Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Kenyamanan di Mejing Kidul Sleman Kini Kacau Gara-gara Tol Jogja Solo

Yemima Ken Suryandari oleh Yemima Ken Suryandari
24 September 2024
A A
Kenyamanan di Mejing Kidul Sleman Kini Kacau Gara-gara Tol Jogja Solo MOJOK.CO

Kenyamanan di Mejing Kidul Sleman kini kacau gara-gara Tol Jogja Solo (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

 Dusun Mejing Kidul, Sleman turut terdampak pembangunan Tol Jogja Solo. Adanya pembangunan tersebut mengharuskan warga dusun meninggakan lahan rumah masing-masing.

Salah satu warga Mejing Kidul, Sleman, Raya* (21), bukan nama asli, mengeluhkan adanya proyek pembangunan Tol Jogja Solo. Sebab, rumahnya terdampak. Mau tak mau ia dan keluarganya harus pindah.

Padahal, rumah tersebut sudah ia tempati sejak kecil. Rumah penuh kenangan, merekam suka duka perjalanan hidup keluarga Raya.

“Reaksi awal dengar kabar itu sih, kaget, ya. Kenapa Mejing (Kidul) yang harus kena,” tutur Raya sore saat saya temui, Selasa (10/9/2024).

Simpang siur Tol Jogja Solo bikin warga bingung

Awal mula kabar pembangunan Tol Jogja Solo di Mejing Kidul, Sleman, beredar kira-kira pada pertengahan 2021 silam. Saat itu isu tersebut masih terkesan simpang siur.

Sosialisasi mengenai proyek pembangunan Tol Jogja Solo sebenarnya sudah diadakan oleh pihak Kelurahan Ambarketawang. Hanya saja, kata Raya, sosialisasi yang diberikan rasa-rasanya masih kurang jelas.

Warga Dusun Mejing Kidul, Sleman, sangat dibingungkan dengan alur pendataan yang masih belum terstruktur dengan jelas.

“Misalnya aja ya, kami harus ngumpulin berkas-berkas tapi nggak tahu batas waktunya sampai kapan,” keluh Raya.

“Udah coba minta kejelasan melalui perangkat desa dan datang langsung ke kelurahan, tapi malah sama-sama bingung dan berakhir dengan saling menunggu,”sambungnya.

Tol Jogja Solo Ancam Mejing Kidul Sleman MOJOK.CO
Area balakang rumah Raya yang bakal kena proyek tol. (Yemima Ken Suryandari/Mojok.co)

Sementara di lain kesempatan, Kepala Dukuh Mejing Kidul, Sleman,, Arif Haryadi, menyampaikan bahwa warga (Mejing Kidul) belum menerima informasi resmi dan pasti mengenai pembangunan Tol Jogja Solo.

Meskipun sudah ada tahap pengukuran tanah, tapi tidak disertai sosialisasi yang melegakan warga. Bahkan warga merasa kurang dilibatkan dalam proses tersebut.

“Enggak kulonuwun. Lahanya cuma dipasang pakai kayu, terus sama warga dicabut,” ujarnya seperti dikutip dari Harian Jogja.

Pemberian kompensasi ke warga Mejing Kidul belum jelas

Ketidakpastian mengenai besaran kompensasi menjadi kekhawatiran lain warga Dusun Mejing Kidul, Sleman.

Meskipun telah dilakukan survei dan penilaian terhadap lahan, informasi yang diterima warga masih sangat terbatas. Raya mengaku keluarganya belum mendapat kepastian berapa jumlah uang yang akan diterimanya.

Iklan

Hal ini menyebabkan kecemasan di kalangan warga, terutama mereka yang memiliki ketergantungan hidup yang tinggi terhadap lahannya.

Selain perihal kompensasi, Raya dan keluarganya berharap agar proses pembebasan lahan dapat disegerakan. Mengingat, tidak semua warga dusun Mejing Kidul, Sleman, sudah mendapat lahan pengganti.

Sebagian warga dusun yang belum memiliki lahan pengganti, termasuk Raya, harus memikirkan opsi lahan baru yang entah di mana tempatnya. Pastinya hal tersebut juga bergantung dari hasil kompensasi yang akan mereka dapatkan.

“Semakin cepat pemberian kompensasi diberikan, semakin cepat pula warga dusun dapat mencari lahan pengganti,” kata Raya.

Pindah dari Mejing Kidul tak semudah bayangan

Tahap pengukuran lahan warga oleh pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Dusun Mejing Kidul, Sleman, mulai dilaksanakan pada Mei 2024 lalu. Sudah cukup lama jaraknya dari sosialisasi yang dilakukan pada awal 2023.

Kini Raya dan keluarganya tengah dibingungkan dengan kemungkinan pindah rumah.

Bagi Raya, pindah dari Mejing Kidul, Sleman, bukan sekadar pindah rumah. Tapi juga berarti harus merombak seluruh rutinitas sehari-hari.

Bayangkan saja, harus mencari rumah baru di tempat yang belum tentu cocok, menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, dan yang paling penting, harus rela meninggalkan segala kemudahan yang selama ini didapat: akses menuju kampus, tempat ibadah, dan tempat-tempat lainnya yang sudah sangat familiar selama berada di Dusun Mejing Kidul.

