Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Bukan Sensi atau Mengabaikan, Ini Alasan Dosen Lama Balas Chat walau WhatsApp-nya Online

M. Afiqul Adib oleh M. Afiqul Adib
9 Juni 2026
A A
Bukan Sensi atau Mengabaikan, Ini Alasan Dosen Lama Balas Chat walau WhatsApp-nya Online Mojok.co

Bukan Sensi atau Mengabaikan, Ini Alasan Dosen Lama Balas Chat walau WhatsApp-nya Online (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya kira fenomena dosen “online tapi nggak balas pesan” sudah menjadi pembahasan lintas generasi mahasiswa. Mau mahasiswa baru, mahasiswa tingkat akhir, bahkan yang sudah lulus bertahun-tahun, keluhannya kurang lebih sama.

“Padahal online, kok nggak dibalas?”

ADVERTISEMENT

Dulu ketika masih menjadi mahasiswa, saya juga pernah berada di posisi itu. Ketika sedang membutuhkan tanda tangan, bimbingan, atau sekadar jawaban atas pertanyaan yang terasa mendesak, melihat status online dosen sering menumbuhkan harapan. Dalam bayangan saya, kalau sudah online berarti tinggal menunggu beberapa menit saja.

Nyatanya tidak demikian. Kadang lima menit berlalu tanpa balasan. Lalu setengah jam. Lalu beberapa jam. Sampai akhirnya mahasiswa mulai berteori macam-macam. Mulai dari dosennya sengaja menghindar, sedang marah, sampai dianggap tidak peduli pada mahasiswa.

Akan tetapi, setelah saya sendiri menjadi dosen, pandangan saya berubah cukup drastis.

Saya akhirnya paham bahwa sebagian besar keterlambatan membalas pesan ternyata tidak lahir dari niat buruk. Tidak ada agenda rahasia untuk membuat mahasiswa cemas. Sering kali alasannya jauh lebih sederhana: dosennya memang sedang sibuk, sedang berpikir, atau bahkan sedang bingung harus membalas apa.

WhatsApp dosen online bukan berarti siap membalas

Ada satu kesalahpahaman yang cukup umum soal komunikasi. Banyak orang menganggap status online berarti seseorang sedang santai memegang ponsel dan siap membalas pesan siapa pun yang masuk. Padahal kenyataannya tidak selalu begitu.

Saya sendiri sering terlihat online ketika sedang mengunggah nilai, membuka grup kelas, membaca pesan dosen lain, atau mencari dokumen tertentu. Dalam kondisi seperti itu, saya memang membuka WhatsApp, tetapi bukan berarti sedang punya waktu untuk membalas semua pesan yang masuk saat itu juga.

Baca Juga:

Dosen wajib S3 itu bagus, tapi akses beasiswanya bikin pengin istigfar

Jamuan untuk dosen saat sidang akhir itu suka rela atau paksaan yang dibalut tradisi?

Belum lagi dosen biasanya tidak hanya mengampu satu kelas. Ada rapat, bimbingan skripsi, pekerjaan administrasi, pengabdian masyarakat, penelitian, hingga urusan kampus lainnya yang sering kali tidak terlihat oleh mahasiswa.

Jadi status online sebenarnya hanya menunjukkan bahwa aplikasi WhatsApp sedang dibuka. Tidak lebih.

Ada pesan yang tidak bisa dijawab dosen seketika itu juga

Alasan lain yang membuat balasan dosen sering terlambat adalah isi pesannya sendiri. Kadang mahasiswa mengirim pertanyaan yang jawabannya memang membutuhkan waktu.

Misalnya, ada yang bertanya soal nilai. Sekilas terlihat sederhana. Namun, sebelum menjawab, kami biasanya perlu membuka kembali rekap penilaian, mengecek absensi, melihat tugas, atau memastikan tidak ada data yang terlewat. Artinya, balasan itu tidak bisa diberikan secara spontan.

Ada juga pesan yang justru membingungkan karena terlalu umum. Saya pernah menerima pesan seperti, “Pak, kalau tugas saya belum selesai gimana?”

Jujur saja, ketika membaca pesan seperti itu saya perlu berpikir dulu. Mahasiswa sebenarnya sedang bertanya apa? Apakah ingin meminta tambahan waktu? Apakah ingin konsultasi? Atau hanya sedang panik?

Iya, karena pertanyaannya tidak spesifik, kami juga perlu memahami maksudnya terlebih dahulu sebelum menjawab.

Kadang sengaja menunda agar tidak salah ucap

Ini alasan yang menurut saya paling manusiawi. Kadang memang sengaja tidak langsung membalas pesan karena sedang memilih kata-kata yang tepat.

