Istilah-istilah Kondisi Komik dalam Transaksi Jual Beli Komik yang Perlu Kamu Ketahui – Terminal Mojok

Istilah-istilah Kondisi Komik dalam Transaksi Jual Beli Komik yang Perlu Kamu Ketahui

Artikel

Di umur yang sudah menginjak usia 25 tahun, saya masih suka membaca komik Jepang alias manga. Walaupun sebagian orang menganggap membaca komik adalah perilaku anak-anak dan terkesan childish, saya nggak terlalu memedulikannya. Bagi saya, kegiatan ini menyenangkan, seperti bernostalgia ketika masih kecil mesti menabung dulu untuk membeli komik atau sekadar meminjam di toko buku. Lagi pula, genre komik saat ini cukup bervariasi dan mengikuti perkembangan zaman. Sehingga, isu-isu orang dewasa seperti politik, romansa, konflik serta kehidupan sosial sering kali menjadi dasar cerita dalam pembuatan manga. Jadi jangan heran kalau kita membacanya seperti relate dengan apa yang terjadi saat ini.

Alhasil, saya pun selama 3 tahun belakangan ini keranjingan mengoleksi manga yang terbit di Indonesia dan juga cetakan luar negeri. Bukan hanya saya, banyak kenalan di jejaring sosial seperti Facebook, Twitter dan juga Discord—baik yang seumuran dan bahkan berusia jauh di atas saya—yang masih bergelora mengoleksi manga. Bagi mereka, usia nggak menjadi alasan untuk berhenti membeli dan mencintai manga. Selain karena kecintaan pada suatu judul, terkadang ada yang mengagumi kualitas art yang disuguhkan oleh para mangaka. Hasil karya Naoki Urasawa, mendiang Kentaro Miura, Takehiko Inoue, sering kali menjadi incaran para kolektor manga untuk diboyong ke rak rak pribadi mereka. Walaupun terkadang harganya dibanderol cukup tinggi lantaran nggak terbit lagi di Indonesia dan mau tak mau mesti membeli cetakan luar, bukan halangan untuk membelinya.

Baca Juga:  Makin Hari, Black Clover Makin Mirip Sama Naruto

Lantaran cukup sering berkomunikasi dan berbagi informasi dengan para kolektor soal jual beli manga di jejaring sosial, saya sering mendengar istilah-istilah kondisi komik yang sering dipakai dalam transaksi jual beli baik lewat website maupun via marketplace. Berikut istilah-istilah yang saya ketahui.

#1 PO

PO adalah singkatan dari pre-order, kondisi di mana manga bisa dipesan jauh hari sebelum resmi beredar di pasaran. Biasanya, si penjual atau seller memberikan promosi berupa diskon agar menarik peminat untuk membelinya. Terkadang, mereka menyediakan pembayaran uang muka untuk booking, barulah dibayar lunas kalau komiknya sudah ada.

#2 OOS

OOS adalah out of stock, ini terjadi apabila manga yang diincar sudah habis di toko buku dan belum dicetak lagi oleh penerbit. Biasanya jika ada yang memesan dan setelah dicek ternyata out of stock, toko penjual akan menyediakan refund atau diganti dengan voucher pembelian.

#3 Restock

Restock adalah manga yang kondisinya sudah out of stock kembali dicetak dikarenakan permintaan yang cukup tinggi dari pembeli. Nggak semua manga yang OOS bakal direstock, sih. Semua tergantung waktu dan juga permintaan pasar.

#4 Kolpri

Kolpri adalah singkatan dari koleksi pribadi. Biasanya ada beberapa kolektok manga yang menjual beberapa koleksi pribadinya dikarenakan ingin meng-upgrade dari cetakan komik lokal ke cetakan komik luar negeri, atau sebagai modal untuk membeli judul lain.

Baca Juga:  Nostalgia Film Aamir Khan Terbaik Sepanjang 2000-an

#5 Ex-Rent

Ex-Rent adalah manga yang berasal dari rental. Biasanya dijual apabila ada toko rental komik yang tutup dan ingin melepas seluruh komik rentalnya. Kondisi yang sering ditemukan dari manga ex-rent adalah manga yang sampul, lalu ada cap toko rental. Beberapa manga ex-rent cukup banyak dicari karena ada judul komik yang keberadaannya sudah langka.

#6 Fullset

Fullset adalah manga yang dijual secara lengkap mulai dari volume 1 sampai tamat atau volume 1 sampai volume saat ini. Membeli manga fullset cukup membantu bagi para kolektor baru yang ingin langsung memiliki komiknya secara lengkap tanpa perlu membeli satu per satu.

#7 Cabutan

Komik cabutan adalah istilah bagi komik yang bisa dibeli satuan. Komik cabutan ini dikhususkan bagi orang orang yang koleksi judul komiknya ada yang volumenya bolong. Jadi komik cabutan ini dapat dibeli untuk melengkapi volume yang belum dimiliki.

Itulah istilah-istilah yang saya sering dengar dan ketahui apabila berdiskusi tentang jual beli komik. Terkadang di jejaring media sosial semacam Discord, mereka sering berbagi informasi soal manga yang sudah ready ataupun toko-toko buku, website, maupun marketplace yang punya promo diskon. Sebagai kolektor manga, diskon adalah suatu kebahagiaan karena bisa menghemat pengeluaran dalam membeli manga incaran. Begitulah kira-kira.

BACA JUGA Waktu SD, Baca Komik ‘Crayon Shinchan’ Itu Ibarat Baca Majalah Porno dan tulisan Muhammad Afhan lainnya.

Baca Juga:  Haruskah Menjadi Nasionalis agar Humanis?
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.



Komentar

Comments are closed.