4 Komik Seru di Webtoon yang Mengajarkan Kita untuk Menahan Diri dari Berbagai Godaan – Terminal Mojok

4 Komik Seru di Webtoon yang Mengajarkan Kita untuk Menahan Diri dari Berbagai Godaan

Artikel

Beberapa tahun yang lalu, sebagai pembaca manga, saya kurang terbiasa dengan cara menggambar para kreator komik di Webtoon. Namun, sekarang, perasaan itu berubah.

Banyaknya waktu kosong yang saya miliki akhir-akhir ini, dan banyaknya pula orang yang membaca komik digital melalui platform Webtoon. Ditambah lagi dengan para kreator komik lokal yang juga berkarya di platform ini membuat saya menjadi penasaran lagi untuk ikut membaca.

Setelah saya membaca komik-komik di Webtoon saya mendapatkan beberapa komik seru yang menarik untuk diikuti. Berikut adalah komik-komiknya:

Cinema of Darkness

Cinema of Darkness memiliki tagline: “Gelapnya kehidupan, di balik cerita-cerita suram.” Sesuai tagline, komik yang dikarang oleh Ben ini memang memiliki kumpulan cerita suram yang sering terasa horor, gelap, ganjil, tapi kadang juga lucu. Komik Cinema of Darkness beberapa kali menyuguhkan cerita pertukaran peran antara manusia dan hewan.

Untuk memahami cerita Cinema of Darkness, terkadang dibutuhkan pemaknaan tersendiri dari para pembacanya. Oleh sebab itu, Cinema of Darkness sebenarnya sangat asik untuk didiskusikan. Selain itu, karena cerita dari Cinema of Darkness yang tidak bersambung, untuk membaca komik ini bisa dilakukan dengan cara meloncat-loncat. Dari 277 episode Cinema of Darkness, dua episode favorit saya adalah episode ke-7 dengan judul Bunga, dan episode ke-200 dengan judul Hotdog.

Untuk urusan gambar, Cinema of Darkness memiliki gaya gambar yang sangat berbeda dengan komik Webtoon lainnya. Gambar dari Cinema of Darkness memiliki warna monokrom yang mengintimidasi. Juga ada banyak gambar dengan teknik pointilis, yang memberikan efek titik-titik kecil yang membantu memberikan nuansa seram.

Baca Juga:  Si Doel Anak Sekolahan Episode 3, Musim 3: Sarah dan Zaenab Rukun

The Cliff

Cerita dari The Cliff bermulai dari Dong-Uk dan Seong-Gyoon mengalami kecelakaan dan harus terjebak berhari-hari di tebing gunung Hyo-Ak. Ponsel yang tidak berfungsi, membuat mereka kesulitan meminta pertolongan. Satu-satunya makanan yang mereka miliki hanya sebatang cokelat.

Insting bertahan hidup membuat Dong-Uk menjadi egois, dan membuat ia mencelakai Seong-Gyoon. Akhirnya, Dong-Uk selamat, hanya saja ia memiliki trauma dan rasa bersalah kepada Seong-Gyoon. Rasa bersalah tersebut terus Dong-Uk bawa hingga akhir episode. Hanya memiliki 9 episode, The Cliff sudah memberikan cerita horor dan psikologi yang cukup membuat penasaran.

Untuk gambar, komik karangan Sungdae Oh ini sebenarnya memiliki detail yang cukup niat, jika dibandingkan dengan komik di Webtoon kebanyakan. Gambar dengan tone abu-abu pada The Cliff juga memberikan nuansa yang penuh misteri dan memberikan perasaan teror kepada pembaca.

Kelemahan dari komik ini bagi saya adalah, mungkin karena episodenya yang terlalu pendek jadi beberpa ceritanya agak terlalu cepat. Seperti saat sedang terjebak, aksi survival karakternya kurang berkesan untuk saya. Tapi selebihnya, bagus saja.

Pigpen

Pigpen adalah komik dewasa hasil cerita pengarang Kim Carnby, dan digambar oleh Cheon Beomsik (SiCK). Pigpen bermula dari seorang pria dewasa yang hilang ingatan, dan harus terjebak di sebuah pulau misterius yang aneh. Di pulau tersebut ada satu rumah bak istana, yang disewakan oleh sebuah keluarga misterius untuk keperluan wisata. Akhirnya pria yang hilang ingatan tersebut mau tidak mau, harus menjalani hari-harinya yang aneh di rumah tersebut.

Baca Juga:  Nyangkruk: Ngopi itu Ngobrol atau Ngopi Saja Sendiri

Perlahan tapi pasti, pria yang hilang ingatan tersebut akhirnya berhasil memulihkan kembali ingatannya. Pria tersebut juga akhirnya mengetahui asal usul dari keluarga misterius tersebut. Setelah mendapatkan kembali ingatannya, apakah yang akan dilakukan pria tersebut? Ya, silahkan dibaca sendiri di webtoon.

Sebagai komik yang mengusung tema thriller dan misteri, Pigpen tergolong cukup berhasil membuat saya penasaran. Walau alur ceritanya tergolong aneh dan memaksa, tapi nyatanya saya sanggup menyelesaikan komik dengan 68 episode ini hanya dalam waktu sehari. Pigpen juga memasukan sentuhan fiksi ilmiah untuk melengkapi fantasi dunianya. Saat membaca Pigpen, sekilas saya teringat akan series Black Mirror episode White Bear.

Loser Life

Terakhir ada komik slice of life, yang ditulis oleh Taejoon Park, dan digambar oleh Sunwook Jeon. Premis dari Loser Life cukup sederhana, bagaimana ketika Jang Ancheol jagoan sekolah yang suka merisak harus terjebak dalam tubuh dan menjalani hari-hari sebagai orang yang selalu ia bully, yaitu Kim Jinwoo.

Jika ingin kembali, Jang Ancheol harus menghalau momen-momen Loser Life yang dialami oleh Kim Jinwoo. Momen Loser Life sendiri adalah, momen di mana hidup dari Kim Jinwoo jadi hancur berantakan karena bully yang dialaminya. Tentu saja komik ini memberikan pesan agar menjauhi kegiatan bully. Menariknya dari Loser Life, walau membawa tema bully, tapi cerita dari Loser Life sangat lucu untuk diikuti. Ada saja hal jenaka yang terjadi pada karakternya. Dengan membaca Loser Life juga akan menambah wawasan terkait teknik yang terdapat pada olahraga Jiu-jitsu.

Baca Juga:  Guru Finlandia dan Indonesia: Gaji Sama Rendah, Beda Beban Kerja

Masih ada banyak sebenarnya komik yang menarik untuk diikuti di Webtoon, hanya saja tidak mungkin saya menuliskannya semua. Kalau ada yang mau menambahkan silakan tulis di kolom komentar.

BACA JUGA Mengenang Masa-masa tanpa Internet dan tulisan Muhammad Ikhsan Firdaus lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.




Komentar

Comments are closed.