Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Politik

The Power of ‘Orang Dalam’

Jamal oleh Jamal
3 Juli 2019
A A
orang dalam

orang dalam

Share on FacebookShare on Twitter

Pernah dengar istilah ‘orang dalam’? Jika tidak, bersyukurlah anda karena dijauhkan dari hal-hal yang syubhat. Syubhat dalam ilmu fiqih artinya sesuatu yang tidak jelas hukumnya antara halal dan haram.

Saya mencoba menelusuri kitab andalan di kampus dan sekolah-sekolah, yakni Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Orang dalam artinya adalah ‘orang yang ada di dalam satu lingkungan (pekerjaan, golongan, dan sebagainya).

Pada saat proses kuliah, pernah dosen saya memberikan nasehat yang saya tidak duga sebelumnya. Ketika itu bukan di jam kuliah atau di kelas. Namun, di warung kopi pinggir jalan. Loh kok bisa? Iya, saya beruntung bisa mengenal dosen yang friendly. Beliau bisa diajak nongkrong bareng bercerita banyak hal. Salah satunya terkait ‘orang dalam’ ini.

Sembari duduk santai dan menyeruput kopi, beliau berkata “Orang sekarang itu pintar saja tidak begitu penting, yang penting itu anda kenal siapa?”

Saya agak kaget mengerutkan dahi mendengar pernyataan itu. Saya pun penasaran dan bertanya. “Maksud bapak sekolah, kuliah, belajar, itu tidak penting?”

“Bukan begitu, kalau kamu kuliah hanya belajar dan mendapatkan nilai tinggi lalu lulus mendapatkan ijazah, itu tidak akan menjamin kamu mendapatkan pekerjaan bagus dengan cepat”. Beliau melontarkan kalimat demi kalimat dengan meyakinkan. Seolah-olah itu benar-benar pengalaman pribadi beliau.

Dalam benak saya, yang terpikir saat itu adalah mencari relasi seluas-luasnya. Berkawan dengan orang dari berbagai golongan sebanyak-banyaknya.

Singkat cerita saya lulus dari kampus dan menyandang gelar sarjana di belakang nama saya. Saya pun mencoba mencari pekerjaan yang memiliki gaji tinggi. Saya lalu mendapatkan lowongan mengajar di sekolah yang bagus di Ciputat. Tentu saja ada berbagai persyaratan yang harus dipenuhi. Saya pun meminta beberapa dokumen kepada pihak administrasi kampus.

Baca Juga:

Bantul Itu Maju ya, Gaes, Bukan Desa Tertinggal dan Tak Tersentuh Peradaban seperti yang Ada di Pikiran Kalian!

8 Tipe Mahasiswa KKN yang Menjadi Beban Kelompoknya

Saya ditanya untuk keperluan apa surat-surat itu? Saya bilang untuk melamar menjadi guru disebuah sekolah ini (Saya tunjukkan brosur online dari HP). Staff kampus itu langsung berhenti sejenak kemudian berkata. “Wah, sulit kamu melamar di sana.”

“Loh kenapa memangnya bu?” Saya bertanya.

“Emang kamu punya kenalan atau ‘orang dalam’ di sana? Tanya staff kampus itu.

Saya jawab hanya dengan bahasa tubuh menggelengkan kepala sembari nyengir kuda. Dia pun melanjutkan pengalaman masa lalunya. “Dulu waktu Ibu baru saja lulus dari kuliah, ibu juga melamar di sana. Semua persyaratan lengkap. Tes tulis lulus. Tinggal tahapan wawancara. Nah, ketika interview itulah ibu ditanya apakah kamu punya rekomendasi dari seseorang? Apakah ada kenalan kamu di sini? Ibu jawab terus terang tidak punya siapa-siapa di sana. Dan Ibu pun gagal total. Padahal satu langkah lagi.”

Saya pun tidak habis pikir dan melongo mendengar cerita itu. Hanya bisa garuk-garuk kepala sambil gigit jari. Saya pun mengurungkan diri mengambil berkas-berkas yang dibutuhkan itu. Sebab tau akhirnya akan sia-sia saja.

Dulu waktu SMA, ada juga teman saya masuk kuliah Fakultas Kedokteran 3x tes tidak masuk-masuk. Namun, karena ibunya punya ‘orang dalam’ dan bimsalabim ratusan juta rupiah, akhirnya masuk dengan mudah.

Kawan kuliah saya pernah tes CPNS dan lulus semua ujian dari mulai pemberkasan, tes tulis, tes komputer, tes fisik, sampai tes wawancara barulah dia gugur. Saya bukan ingin menuduh penyelenggara berbuat tidak adil. Mungkin ada yang benar-benar pure lulus seleksi. Itu bagus saya acungkan jempol. Tapi, tidak dapat dipungkiri banyak juga yang masih memenfaatkan jasa ‘orang dalam’ pada tahap wawancara itu. Bahkan namanya sudah dicatat sebelumnya.

Saya hanya berbagi pengalaman saja. Sungguh kasihan bagi mereka yang sudah lelah berjuang, tapi ternyata jatah kursinya sudah di pesan pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggungjawab.