Tol Jogja Solo Ancam Mejing Kidul Sleman MOJOK.CO

Bagi Raya pun, pembangunan Tol Jogja Solo tak hanya soal pemindahan lahan, tapi juga turut mempengaruhi pandangan orang lain kepada keluarganya. Beberapa asumsi berlebihan sering muncul.

“Banyak orang yang bilang, ‘wah iki meh dadi miliyarder, entuk duit seko tol’, padahal uang (kompensasi) yang diterima belum tentu sebanding dengan lahan kami yang dulu dan belum tentu dapat menutup kebutuhan lain yang kami perlukan,” ungkap Raya.

Tol Jogja Solo jadi ancaman kerukunan

Sama halnya Raya, Aris (51) turut merasakan dampak pemindahan lahan pada tempatnya berjualan. Aris adalah seorang penjual angkringan yang bertempat tinggal di Kecamatan Gamping Lor dan membuka usaha angkringan di wilayah Dusun Mejing Kidul.

Adanya proyek pembangunan Tol Jogja Solo mengharuskannya memindahkan lahan usahanya, meskipun masih berada di lingkup Dusun Mejing Kidul, Sleman.

“Kalau saya sih, ya, pindah tapi cuma beberapa meter dari sini. Nanti jadinya angkringan saya ada persis di bawah tol,” ujarnya saat saya temui, Sabtu (14/09/2024).

Tol Jogja Solo Ancam Mejing Kidul Sleman MOJOK.CO
Lokasi angkringan Aris yang bakal kena dampak. (Yemima Ken Suryandari/Mojok.co)

Rumah Aris memang tak terdampak langsung. Namun, ia punya kekhawatiran: pasti nantinya akan ada perubahan tata ruang dan akses jalan yang semakin rumit, sehingga membuat saya merasa asing dengan lingkungan yang dulu saya kenal.

Selain itu, keberadaan Tol Jogja Solo yang begitu dekat dengan pemukiman warga Dusun Mejing Kidul, Sleman, juga menimbulkan kekhawatiran peningkatan kebisingan dan polusi udara yang ditimbulkan oleh lalu lintas kendaraan di jalan tol.

Ketidakpastian terkait informasi, perbedaan pandangan mengenai nilai ganti rugi, dan perasaan dirugikan yang dirasakan sebagian warga pun sedikit banyak memicu perselisihan.

“Ha ini tentu dapat mengancam kerukunan yang selama ini menjadi ciri khas Dusun Mejing Kidul, Sleman,” tutup Aris dengan sorot mata penuh keresahan.

Penulis: Yemima Ken Suryandari
Editor: Muchamad Aly Reza

Liputan ini diproduksi oleh mahasiswa Magang Jurnalistik Universitas Sanata Dharma Yogyakarta periode September 2024.

BACA JUGA: Hidup Tenang Warga Ringinsari Sleman Kini Terusik Tol Jogja Solo yang Penuh Kesemrawutan

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

 

Terakhir diperbarui pada 24 September 2024 oleh

Tags: mejing kidulmejing kidul slemanpilihan redaksislemantol jogja-solo
Yemima Ken Suryandari

Yemima Ken Suryandari

Artikel Terkait

Lontong dan kangkung, kuliner tua Lasem dalam khazanah suluk Sunan Bonang MOJOK.CO
Lipsus

Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan

21 Maret 2026
Memelihara kucing.MOJOK.CO
Catatan

Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya

20 Maret 2026
Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang MOJOK.CO
Esai

Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

20 Maret 2026
Rela utang bank buat beli mobil keluarga Suzuki Ertiga demi puaskan mertua. Ujungnya ribet dan sia-sia karena ekspektasi. MOJOK.CO
Sehari-hari

Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia

20 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ambisi beli mobil pribadi Toyota Avanza di usia 23 biar disegani. Berujung sumpek sendiri karena tetangga di desa cuma bisa iri-dengki dan seenaknya sendiri berekspektasi MOJOK.CO

Ambisi Beli Mobil Avanza di Usia 23 Demi Disegani di Desa, Berujung Sumpek karena Ekspektasi dan Tetangga Iri-Dengki

15 Maret 2026
meminjam uang, lebaran.MOJOK.CO

Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit

21 Maret 2026
Hidup mati pekerja Jakarta harus tetap masuk, menerjang arus dari Bekasi

Pekerja Jakarta, Rumah di Bekasi: Dituntut Kerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik

19 Maret 2026
Selalu royal ke teman saat butuh bantuan karena kesusahan. Giliran diri sendiri hidup susah eh diacuhkan pertemanan MOJOK.CO

Kapok Terlalu Royal ke Teman: Teman Datang karena Ada Butuhnya, Giliran Diri Sendiri Kesusahan Eh Diacuhkan meski Mengiba-iba

17 Maret 2026
Memelihara kucing.MOJOK.CO

Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya

20 Maret 2026
burjo atau warmindo bikin rindu anak rantau dari Jogja ke Jakarta. MOJOK.CO

Anak Rantau di Jogja Menyesal ke Jakarta, Tak Ada Burjo atau Warmindo sebagai Penyelamat Karjimut Bertahan Hidup

16 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.