Manga dan Pembajakan Komik yang Diwajarkan Penikmatnya

Walau saya juga membaca manga dengan membeli komik aslinya, saya juga tidak ketinggalan membaca manga dari situs-situs ilegal.

Featured

M. Farid Hermawan

Sebagai penikmat komik terutama One Piece, Naruto, Doraemon, hingga Fairy Tail yang sudah terhitung belasan tahun. Saya sempat tertawa ketika membaca tulisan saya sendiri soal betapa merugikannya membeli buku-buku bajakan. Tawa saya itu dipantik oleh sergapan memori ketika bagaimana tulisan saya itu setelah saya ingat-ingat tidak sejalan dengan perilaku saya di dunia anti pembajakan terhadap buku dan karya.

Saya pikir-pikir lagi, saya telah melupakan hal yang paling sederhana yang membuat saya nampak bodoh menulis bahwa beli buku bajakan itu buruk dan sangat merugikan tapi nyatanya saya dengan sukarela membuat aktivitas pembajakan itu berkembang. Saya lupa kalau saya tidak suci-suci amat soal anti buku bajakan dan pembajakan karya. Kenapa? Saya lupa kalau saya sering baca manga gratisan di website-website yang bisa diakses siapa saja. Hahaha!

Saya lupa dengan hal yang sering saya anggap sepele dan biasa saja tapi ternyata itu adalah aktivitas pembajakan. Membaca manga gratisan itu sebenarnya sudah termasuk kontribusi untuk melanggengkan pembajakan. Di Indonesia, situs-situs baca manga secara gratis sudah sangat banyak. Kalau tidak percaya, coba saja search di Google lalu tulis “baca manga”, yang keluar pastinya adalah situs-situs penyedia manga-manga bajakan yang sudah ditranslate ke dalam Bahasa Indonesia.

Sejauh ini saya sebenarnya sudah tahu bahwa situs-situs itu ilegal, tapi jika saya berpikir diplomatis. Situs-situs itu sangat membantu saya memuaskan rasa penasaran saya menyoal One Piece, Naruto, hingga Fairy Tail. Kalau bisa dibilang, situs-situs  itu sebenarnya buruk tapi baik. Saya yakin rata-rata para penikmat manga di Indonesia juga selalu bersinggungan dengan situs-situs baca manga ilegal itu. Dan seperti sudah menjadi rahasia umum baik bagi para penikmat manga atau anime, website-website ilegal adalah sumber asupan utama untuk menikmati manga dan anime yang paling penting.

Baca Juga:  Apa Benar Wibu Itu Bau Bawang?

Bicara pembajakan, sepertinya para penikmat manga dan anime kebanyakan tutup mata dan tutup telinga. Ini tidak hanya bicara penikmat manga dan anime lokal loh, ya. Karena pembajakan manga dan anime ini sudah sangat akut dan telah menggurita ke lingkup internasional. Kebanyakan manga-manga bajakan yang beredar di Indonesia diimpor dari China, Vietnam, hingga Inggris. Saya tidak mengada-ada soal pembajakan ini, faktanya memang sumber asupan para pencinta manga dan anime kebanyakan dari situs-situs ilegal.

Sebagai penikmat manga, saya mengakui bahwa saya bukanlah pembaca yang clean saat harus ditanya membaca manga dari sumber mana saja. Walau saya juga membaca manga dengan membeli komik aslinya. Saya juga tidak ketinggalan membaca manga dari situs-situs ilegal. Hal tersebut saya lakukan karena membaca dari situs ilegal isinya lebih update daripada komik-komik resmi yang saya beli di toko buku.

Pemerintah Jepang tidak tutup mata soal pembajakan manga dan anime yang masif ini. Dilaporkan kerugian yang didapat oleh Jepang akibat pembajakan konten manga dan anime mencapai angka 400 miliar yen. Angka yang sangat fantastis. Berbagai tindakan pencegahan sebenarnya sudah dilakukan mulai dari menutup web-web ilegal pengedar manga dan anime tanpa izin hingga membentuk kebijakan bersama dengan produsen yaitu Manga Anime Guardian Project. Langkah-langkah itu dilakukan guna memerangi pembajakan anime dan manga yang sangat merugikan.

Namun faktanya, tetap saja manga-manga seperti One Piece dkk masih berseliweran di situs-situs ilegal baik lokal maupun internasional saat ini. Saya tidak memungkiri bahwa tindakan yang kelihatannya sepele seperti “cuma” baca manga di situs online ternyata bisa memberi dampak kerugian yang luar biasa. Memang argumen-argumen penikmat manga atau anime sudah bisa ditebak. Biaya beli komik mahal, lah. Biaya mendapatkan konten digital anime yang asli tidak murah, lah. Hingga yang paling umum adalah kalau ada yang gratisan ya mbok dimanfaatkan, dong.

Baca Juga:  One Piece, dari Liberalisme Bajak Laut Sampai Revolusi

Iya sih, kenyataannya memang begitu. Tapi saya ingatkan, itu bajakan, lho. Saya sendiri pun sebenarnya merasa bersalah karena termasuk golongan yang pernah dan masih download serta baca manga di web ilegal. Tapi gimana, ya. Saya sebenarnya sudah beli komik yang asli, hanya saja seperti kurang afdal jika cuma baca komik cetak tapi tidak baca komik online. Duh, dasar saya~

Saya akui saya tidak terlalu suci jika bicara soal anti pembajakan. Setidaknya saya mencoba jujur dan tidak munafik bahwa tindakan sepele dan sering dianggap lumrah semacam baca manga online itu sebenarnya adalah tindakan pembajakan. Ditambah dengan giatnya saya koar-koar soal anti pembajakan buku, tapi ternyata saya baca manga atau anime saja sumbernya masih dari situs-situs ilegal. Saya jadi ketawa kecut membaca tulisan saya tentang jangan beli buku bajakan, WQWQWQ~

BACA JUGA One Piece Bukan Sekadar Komik, Dia Maha Karya! atau tulisan M. Farid Hermawan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

---
19


Komentar

Comments are closed.