Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

5 Tipe Orang yang Nggak Cocok Lanjut Kuliah. Perguruan Tinggi Semakin Eksklusif, Tidak Milik Semua Orang

Tiara Uci oleh Tiara Uci
26 Mei 2024
A A
5 Tipe Orang yang Nggak Cocok Lanjut Kuliah. Perguruan Tinggi Semakin Eksklusif, Tidak Milik Semua Orang Mojok.co

5 Tipe Orang yang Nggak Cocok Lanjut Kuliah. Perguruan Tinggi Semakin Eksklusif, Tidak Milik Semua Orang (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Di dunia ini, tidak ada satupun negara maju yang abai dengan kualitas pendidikan rakyatnya. Ini tercermin dari mudahnya akses pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Salah satu teman saya yang pernah ditolak di UGM sebanyak 2 kali bercerita, kuliah di Leiden, Belanda bisa lebih murah daripada kuliah di kampus-kampus kenamaan Indonesia.

Negara-negara maju ini menyadari, sekalipun daerahnya tidak memiliki sumber daya alam melimpah, mereka tetap harus memiliki manusia-manusia berkualitas. Ambil contoh Singapura, negara sekecil itu bisa memimpin ekonomi di Asia Tenggara. Apalagi kalau bukan karena manusia-manusianya yang berkualitas. 

Intinya, akses terhadap pendidikan memainkan peran penting terhadap kualitas rakyatnya. Ujung-ujungnya, kondisi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat akan ikut terangkat. 

Sudah begitu banyak contoh bagaimana pendidikan tinggi membawa banyak manfaat terhadap individu. Namun, entah mengapa pemerintah Indonesia seolah tutup mata. Bahkan, baru-baru ini, ramai beredar Ditjen Dikti malah menyebut bahwa pendidikan tinggi adalah kebutuhan tersier. Benar-benar ya, pendidikan tinggi atau kuliah di Indonesia nggak milik semua orang. 

#1 Kuliah tidak untuk orang miskin

Orang yang paling tidak cocok kuliah di perguruan tinggi Indonesia adalah orang yang tidak punya uang atau miskin. Di banyak negara maju, syarat utama untuk kuliah adalah kecerdasan berpikir. Namun, di Indonesia syarat utama kuliah ya harus kaya.

Uang kuliah tunggal (UKT) di perguruan tinggi sangat mahal. Contohnya UKT di Universitas Negeri Maret (UNS) bisa mencapai angka Rp30 juta, padahal UMR Solo hanya Rp2,2 juta. Kalaupun gaji pekerja di Solo dalam satu bulan ditabung semua selama satu tahun, tetap tidak akan cukup digunakan untuk membayar UKT dalam satu semester.

Saya dulu kuliah di Unesa dengan biaya per semester hanya Rp500.000 Adik saya kuliah di kampus yang sama (angkatan 2013) UKT-nya Rp3,5 juta. Sekarang, di tahun 2024, ada mahasiswa Unesa yang UKT-nya tembus di angka Rp32 juta. Dengan nominal UKT sebesar itu, sama artinya negara melarang orang miskin untuk kuliah.

#2 Orang yang tidak ingin mencari kerja dengan mudah

Orang kedua yang tidak cocok kuliah adalah mereka yang tidak ingin mendapatkan pekerjaan dengan mudah dan cepat. Sekarang ini, syarat menjadi pekerja di Indonesia itu berat. Selain harus memiliki ijazah minimal S1, calon pelamar juga dituntut untuk berpenampilan menarik meskipun pekerjaan yang ditawarkan adalah admin yang hanya duduk di depan komputer yang posisinya berada di sudut ruangan.

Baca Juga:

Potret Mahasiswa Kuliah Sekaligus Kerja di Banten: Tampak Keren, tapi Aslinya Menderita karena Digaji Tak Layak

Surat Terbuka untuk Kampus yang Menambah Mahasiswa dan Gedung, tapi Lahan Parkirnya Tetap Sempit, Logikanya di Mana?