Terutama jika isi pesannya menyangkut komplain nilai, permintaan dispensasi, ujian susulan, atau hal-hal sensitif lainnya. Salah memilih kalimat bisa menimbulkan salah paham yang panjang.

Karena itu, banyak dosen memilih membaca pesan terlebih dahulu, memikirkannya beberapa saat, lalu membalas ketika suasana hati lebih tenang atau ketika sudah menemukan jawaban yang tepat.

Ironisnya, semakin ingin berhati-hati, semakin lama pula waktu yang dibutuhkan untuk membalas.

Tidak membalas tak selalu mengabaikan

Setelah merasakan kedua posisi, sebagai mahasiswa dan dosen, saya akhirnya menyadari satu hal. Tidak semua keterlambatan balasan harus ditafsirkan sebagai bentuk pengabaian.

Kadang dosen memang sedang mengajar, rapat, atau sedang memeriksa tugas. Kadang juga sedang menghadapi puluhan pesan lain yang masuk hampir bersamaan.

Dan, kadang mereka hanya sedang berusaha menyusun jawaban yang tepat agar tidak menimbulkan masalah baru. Jadi kalau suatu hari melihat dosen online tetapi pesan belum dibalas, tidak perlu buru-buru berprasangka macam-macam.

Sebab, di balik status online yang terlihat sederhana itu, sering kali ada pekerjaan yang jauh lebih banyak daripada yang dibayangkan mahasiswa. Dan, percaya atau tidak, sebagian besar dosen sebenarnya tetap berniat membalas. Hanya saja, tidak selalu bisa dilakukan secepat yang diharapkan. Jadi bersabarlah sebentar saja.

Penulis: M. Afiqul Adib
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Chat Aneh Mahasiswa ke Dosen Muda, Tolong Jangan Dibiasakan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 Juni 2026 oleh

Tags: chatchat wachat whatsappDosenwaWhatsapp
M. Afiqul Adib

M. Afiqul Adib

Seorang tenaga pendidik lulusan UIN Malang dan UIN Jogja. Saat ini tinggal di Lamongan. Mulai suka menulis sejak pandemi, dan entah kenapa lebih mudah menghapal kondisi suatu jalan ketimbang rute perjalanan.

ArtikelTerkait

story medsos

Sebulan Tak Melihat Story Medsos: Ini yang Kurasakan!

26 Agustus 2019
grup whatsApp

Alasan Kenapa Gabung Grup WhatsApp itu Penting

15 Maret 2020
Dianggap Tak Setia Kawan karena Malas Simpan Kontak Teman yang Suka Ganti Nomor

Dianggap Tak Setia Kawan karena Malas Simpan Kontak Teman yang Suka Ganti Nomor

16 Maret 2020
gaji dosen mahasiswa semester tua asisten dosen

Jadi Dosen Itu Nggak Mudah, apalagi Jadi Dosen yang Nggak Bisa Nulis, Remuk!

23 Februari 2024
Tipe Teman Berdasarkan Status WhatsApp

Tipe Teman Berdasarkan Status WhatsApp Mereka

30 Maret 2020
grup whatsapp MOJOK.CO

5 Alasan Memilih Bertahan di Suatu Grup Whatsapp

6 Juli 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Fenomena “makan” tabungan yang ramai di medsos kini saya alami sendiri, betapa menyesakkan hidup di tengah ketidakpastian Mojok.co

Fenomena “makan” tabungan yang ramai di medsos kini saya alami sendiri, betapa menyesakkan hidup di tengah ketidakpastian

8 Agustus 2026
3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya Mojok.co

3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya

6 Agustus 2026
Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang kalah sama Indomaret (Wikimedia Commons)

Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang jualan barang entar pasti kalah sama Indomaret

7 Agustus 2026
Jangan Lakukan 4 Hal Ini Saat Kuliah S2, Sudah Bukan Waktunya Lagi S1

Bukan karena jenius, tapi kuliah S2 memang jauh lebih gampang ketimbang S1

8 Agustus 2026
Jalan Nasional Purworejo vs Kulon Progo Ketimpangannya Begitu Terasa: Dalam Hitungan Meter, Dunia Begitu Berbeda

Purworejo, kota yang menyambutmu bukan dengan gapura selamat datang, tapi dengan jalan berlubang

5 Agustus 2026
Keliling naik motor malam hari, hiburan murah bagi kita yang dihajar hidup dari kanan-kiri

Keliling naik motor malam hari, hiburan murah bagi kita yang dihajar hidup dari kanan-kiri

8 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.