura, “asel tak adinah asal” yang artinya, “sudah berhasil tidak lupa tanah asalnya”.

Ya demikianlah beberapa rekomendasi dari saya untuk memaksimalkan program beasiswa di Bangkalan Madura ini. Saya berharap program Satu Desa Satu Sarjana ini bisa berjalan maksimal dan berkelanjutan, sebab manfaatnya akan sangat jelas dirasakan oleh masyarakat!

Penulis: Abdur Rohman
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Mahasiswa Madura Serasa “Tamu” di Universitas Trunojoyo Madura, Mahasiswa hingga Dosen Isinya Pendatang.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 Juni 2026 oleh

Tags: awardeeBangkalanbangkalan maduramaduraMahasiswaProgram Satu Desa Satu SarjanaSatu Desa Satu Sarjana
Abdur Rohman

Abdur Rohman

Seorang warga sipil Bangkalan dengan selera yang kontradiktif: mencintai segala jenis olahan mie, namun memiliki alergi akut terhadap mie-literisme.

ArtikelTerkait

Omongan Senior di Makrab Adalah Hal yang Paling Menyebalkan dan Sia-sia terminal mojok

Omongan Senior di Makrab Adalah Hal yang Paling Menyebalkan dan Sia-sia

11 Agustus 2021
Pengalaman Saya Menjadi Marbot Masjid demi Menghemat Biaya Kos yang Semakin Mahal di Kota Malang

Pengalaman Saya Menjadi Marbot Masjid demi Menghemat Biaya Kos yang Semakin Mahal di Kota Malang

15 Agustus 2024
Membantah Klaim Jembatan Suramadu sebagai Biang Kerok Berbagai Masalah di Surabaya Mojok.co

Membantah Klaim Jembatan Suramadu sebagai Biang Kerok Berbagai Masalah di Surabaya

16 Oktober 2024
Kampus Bukan Kerajaan, Dosen Bukan Sultan, dan Mahasiswa Bukan Rakyat yang Pantas Diinjak-injak

Kampus Bukan Kerajaan, Dosen Bukan Sultan, dan Mahasiswa Bukan Rakyat yang Pantas Diinjak-injak

18 Juni 2025
Plis Deh, Nggak Perlu Bacain Ulang Makalahnya Saat Presentasi

Plis deh, Nggak Perlu Bacain Ulang Makalahnya Saat Presentasi

17 Maret 2020
5 Kelemahan Tinggal di Kos Putri yang Jarang Disadari Banyak Orang Mojok.co

5 Kelemahan Tinggal di Kos Putri yang Jarang Disadari Banyak Orang

3 April 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jika Berani Berbenah, Malang Bakal Sejahtera (Unsplash)

Jika Berani Berbenah, Malang Bakal Sejahtera karena Potensi Wisata Kota Ini Begitu Besar tapi Terbentur Tembok Birokrasi

5 Juli 2026
Saya Lulusan Ilmu Perpustakaan, tapi Saya Nggak Mau Jadi Pustakawan Sekolah, Isinya Cuma Makan Hati! perpusnas

Larangan Bawa Tumbler di Perpustakaan Daerah Itu Aneh, Minum Saja Dipersulit, Gimana Orang Mau ke Perpustakaan?

4 Juli 2026
Pekerjaan Apa pun Itu, Dekat dengan Kematian, dan Kita Tidak Perlu Menambah dengan Risiko yang Tak Perlu

Pekerjaan Apa pun Itu, Dekat dengan Kematian, dan Kita Tidak Perlu Menambah dengan Risiko yang Tak Perlu

29 Juni 2026
3 Minuman Tegal yang Aman untuk Lidah Orang Semarang yang Nggak Suka Kuliner Menantang Mojok.co

3 Minuman Tegal yang Aman untuk Lidah Orang Semarang yang Nggak Suka Kuliner Menantang

5 Juli 2026
Layanan Perpusda Kota Malang Payah, Bikin Pengunjung Kecewa dan Nggak Nyaman Mojok.co

Layanan Perpustakaan Kota Malang Payah, Bikin Pengunjung Kecewa dan Nggak Nyaman

3 Juli 2026
Wahai Haters Masakan Jawa, Manis Itu Bukan Dosa, Lidah Kalian Saja yang Rewel

Wahai Haters Masakan Jawa, Manis Itu Bukan Dosa, Lidah Kalian Saja yang Rewel

1 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.