Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

11 Kelakuan Buruk Warga Desa kepada Mahasiswa KKN yang Jarang Dibicarakan, Bikin Kesal!

Marselinus Eligius Kurniawan Dua oleh Marselinus Eligius Kurniawan Dua
24 Agustus 2025
A A
11 Kelakuan Buruk Warga Desa kepada Mahasiswa KKN yang Jarang Dibicarakan, Bikin Kesal!

11 Kelakuan Buruk Warga Desa kepada Mahasiswa KKN yang Jarang Dibicarakan, Bikin Kesal! (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Mahasiswa KKN sering dianggap sebagai tamu istimewa. Disambut dengan senyum, diajak makan, dikasih sambutan resmi, bahkan kadang diminta bikin acara besar. Tapi di balik itu semua, ada sisi lain yang jarang dibicarakan. Kelakuan warga desa yang diam-diam bikin mahasiswa KKN geleng kepala. Bukan karena kagum, melainkan karena kesal. Misalnya seperti sebelas kelakuan berikut.

#1 Semua mahasiswa KKN dianggap tukang gratisan

Begitu mahasiswa KKN turun ke desa, warga langsung pasang standar. Warga berpikir semua mahasiswa yang datang harus bisa apa saja. Bisa bangun jalan, bisa bikin gapura, bisa jadi guru, bisa jadi penyuluh, bahkan bisa jadi tenaga medis. Semuanya gratis, kayak mesin serbaguna.

Rasanya ada saja warga yang minta dibuatkan proposal bantuan. Ada yang minta anaknya diajari les tiap malam. Ada yang minta mahasiswa jadi panitia hajatan. Bahkan, ada yang menyuruh mahasiswa KKN jadi MC acara apa pun. Semua dianggap lumrah. Kalau mahasiswa nolak, langsung dicap “nggak mau bantu masyarakat.”

#2 Warga desa suka nimbrung urusan pribadi

Mahasiswa KKN biasanya datang dalam kelompok. Mereka bakal tinggal bareng di posko atau rumah warga. Nah, warga sekitar kadang kepo berlebihan. Jam tidur ditanyain, jam makan ditanyain, bahkan punya pacar atau belum juga ditanyain.

Belum lagi kalau ada mahasiswa cowok ngobrol sama mahasiswa cewek, langsung deh jadi gosip satu RT. Katanya pacaran di posko. Katanya tiap malam jalan berdua. Padahal keduanya cuma diskusi program kerja. Eh, besok paginya sudah jadi bahan cerita di warung kopi.

#3 Semua urusan pemerintah sama dengan urusan mahasiswa KKN

Kalau ada masalah di desa, warga suka menyeret mahasiswa KKN jadi juru bicara. Soal bantuan sosial, soal jalan rusak, soal listrik padam. Semuanya dilempar ke mahasiswa. Katanya biar mahasiswa ngomong ke lurah. Padahal mahasiswa KKN kan bukan pejabat, bukan juga wakil rakyat.

Akhirnya, mahasiswa harus jadi “corong” warga. Disuruh menulis surat sampai disuruh bikin laporan. Padahal mereka datang cuma satu atau dua bulan.

#4 Gosip lebih cepat daripada radio

Desa itu kecil. Biasanya semua warga saling mengenal satu sama lain dan kondisi satu sama lain. Makanya nggak usah heran begitu mahasiswa KKN terjun ke desa dan kebetulan sakit, semua warga satu desa tahu. Kalau ada mahasiswa pinjam motor warga pun langsung jadi bahan cerita. Bahkan kalau ada mahasiswa beli rokok, langsung kena cap “anak kampus doyan ngebul”.

Baca Juga:

Bantul Itu Maju ya, Gaes, Bukan Desa Tertinggal dan Tak Tersentuh Peradaban seperti yang Ada di Pikiran Kalian!

8 Tipe Mahasiswa KKN yang Menjadi Beban Kelompoknya

Gosip di desa menyebar lebih cepat daripada berita di media sosial. Mahasiswa KKN yang awalnya santai, lama-lama jadi risih. Soalnya tinggal di desa membuat kehidupan mereka dipantau 24 jam.

#5 Mahasiswa KKN cowok dianggap calon menantu

Kalau ada mahasiswa cowok, warga langsung sibuk pasang radar. Ada ibu-ibu yang terang-terangan bilang, “Cocok sama anak saya.” Ada bapak-bapak yang sengaja ngenalin anak gadisnya. Bahkan ada yang menyuruh anaknya sering-sering nganter makanan ke posko.

Buat mahasiswa KKN, jelas ini jadi beban. Baru dua minggu di desa, sudah ditodong jadi calon menantu. Kalau menolak, dibilang sombong. Kalau ramah, eh, dianggap serius. Semua serba salah.

