Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Jamuan untuk dosen saat sidang akhir itu suka rela atau paksaan yang dibalut tradisi?

Fikri Tri Pradana oleh Fikri Tri Pradana
19 Juli 2026
A A
Jamuan untuk dosen saat sidang akhir itu suka rela atau paksaan yang dibalut tradisi?

Jamuan untuk dosen saat sidang akhir itu suka rela atau paksaan yang dibalut tradisi? (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Jika memberi jamuan pada dosen saat tugas akhir itu dianggap wajib karena tradisi, apakah itu sebuah paksaan atau sekadar menghormati saja?

Jika membicarakan sidang akhir, hal pertama yang terlintas di benak saya adalah sebuah adegan dalam film 1 Kakak 7 Ponakan. Dalam salah satu adegannya, Moko memasuki ruang sidang dengan sepatu yang sudah usang dan pakaian seadanya. Penampilannya tampak jauh berbeda dari gambaran mahasiswa yang biasanya kita bayangkan ketika menghadapi sidang akhir dan dosen.

ADVERTISEMENT

Mungkin sebagian dari kalian juga telah menonton film tersebut. Adegan itu mungkin terlihat sederhana, tetapi ada sesuatu yang terasa begitu dekat dengan kehidupan mahasiswa. Adegan tersebut mengingatkan bahwa setiap orang menjalani proses pendidikan dengan kondisi yang berbeda-beda.

Ada mahasiswa yang dapat mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Namun, ada pula yang harus menyelesaikan tugas akhir sambil bekerja, membantu keluarga, atau berjuang memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri.

Oleh karena itu, menyelesaikan tugas akhir tidak pernah benar-benar hanya tentang penelitian, revisi dari dosen, dan sidang. Di baliknya terdapat berbagai perjuangan yang sering kali tidak terlihat oleh orang lain. Setiap mahasiswa membawa cerita, beban, dan tantangannya masing-masing hingga akhirnya dapat duduk di ruang sidang.

Tulisan ini berangkat dari salah satu pengalaman yang saya temui selama menjalani proses tersebut. Namun sebelum melanjutkan, saya perlu menegaskan bahwa tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menyudutkan, menghakimi, atau menjelek-jelekkan pihak mana pun.

Apa yang saya tuliskan di sini merupakan refleksi atas pengalaman pribadi yang saya alami dan saksikan secara langsung. Setiap orang tentu memiliki pengalaman yang berbeda, sehingga tulisan ini tidak dapat dianggap mewakili semua keadaan yang ada.

Bawa sesuatu untuk dosen

Beberapa waktu lalu, saat hendak melaksanakan seminar proposal, seorang teman mengingatkan saya untuk membawakan sesuatu bagi bapak dan ibu dosen. Saya tidak terlalu terkejut mendengarnya. Kebiasaan semacam itu bukanlah sesuatu yang asing dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Baca Juga:

Konflik batin dosen nggak enakan hadapi mahasiswa pemalas: diberi nilai jelek kasihan, diluluskan kok malah ngelunjak

Sidang Skripsi Itu Hal yang Gampang, yang Lebih Susah Itu Mengurus Berkas Penjajakan dan Yudisium

Dalam budaya kita, memberi dan menerima telah lama menjadi bagian dari kehidupan sosial. Memberikan makanan kepada orang lain sering dipandang sebagai bentuk keramahan, penghormatan, maupun ungkapan terima kasih. Karena itu, saat hendak melaksanakan seminar proposal, saya pun memutuskan untuk membawakan sesuatu. Saya membeli dua kotak roti bolen dari tempat langganan ibu saya.

Pemberian tersebut saya lakukan atas inisiatif sendiri. Tidak ada pihak yang memaksa ataupun meminta. Saya membawanya karena menganggap hal itu sebagai bentuk penghormatan kepada dosen yang telah meluangkan waktu untuk membimbing dan menguji saya.

Tapi…

Beberapa hari kemudian, seorang teman dekat hendak melaksanakan sidang akhir. Ia bercerita bahwa dirinya mendapat informasi untuk menyiapkan sesuatu yang akan diberikan kepada dosen saat sidang. Mendengar hal itu, saya mulai berpikir. Pengalaman yang ia ceritakan terasa berbeda dengan yang saya alami. Saya membawa sesuatu karena memang memilih untuk melakukannya, bukan karena merasa harus.

Pada hari sidangnya, saya datang dan menunggunya di sebuah laboratorium yang sedang tidak digunakan. Di sana, saya melihat beberapa mahasiswa tidak membawa apa pun saat sidang. Kemudian, mereka diminta untuk segera membeli sesuatu terlebih dahulu. Momen itulah yang membuat saya kembali mempertanyakan makna dari kebiasaan tersebut.

