Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Video

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Redaksi oleh Redaksi
25 Februari 2026
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Episode Putcast kali ini menghadirkan Prof. Dr. Phil. H. Al Makin, S.Ag., M.A., untuk merespons secara langsung kontroversi Feri Irwandi mengenai penghapusan jurusan filsafat di Indonesia.

Alih-alih menyetujui gagasan tersebut, Prof. Al Makin yang pernah menjabat Rektor UIN Sunan Kalijaga dan telah lebih dari 25 tahun mengajar filsafat, justru memiliki pandangan yang berlawanan dan jauh lebih radikal.

Filsafat sebagai seni bertanya secara bebas dan bertanggung jawab semestinya diwajibkan sejak bangku SMP.

Menurut Prof. Al Makin, problem mendasar bangsa ini bukan kelebihan berpikir, melainkan kemiskinan yang dipelihara oleh dogma, ketakutan pada pertanyaan, dan tradisi intelektual yang mematikan rasa. ingin tahu.

Dalam konteks islam, filsafat menjadi alat penting untuk membebaskan iman dari kepatuhan buta dan mengembalikannya sebagai proses pencarian makna yang sadar kritis dan terus menerus.

Obrolan Putcast mengalir begitu saja, menyentuh lapisan-lapisan paling fundamental dalam sejarah pemikiran, agama dan kebudayaan.

Prof. Al Makin menjelaskan mengapa narasi kerangka Adam dan Hawa tidak dapat dibuktikan secara biologis maupun arkeologis, serta bagaimana teks-teks keagamaan seharusnya dipahami sebagai simbol dan narasi makna, bukan laporan ilmiah yang beku.

Ia juga menyoroti tentang minimnya minat baca dan penghargaan terhadap warisan pemikir besar Nusantara sendiri, seperti Hasbi Ash-Shiddieqy dengan gagasan “Mazhab Indonesia”, yang justru menawarkan jalan kontekstual dan kreatif dalam memahami Islam.

Episode ini bukan sekadar respons atas sebuah kontroversi, melainkan ajakan serius untuk merebut kembali akal sehat, keberanian berpikir, dan tradisi intelektual yang selama ini kerap kita abaikan.

Melalui percakapan ini, Putcast tidak hanya menjadi ruang klarifikasi atas polemik yang berkembang di ruang publik, tetapi juga medan refleksi bersama tentang masa depan pendidikan, agama, dan cara berpikir kita sebagai masyarakat.

Tags: filsafatnarsi adam dan hawaPutcastsosial budayaUIN Sunan Kalijaga

Terpopuler Sepekan

Pelari kalcer, fenomena olahraga lari

Bagi Pelari Kalcer, Kesehatan Tak Penting: Gengsi dan Diterima Sirkel Elite Jadi Prioritas Mereka

27 April 2026
Mahasiswa S2 PAUD UNJ, WNA Malaysia

Cerita Mahasiswa Malaysia Nekat Kuliah S2 di UNJ karena Dosen “Unik”, Bahagia Meski Tiap Hari Diceng-cengin

21 April 2026
Tapak Suci Unair. MOJOK.CO

Saat Pencak Silat Dianggap Biang Kerok, Saya Bersyukur Jadi Bagian Tapak Suci Unair yang Anti Tawuran

21 April 2026
Solo date lebih asik daripada nongkrong bareng teman. MOJOK.CO

“Solo Date” Menjelang Usia 25: Meski Tampak Menyedihkan, Nyatanya Lebih Bermanfaat daripada Nongkrong Bersama

23 April 2026
Merintis Jastip ala Mahasiswa Flores Cuan Jutaan Tiap Bulan MOJOK.CO

Belajar dari Mahasiswa Flores yang Merantau di Jogja Merintis Usaha Jastip Kecil-kecilan Hingga Untung Jutaan Rupiah Setiap Bulan

23 April 2026
Beli produk hp Apple, iPhone

Pengguna iPhone Ingin “Naik Kelas” Bikin Muak, Gaya Elite padahal Dompet Sulit

22 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.