Hampir mustahil menemukan pekerjaan bergaji tinggi di Indonesia tanpa memiliki ijazah S1. Lha wong yang sudah bergelar S1 dari kampus kenamaan saja belum tentu langsung dapat kerja, tapi harus berjuang dulu melawan dominasi orang dalam dan pekerja titipan. Apalagi mereka yang tidak memiliki gelar S1 dan tidak punya orang dalam, pasti nangis di pojokan sambil merenungi nasib menjadi pengangguran.

#3 Orang kritis nggak cocok kuliah di perguruan tinggi Indonesia

Kritis adalah cara berpikir yang melibatkan analisa dan evaluasi yang teliti terhadap suatu informasi ataupun permasalahan. Orang yang kritis cenderung mempertanyakan kebijakan yang tidak rasional. Mahasiswa yang demo menuntut agar UKT diturunkan adalah contoh orang yang berpikir kritis.

Sayangnya, banyak perguruan tinggi di negeri ini justru tidak suka dengan mahasiswa kritis. Mahasiswa kritis dianggap sebagai pemberontak dan tukang demo sehingga perlu ditertibkan dengan berbagai macam cara, salah satunya adalah dengan diancam DO.

Orang yang kritis tidak cocok kuliah di Indonesia. Sebab, pikiran kritis mereka bisa mengancam kebijakan pendidikan di negeri ini yang sudah mulai melenceng  dari marwah Undang-Undang Dasar 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

#4 Anak guru   

Almarhum Ibu saya semasa hidupnya bekerja sebagai PNS guru di sekolah dasar. Gajinya sebagai PNS tidak pernah lebih dari Rp5 juta. Sebagai ibu yang merangkap kepala keluarga karena bapak saya sudah lebih dulu dipanggil Tuhan, Ibu saya harus membiayai kami (saya dan adik saya) kuliah di Unesa.

Meskipun gaji ibu saya sebenarnya sangat kurang untuk membiayai dua orang anak yang semuanya kuliah. Pihak kampus (Unesa) tetap mengkategorikan ibu saya sebagai orang yang mampu hanya karena beliau adalah PNS guru. Biaya UKT adik saya dipatok sebesar Rp3,5 juta atau lebih mahal dari rata-rata UKT teman-temannya. Nominal tersebut di tahun 2013 sudah besar karena UMR Surabaya waktu itu hanya Rp1,5 juta.

Guru adalah profesi yang sering disalahpahami sebagai orang kaya. Padahal sebenarnya, gaji mereka tidak sebanyak ASN di kementerian. Image kaya tersebut membuat banyak guru harus berjibaku dengan hutang bahkan hingga terjerat pinjol untuk biaya hidup dan kuliah anak yang mahal.

Negeri ini memang aneh, guru yang setiap hari mendidik anak orang lain justru kesulitan untuk memberikan pendidikan yang layak bagi anaknya sendiri.

Itulah tadi jenis manusia yang kurang cocok kuliah Indonesia. Kalau kalian masuk dalam empat kategori di atas, tapi kalian termasuk orang pintar dan cerdas. Mungkin bisa mencari informasi beasiswa di luar negeri. Ada banyak kampus berkualitas di dunia ini yang bisa dipilih. Rekomendasi kampusnya  bisa dibaca di sini.

Penulis: Tiara Uci
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 4 Tipe Orang yang Sebaiknya Nggak Usah Kuliah S2, Cuma Buang-buang Waktu dan Duit

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 26 Mei 2024 oleh

Tags: KampusKuliahPerguruan TinggiPTN Indonesiauniversitas
Tiara Uci

Tiara Uci

Alumnus Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya. Project Manager perusahaan konstruksi di Surabaya. Suka membaca dan minum kopi.