Saya juga pernah melamar beasiswa s2. Di sana ada syarat rekomendasi. Saya pun mencoba mencari rekomendasi dari pengurus ormas wilayah kabupaten. Semua tes sudah saya jalani. Nah, di saat wawancara itulah ada kekuatan ‘orang dalam’ bermain. Saya ternyata tidak cukup kuat rekomendasinya. Sedangkan kawan saya yang sama-sama tes dengan saya, namun dia punya ‘orang dalam’ yang punya kedudukan tinggi di ormas itu, langsung diterima.

Gagal S2 dan melamar guru di sekolah ternama, saya pun mejadi sadar ternyata pengaruh ‘orang dalam’ ini luar biasa. Tidak mau menganggur, saya pun tanya lowongan ke teman saya yang sudah menjadi guru di sebuah Yayasan. Ternyata ada lowongan mengajar di sana.

Saya pun langsung dihubungi lewat telepon oleh pihak Yayasan untuk menghadap ke kantor. Di sana ada wawancara sedikit, kemudian beberapa tes, dan akhirnya saya diterima itupun karena saya kenal dengan kawan saya yang sudah lama mengajar di sana. Bahkan tanpa surat lamaran, cv, foto, dan ijazah.

Akhirnya saya menyadari ada benarnya perkataan guru saya di warung kopi saat itu. The power of “Orang Dalam” memang bekerja sangat dahsyat. Pandai saja belum cukup, tapi anda kenal siapa, itu yang terpenting.

Saya usul mungkin di kampus-kampus di Indonesia itu perlu di buka Fakultas dengan program studi ‘orang dalam’ karena sangat dibutuhkan dalam mencari pekerjaan atau melanjutkan sekolah. Mungkin juga keperluan lainnya, untuk mempermudah akses mencapai tujuan. Hehe…. Jangan Lupa Bahagia!

Terakhir diperbarui pada 20 Januari 2022 oleh

Tags: KKNnepotismeorang dalam
Jamal

Jamal

ArtikelTerkait

Wonogiri Menyimpan “Tempat Terpencil” yang Ideal untuk KKN (Unsplash)

Kecamatan Paranggupito, Tempat “Terpencil” di Wonogiri yang Bakal Memanjakan Mahasiswa KKN

18 Desember 2023
KKN dan Lomba 17 Agustus Combo Terbaik Mendapatkan Jodoh (Unsplash)

Berkat KKN dan Lomba 17 Agustus, Teman Saya Mendapat Jodoh dan Sekarang Resmi Tunangan

7 Agustus 2023
5 Tips KKN di Demak dari Pemuda Setempat (Unsplash)

5 Tips KKN di Demak dari Pemuda Setempat yang Prihatin Melihat Ada Mahasiswa Diusir Warga

1 Agustus 2023
kkn kkn keluar jawa mojok.co

8 Tipe Mahasiswa yang Selalu Ada di Kelompok KKN

30 Juni 2020
Dear Warga, Jangan Pasang Ekspektasi Terlalu Tinggi ke Mahasiswa KKN, Takutnya Nanti Kecewa Mojok.co

Dear Warga, Jangan Pasang Ekspektasi Terlalu Tinggi ke Mahasiswa KKN, Takutnya Nanti Kecewa

25 Agustus 2025
Mitos Seram di Gunungkidul selain Pulung Gantung Terminal Mojok

Pengalaman KKN di Gunungkidul: Warung Tutup Jam 7 Malam dan Menyaksikan Kemenangan Jokowi di Desa Pro Prabowo

4 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sisi Gelap Gamping Sleman yang Jarang Dibicarakan Orang

Gamping, Gerbang Masuk Barat sekaligus Tempat Bersejarah di Jogja yang Kehilangan Harga Dirinya

7 Mei 2026
UT Adalah Teman bagi Orang-orang yang Mengejar Mimpi dalam Sunyi Mojok

UT Adalah Teman bagi Orang-orang yang Mengejar Mimpi dalam Sunyi

9 Mei 2026
Toilet Rumah Sakit Memang Bersih, tapi Tubuh Saya "Menolak" dan Tidak Bisa Buang Air di Sana

Toilet Rumah Sakit Memang Bersih, tapi Tubuh Saya “Menolak” dan Tidak Bisa Buang Air di Sana

7 Mei 2026
Sisi Gelap FISIP, Mahasiswanya Jarang Baca dan Dosennya Sibuk Berpolitik Terminal

FISIP Kehilangan “Taring” karena Mahasiswanya Jarang Baca dan Dosennya Sibuk Berpolitik 

7 Mei 2026
Bahasa Sunda yang Kaya Punya Banyak Istilah untuk Menyebut Hujan Terminal

Bahasa Sunda yang Kaya Punya Banyak Istilah untuk Menyebut Hujan

9 Mei 2026
Derby UMR Rendah, Kemewahan yang Hanya Dimiliki oleh PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta

Derby UMR Rendah, Kemewahan yang Hanya Dimiliki oleh PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta

9 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.