Ketika sebuah pemberian pada dosen dilakukan secara sukarela, ia dapat menjadi bentuk penghormatan atau ungkapan terima kasih yang tulus. Namun ketika seseorang merasa harus melakukannya agar dianggap memenuhi kebiasaan yang berlaku, maknanya menjadi tidak sesederhana itu. Pertanyaan inilah yang kemudian terus terlintas di pikiran saya:

Apakah sebuah pemberian masih dapat disebut sebagai ungkapan terima kasih jika seseorang merasa tidak memiliki pilihan untuk tidak memberikannya?

Penulis: Fikri Tri Pradana
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Kok Bisa Kalian Jadi Mahasiswa Semester 14 tapi Nggak Punya Teman? Kok Bisa Kalian Nyinyirin Selebrasi Sidang Skripsi, Iri ya?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 19 Juli 2026 oleh

Tags: Dosenhadiah untuk dosensidang akhirSidang Skripsi
Fikri Tri Pradana

Fikri Tri Pradana

Mahasiswa Semester 6 Program Studi Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Gemar membaca, menonton film, dan mengamati berbagai kejadian di sekitar sebagai inspirasi untuk diolah menjadi karya tulis.

ArtikelTerkait

Dosen Konservatif Seharusnya Banyak Belajar dari Dosen TikTok Mojok.co

Dosen Konservatif Seharusnya Banyak Belajar dari Dosen TikTok

13 Desember 2023
4 Pertanyaan Jebakan Saat Sidang Skripsi yang Bisa Memengaruhi Kelulusan Mahasiswa, Berikut Kisi-kisinya biar Nggak Salah Ucap!

4 Pertanyaan Jebakan Saat Sidang Skripsi yang Bisa Memengaruhi Kelulusan Mahasiswa, Berikut Kisi-kisinya biar Nggak Salah Ucap!

22 September 2024
Dosen: Saya Sopan, tapi Anda Read doang!

Dosen: Saya Sopan, tapi Anda Read doang!

27 Agustus 2023
Guru (dan Dosen) Bukan Dewa yang Selalu Benar dan Murid Bukan Kerbau (Unsplash.com)

Guru (dan Dosen) Bukan Dewa yang Selalu Benar dan Murid Bukan Kerbau

3 Oktober 2022
Sisi Gelap Dosen Swasta yang Jarang Dibicarakan Orang

Sisi Gelap Dosen Swasta yang Jarang Dibicarakan Orang

12 Januari 2026
5 Tipe Dosen yang Nggak Cocok Jadi Dosen Pembimbing Skripsi. Mahasiswa Lebih Baik Menghindarinya demi Lulus Tepat Waktu Mojok.co

5 Tipe Dosen yang Nggak Cocok Jadi Dosen Pembimbing Skripsi. Mahasiswa Lebih Baik Menghindarinya demi Lulus Tepat Waktu

18 Mei 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Konflik batin dosen nggak enakan hadapi mahasiswa pemalas: diberi nilai jelek kasihan, diluluskan kok malah ngelunjak Mojok.co

Konflik batin dosen nggak enakan hadapi mahasiswa pemalas: diberi nilai jelek kasihan, diluluskan kok malah ngelunjak

15 Juli 2026
5 Tanda Warung Bebek Madura yang Sudah Pasti Enak: Makin Sederhana, Makin Enak!

Pedoman Kuliner Warung Bebek Madura, Saya Tuliskan karena Banyak yang Tertipu Tampilan Luarnya

13 Juli 2026
Orang tua masa kini lebih percaya sekolah swasta daripada sekolah negeri Mojok.co

Orang tua masa kini lebih percaya sekolah swasta daripada sekolah negeri

14 Juli 2026
Pengalaman Tinggal di Ngaglik Sleman Tak Melulu Enak seperti Kata Orang Mojok.co

Sleman semakin mahal, tetapi narasi kota mahasiswa murah tetap dipelihara

15 Juli 2026
Terminal Bungurasih Momok bagi Pengguna Jalan Raya Waru Sidoarjo, Macet Ora Umum! Mojok terminal bungurasih surabaya

Waru Sidoarjo, kecamatan penuh keistimewaan dan kemudahan, paling top di Sidoarjo!

17 Juli 2026
Setelah Membelah Sleman-Bantul dan Melawan Kemacetan Jogja, Saya Nyatakan Yamaha Aerox Alpha Motor Terbaik di Masa Kini

Setelah Membelah Sleman-Bantul dan Melawan Kemacetan Jogja, Saya Nyatakan Yamaha Aerox Alpha Motor Terbaik di Masa Kini

17 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.