#6 Mahasiswa KKN cewek dijadikan target rayuan pemuda desa

Beda lagi kalau yang datang mahasiswa cewek. Tiba-tiba banyak pemuda desa nongol di posko. Ngakunya mau bantu program kerja, mau nemenin jalan survei, padahal ujung-ujungnya modus.

Mahasiswi yang awalnya polos, lama-lama sadar. Ada SMS tengah malam, ada ajakan nongkrong, ada rayuan di jalan, bahkan ada yang nekat datang bawa gitar dan nyanyi di depan posko. Seketika KKN berubah jadi ajang cari jodoh.

#7 Program kerja mahasiswa KKN jadi bahan nyinyiran warga desa

Mahasiswa KKN biasanya datang ke desa membawa program kerja. Ada yang bikin taman baca, ada yang bikin tempat sampah, ada yang bikin penyuluhan, dll. Tetapi sayangnya, tak jarang warga desa nyinyir. Katanya program yang dibawa nggak berguna, cuma bikin kotor, buang-buang waktu, dsb.

Ironisnya, kalau mahasiswa nggak bikin program, warga desa juga nyinyir. Katanya mahasiswa KKN datang ke tempat mereka cuma buat main. Jadi mahasiswa serba salah. Mau kerja salah, nggak kerja lebih salah.

#8 Mahasiswa dijadikan magnet politik kecil-kecilan

Tidak jarang, kehadiran mahasiswa KK  dimanfaatkan untuk kepentingan politik desa. Ada perangkat yang mendekat, pura-pura baik, supaya kelihatan dekat dengan anak kampus. Ada pula tokoh masyarakat yang sengaja numpang eksis di foto kegiatan. Semua berlomba-lomba jadi bagian dari KKN.

Bukan karena mereka peduli mahasiswa, tapi karena ingin terlihat “peduli rakyat.” Mahasiswa pun tanpa sadar jadi pion politik kecil-kecilan.

#9 Mentalitas “nanti juga pulang”

Sikap yang paling bikin mahasiswa KKN tersentak adalah mentalitas warga yang santai karena tahu mahasiswa hanya sementara. Program kerja yang dibangun dianggap tidak penting. Warga desa bilang, “Nanti juga mahasiswa pulang, programnya bubar.”

Makanya, ada fasilitas yang rusak dibiarkan saja. Ada taman baca yang tidak dijaga. Ada perpustakaan mini yang akhirnya jadi gudang. Mahasiswa hanya bisa menatap dengan getir kerja keras mereka tenggelam begitu saja.

#10 Warga sok jadi juri kehidupan mahasiswa

Mahasiswa yang KKN di desa sering merasa hidupnya seperti di reality show. Setiap gerak-gerik diawasi. Makan telat, dikomentari. Masak mi instan, jadi bahan gunjingan. Jalan sore, ditanya-tanya. Tidur siang, dianggap malas.

Warga suka jadi juri tanpa diminta. Mereka memberi nilai diam-diam. Mahasiswa yang rajin disanjung, yang kebetulan sakit dianggap lemah. Mahasiswa yang jarang nongol di balai desa dianggap nggak betah. Semua dilabeli, semua jadi cerita.

#11 Semua masalah sosial dianggap jadi tugas mahasiswa

Warga sering menganggap mahasiswa KKN sebagai penolong instan. Kalau ada anak yang nakal, mahasiswa KKN disuruh kasih ceramah. Kalau ada warga yang malas kerja bakti, mahasiswa diminta mengingatkan. Bahkan kalau ada konflik antartetangga di desa, mahasiswa diminta jadi penengah.

Padahal kan mahasiswa KKN bukan psikolog. Mereka juga bukan aparat desa. Tapi entah kenapa, semua beban sosial dilemparkan ke mereka. Alasan warga biasanya, “Kalian kan orang pintar!”

Itulah 11 kelakuan buruk warga desa kepada mahasiswa KKN. KKN itu katanya pengabdian, tapi kadang lebih mirip ujian kesabaran. Ini bukan cuma soal program kerja, tapi juga soal menghadapi kelakuan warga. Dari yang suka nimbrung, suka nyinyir, sampai suka manfaatin mahasiswa.

Mahasiswa datang dengan niat baik. Tapi yang mereka hadapi sering jauh lebih pelik. Desa yang katanya sederhana, ternyata penuh drama. Drama yang kadang lebih melelahkan daripada laporan akhir KKN itu sendiri.

