Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Salah satu Dampak Buruk Tol Solo Jogja Dirasakan Warga Gamping: Hilangnya Ruang Hidup ketika Warga Lokal Tidak Sanggup Membeli Tanah Kelahiran Sendiri

Janu Wisnanto oleh Janu Wisnanto
30 Mei 2026
A A
Mimpi Buruk Tol Solo Jogja Bagi Warga Gamping, Sleman (Unsplash)

Mimpi Buruk Tol Solo Jogja Bagi Warga Gamping, Sleman (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Di Kronggahan Gamping, suara malam tidak lagi sama. Dulu, yang terdengar selepas magrib paling-paling knalpot brong, suara televisi tetangga yang terlalu keras, atau suara khas penjual bakso. Namun, semua berubah ketika pembangunan tol Solo Jogja datang di salah satu desa di Sleman ini.

Sekarang, yang mendominasi sudah berbeda. Ada suara dentuman besi, deru alat berat, dan riuhnya pekerja tol Solo Jogja yang seperti makhluk asing di tengah kampung di Gamping, Sleman. 

Saya tinggal tidak jauh dari pembangunan proyek tol Solo Jogja. Dan semakin hari, saya merasa sedang menyaksikan sesuatu yang lebih besar daripada sekadar pembangunan jalan. 

Ini bukan cuma soal beton, aspal, atau kendaraan yang nanti melaju 100 kilometer per jam di atas kepala kita. Ini soal bagaimana sebuah wilayah perlahan berubah identitas. Sementara itu, pemerintah daerah tampak masih sibuk meyakinkan warga bahwa semuanya akan “baik-baik saja”.

Padahal, sejarah kota-kota di Jawa mengajarkan satu hal sederhana. Bahwa setiap jalan tol selalu datang bersama sesuatu yang ikut hilang. Dan sering kali yang hilang bukan sawahnya dulu, melainkan rasa memiliki terhadap tempat tinggal sendiri.

BACA JUGA: Kenyamanan di Mejing Kidul Sleman Kini Kacau Gara-gara Tol Jogja Solo: Warga Terpaksa Angkat Kaki dari Rumah Sendiri

Pembangunan tol Solo Jogja mengubah Gamping

Gamping selama ini punya posisi yang aneh, tapi istimewa. Ia bukan kota dalam lingkup Kota Jogja. Ia juga tidak pernah benar-benar menjadi desa di Sleman yang tenang dan agraris. 

Gamping adalah wilayah nanggung, tapi justru nyaman menjadi hunian bagi kami. Mau ke kota dekat, tapi masih bisa nemu orang ronda sampai malam khas desa. 

Baca Juga:

5 rekomendasi kuliner Jogja enak dan murah bukti kalau kota ini nggak mahal kalau soal makan

Orang yang Foto di Tugu Jogja Itu Bukan Norak, Hampir Semua Pelancong Pernah Melakukannya

Mencari kopi estetik ada, tapi burjo dan warmindo tetap jadi pusat peradaban sesungguhnya. Mahasiswa ada, pekerja ada, warga kampung asli juga masih bertahan meski semakin terdesak harga tanah. Namun, pembangunan tol Solo Jogja mengubah semua ritme itu. Dan saya rasa banyak orang belum sadar betapa besar dampaknya nanti.

Narasi resmi pembangunan tol Solo Jogja terdengar indah. Yaitu tentang meningkatnya konektivitas, pertumbuhan ekonomi, kelancaran distribusi, dan masuknya investasi. Tidak ada yang salah dari itu. Saya juga tidak sedang ingin menjadi manusia anti-pembangunan yang menganggap semua proyek negara pasti jahat. 

Masalahnya, kita terlalu sering bicara soal pertumbuhan. Tapi, kita jarang membicarakan siapa yang nantinya sanggup tetap hidup di tengah pertumbuhan itu. 

Sebab, ketika tol Solo Jogja rampung, Gamping tidak akan lagi menjadi “pinggiran Jogja”. Ia akan berubah menjadi kawasan transit ekonomi. Dan begitu sebuah wilayah berubah menjadi titik ekonomi strategis, yang datang lebih dulu biasanya bukan kesejahteraan warga, melainkan spekulasi tanah.

Larisnya tanah di Gamping

Saya sudah mulai melihat gejalanya bahkan sebelum proyek tol Solo Jogja selesai. Banyak orang yang memburu tanah di Gamping. Bahkan tanah yang dulu dianggap “belakang”. 

Rumah-rumah, perlahan, berubah fungsi. Orang mulai bicara harga per meter, bukan lagi sejarah kampungnya. Ada semacam atmosfer baru bahwa semua hal kini bisa dijual selama dekat akses tol Solo Jogja. 