ArtikelTerkait

kuliah itu penting

Kuliah itu Penting, Jadi tidak Penting jika Tujuanmu Gaya-Gayaan Saja

12 Maret 2020
Kuliah Jurusan Ilmu Politik Itu Berat, Nggak Semua Orang Kuat: Setelah Lulus Susah Cari Kerja, Masih Harus Memikul Stigma Buruk pula

Kuliah Jurusan Ilmu Politik Itu Berat, Nggak Semua Orang Kuat: Setelah Lulus Susah Cari Kerja, Masih Harus Memikul Stigma Buruk pula

31 Mei 2025
Menjadi Ambis atau Tidak Ambis dalam Pusaran Kehidupan Mahasiswa

Menjadi Ambis atau Tidak Ambis dalam Pusaran Kehidupan Mahasiswa

20 November 2019
Dulu Sepelekan Kuliah, Kini Nangis Gaji di Bawah UMR (Unsplash)

Dulu Bilangnya Kuliah Cuma Formalitas, Sekarang Nangis Karena Gaji Masih di Bawah UMR Meski Sudah 5 Tahun Kerja

3 Juli 2025
Sudah Saatnya Wonosobo Punya Kampus Negeri Supaya Anak Mudanya Nggak Perlu Repot-repot Merantau Mojok.co

Sudah Saatnya Wonosobo Punya Kampus Negeri Supaya Anak Mudanya Nggak Perlu Repot-repot Merantau

26 April 2024
BEM Itu Problematik dan Saya Menyesal Telah Bergabung

BEM di Indonesia Itu Problematik, Nggak Pantas Dikasih Gaji kayak di Inggris

27 Juli 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal Mojok.co

Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal

22 April 2026
Nasi Uduk Itu Nostalgia, Nasi Padang Itu Strategi Bertahan Hidup (Unsplash)

Nasi Uduk Itu Nostalgia, Nasi Padang Itu Strategi Bertahan Hidup

19 April 2026
3 Dosa Jalan Bantul yang Membuat Warga Lokal seperti Saya Sering Apes ketika Melewatinya Mojok.co

Bantul Itu Maju ya, Gaes, Bukan Desa Tertinggal dan Tak Tersentuh Peradaban seperti yang Ada di Pikiran Kalian!

17 April 2026
Tidak Melulu Soal Hantu, Punya Rumah Dekat Kuburan Jadi “Horor” karena Susah Laku Mojok.co

Tidak Melulu Soal Hantu, Punya Rumah Dekat Kuburan Jadi “Horor” karena Susah Laku

20 April 2026
Sawojajar Malang Mengingatkan akan Labirin Pogung Jogja, Sama-sama Membingungkan dan Bikin Tersesat  Mojok.co

Sawojajar Malang Mengingatkan akan Labirin Pogung Jogja, Sama-sama Membingungkan dan Bikin Tersesat 

18 April 2026
Dear Pemerintah Banyuwangi, Membatasi Jam Operasional Ritel Modern Itu Justru Mematikan Wisata Banyuwangi

Dear Pemerintah Banyuwangi, Membatasi Jam Operasional Ritel Modern Itu Justru Mematikan Wisata Banyuwangi

22 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • 4 Jenis Pengendara Motor di Pantura yang Harus Diwaspadai di Jalan Raya: Top Level Ngawur dan Tak Tahu Aturan!
  • Ujian Terberat Pengguna IndiHome yang Dikhianati Tawaran Palsu hingga Menggadaikan Kesetiaan ke WiFi yang Lebih “Gacor”
  • Belajar dari Mahasiswa Flores yang Merantau di Jogja Merintis Usaha Jastip Kecil-kecilan Hingga Untung Jutaan Rupiah Setiap Bulan
  • Hubungan Istimewa di Balik Pohon Gayam sebagai “Tanaman Peneduh” dan Candi Borobudur
  • Pengguna iPhone Ingin “Naik Kelas” Bikin Muak, Gaya Elite padahal Dompet Sulit
  • Nongkrong di Usia 30 Terasa Tak Sama Lagi: Teman Makin Jompo, Obrolan Kian Membosankan, tapi Saya Berusaha Memahami

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.