Penulis: Marselinus Eligius Kurniawan Dua
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 13 Tabiat Mahasiswa KKN yang Dibenci Warga Desa, Jangan Dilakukan atau Kalian Jadi Musuh Bersama.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 Agustus 2025 oleh

Tags: cerita kkndesa kknkelompok kknKKNKKN di desamahasiswa KKNprogram mahasiswa KKN
Marselinus Eligius Kurniawan Dua

Marselinus Eligius Kurniawan Dua

Guru yang baru terjun di dunia menulis. Gemar main game, jalan-jalan, dan kulineran. Suka membahas tentang daerah, sosial, ekonomi, pendidikan, otomotif, seni, budaya, kuliner, pariwisata, dan hiburan.

ArtikelTerkait

Mahasiswa Nggak Perlu Malu KKN di Kota. Nyatanya Asyik-asyik Aja, kok

Mahasiswa Nggak Perlu Malu KKN di Kota. Nyatanya Asyik-asyik Aja, kok

28 Juni 2023
Seragam KKN Itu Nggak Ada Faedahnya, Sumpah!

Nggak Usah Terlalu Teoretis, Begini Cara Sederhana Menemukan Masalah Warga Desa agar Proker KKN Nggak Itu-itu Aja

31 Juli 2023
agribisnis menthek kafe tengah sawah KKN wabah corona pemandangan pagi sawah mojok

KKN Tahun Ini Nggak Ada Ngapain Sedih, KKN Kan Banyak Nggak Enaknya

8 Mei 2020
KKN itu Pengabdian Masyarakat, Bukan Menjilat Kelurahan (Unsplash) mahasiswa KKN, KKN di kota

Untuk Mahasiswa KKN, Stop Ngatur Hidup Orang Desa, Mereka Jauh Lebih Jago Bertahan Hidup ketimbang Kalian-kalian yang Mengaku Pahlawan

17 Agustus 2025
Proker KKN Bikin Jamu, Program Mahasiswa KKN Paling Nggak Berguna di Gunungkidul Mojok.co

Proker KKN Bikin Jamu, Program Mahasiswa KKN Paling Nggak Berguna di Gunungkidul

13 Januari 2024
Tak Perlu Berlebihan Romantisisasi KKN, Bukan Ajang Cari Jodoh apalagi Simulasi Rumah Tangga

Tak Perlu Berlebihan Diromantisisasi, KKN Bukan Ajang Cari Jodoh apalagi Simulasi Rumah Tangga

21 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dibanding Surabaya dan Semarang, Jogja Masih Jadi Pilihan Terbaik untuk Kuliah Mojok.co

Long Weekend Itu Memang Menyenangkan, kecuali untuk Warga Jogja

7 Mei 2026
6 Pelatihan untuk Awardee LPDP yang Lebih Penting Dibanding Pembekalan dari TNI, Ada Academic Writing hingga Literasi Finansial Mojok.co

6 Pelatihan bagi Awardee LPDP yang Lebih Penting Dibanding Pembekalan dari TNI, Ada Academic Writing hingga Literasi Finansial 

11 Mei 2026
Derby UMR Rendah, Kemewahan yang Hanya Dimiliki oleh PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta

Derby UMR Rendah, Kemewahan yang Hanya Dimiliki oleh PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta

9 Mei 2026
Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Hantavirus (Unsplash)

Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Hantavirus: Pertama, Please, Jangan Panik

8 Mei 2026
Alasan Sate Klopo Surabaya Masih Kalah Populer dari Sate Madura, padahal Sama-sama Enak Mojok.co

Alasan Sate Klopo Surabaya Masih Kalah Populer dari Sate Madura, padahal Sama-sama Enak

7 Mei 2026
Predikat Cumlaude Kini Basi dan Tidak Prestisius Lagi karena Terlalu Banyak Mahasiswa Memilikinya Terminal

Predikat Cumlaude Kini Basi dan Tidak Prestisius Lagi karena Terlalu Banyak Mahasiswa Memilikinya

10 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Jebakan Ilusi PayLater: Anak Muda Pilih Bayar Gengsi dengan Pendapatan yang Belum Ada
  • Lulus Sarjana Dapat Tawaran Beasiswa S2 dari Rektor, Elpanta Pilih Langsung Kerja sebagai Pegawai Tetap di Unesa
  • Meski Hanya Diikuti 4 Tim tapi Atmosfer Campus League Basketball Samarinda Tetap Kompetitif, Universitas Mulawarman Tak Terbendung
  • Efek Gym: Dari Dihina “Babi” karena Gendut dan Jelek bikin Lawan Jenis Gampang Mendekat, Tapi Tetap Sulit Nemu yang Tulus
  • Tongkrongan Bapak-Bapak di Desa: Obrolan Sering Ngawur, Kadang Nggak Berfaedah, tapi Saya Harus Gabung demi “Harga Diri” Keluarga
  • Setelah Punya Anak Sadar “Nongkrong Basi-Basi” Itu Nggak Guna: Rela Dicap Suami Takut Istri, karena Urusan Keluarga Memang di Atas Segalanya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.