Biasanya, ketika harga tanah mulai tidak masuk akal, warga asli hanya punya dua pilihan; menjual lalu pergi atau bertahan sambil perlahan tidak mampu mengejar biaya hidup di desa sendiri. 

Kita pernah melihat pola yang sama di Seturan, Babarsari, hingga Condongcatur. Dulu orang menyebutnya daerah pinggiran. Sekarang, banyak anak muda asli sana bahkan mustahil membeli rumah di tempat mereka lahir.

Pertanyaannya, apakah Pemda Sleman benar-benar belajar dari situ? Atau kita akan kembali menyaksikan pembangunan yang dibiarkan liar sampai semuanya terlambat? Karena yang membuat saya khawatir bukan semata jalannya, melainkan absennya pembicaraan serius tentang dampak sosial setelah tol Solo Jogja itu jadi.

Baca halaman selanjutnya: Atas nama pembangunan, warga lokal selalu jadi korban.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 30 Mei 2026 oleh

Tags: dampak tol solo jogjagampingjalan tolJogjaKota Jogjapemda slemanSlemansolotol solo jogja
Janu Wisnanto

Janu Wisnanto

Mahasiswa semester akhir Universitas Ahmad Dahlan, jurusan Sastra Indonesia. Pemuda asli Sleman. Penulis masalah sosial di Daerah Istimewa Yogyakarta.

ArtikelTerkait

Pakuwon Mall Jogja: Mall Mewah, tapi Parkir Mobil Susah Mojok.co

Pakuwon Mall Jogja: Mall Mewah, tapi Parkir Mobil Susah

4 Juni 2025
Sejarah Sengkarut Bisnis Miras Jogja, Saling Sikut demi Berjualan Air Perdamaian

Sejarah Sengkarut Bisnis Miras Jogja, Saling Sikut demi Berjualan Air Perdamaian

18 Juli 2024
Dosa Bus BST yang Mengancam Nyawa Penumpang dan Pengendara lain di Solo (Unsplash)

Dosa Bus BST yang Mengancam Nyawa Penumpang dan Pengendara lain di Solo

19 Maret 2023
Jogja Resah Ketika Parkir Liar Menggembosi Usaha Kopi Lokal (Unsplash)

5 Alasan Banyak Perantau Belum Mau Angkat Kaki dari Jogja, sekalipun UMR-nya Tidak Masuk Akal

15 Agustus 2025
Kuliah Merantau di Jogja, eh Dikira Klitih karena Pakai Scoopy (Unsplash)

Pengalaman Pahit Menjadi Mahasiswa Rantau di Jogja ketika Motor Scoopy Saya Disangka Motornya Pelaku Klitih

3 November 2025
5 Oleh-Oleh Khas Salatiga yang Sebaiknya Dipikir Dua Kali sebelum Dibeli Mojok.co

6 Hal yang Bikin Salatiga Jadi Kota yang Sebenarnya Red Flag untuk Slow Living

13 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Obsesi Beli iPhone Bukan karena Gengsi, tapi Ingin Setara (Unsplash)

Obsesi Saya untuk Membeli iPhone Bukan Soal Gengsi, tapi Ingin Merasa Setara karena Tidak Ada Manusia yang Terlihat Kecil di Depan Orang Lain

4 Juli 2026
Di Madura, Biaya Oleh-oleh Haji Hampir Sama Besarnya dengan Biaya Keberangkatannya, Bikin Orang Jadi Enggan Berangkat  

Banyak Orang Madura Mampu Berangkat Haji tapi Nggak Berani karena Harus Beli Oleh-oleh buat Tetangga, Bisa Habis Puluhan Juta!

10 Juli 2026
Gagal Paham dengan Outfit Mewah Pejabat, Harga Jutaan Tetap Terlihat Norak karena Nggak Bisa Kerja Mojok.co

Gagal Paham dengan Outfit Mewah Pejabat, Harga Jutaan Tetap Terlihat Norak karena Nggak Bisa Kerja

6 Juli 2026
Ketika Americano Dianggap Maskulin Lebih dari Es Kopi Susu (Unsplash)

Ketika Americano Dianggap Lebih Maskulin ketimbang Es Kopi Susu

6 Juli 2026
Cara Lulus Kuliah Cepat Nggak Sampai 4 Tahun untuk Mahasiswa Jogja, Dijamin Cum Laude!

Jogja Memang dan Akan Selalu Jadi Kota Tujuan Kuliah, Kota Pendidikan yang Sebenarnya

6 Juli 2026
Pengalaman Naik Honda Win 100 di Tanah Rantau Adalah Mimpi Buruk, Hidup Tambah Repot Mojok.co

Honda Win Memang Bikin Repot, tapi Sejak Kapan Motor Tua Punya Kewajiban Memanjakan Pemiliknya?

6 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.