Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Kesehatan

6 Penyakit Nggak Keren Zaman Dulu yang Sekarang Jarang Ditemui

Trieke Dessyana oleh Trieke Dessyana
17 Juli 2021
A A
6 Penyakit Nggak Keren Zaman Dulu yang Sekarang Jarang Ditemui terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Di tengah pandemi Corona berkepanjangan ini, muncul banyak varian baru seperti Delta dan Kappa yang kini akrab di telinga kita. Nama-nama penyakit dan virus zaman sekarang pun terdengar kekinian dan nggak biasa. Namun dulu, jauh sebelum Covid-19 lahir, ada beberapa penyakit yang biasa menimpa mayoritas anak-anak kecil pada masanya.

Tentu anak-anak yang lahir sebelum era 2000-an pernah mendengar nama-nama penyakit seperti kremian atau bisulan. Yah, kedua penyakit yang namanya nggak keren itu memang akrab di telinga lantaran jadi langganan anak-anak zaman dulu. Selain dua penyakit tadi, ada beberapa penyakit jadul lainnya yang saat ini hampir nggak pernah atau bahkan jarang sekali muncul. Penyakit apa sajakah itu?

#1 Koreng atau korengen

Koreng atau korengen adalah bekas luka. Yaitu pertumbuhan jaringan yang membekas pada kulit yang telah sembuh setelah cedera. Zaman dulu, jarang ada anak SD yang kakinya mulus tanpa koreng atau bekas luka yang terukir di kedua kakinya. Biasanya berwarna hitam dan menghiasi hampir di semua bagian kaki kanan dan kiri.

Aktivitas anak-anak yang hampir seratus persen di luar rumah serta dilakukan di kebun dan tanah lapang, membuat kecelakaan kecil semacam jatuh tersandung batu atau luka tergores duri tanaman liar sangat mungkin terjadi. Kalau anak-anak zaman sekarang, sih, yang dipelototi seharian hanya layar telepon genggam. Mainannya saja game online. Mau jatuh di mana coba? Kalau HP-nya yang jatuh, sih, iya.

#2 Gudik atau kudis

Gudiken atau kudis adalah kondisi yang ditandai dengan munculnya rasa sangat gatal di kulit, terutama saat malam hari, disertai dengan timbulnya ruam bintik-bintik menyerupai jerawat atau lepuhan kecil bersisik. Kondisi ini merupakan dampak dari adanya tungau yang hidup dan bersarang di kulit. Biasanya menimpa area kaki, bahkan di beberapa kasus, penyakit satu ini juga bisa muncul di tangan.

Anak-anak zaman dulu masih sering main di sawah, sungai, atau lapangan, jadi kesempatan bertemu binatang-binatang kecil seperti tungau tadi sangat banyak. Apalagi kalau mainnya guling-gulingan di tanah. Jangan disamakan dengan anak sekarang yang cuma diam di rumah, AC dinyalain, mainnya HP atau laptop. Duduk di lantai pun sudah lantai keramik yang dipel setiap hari pakai karbol~

#3 Teler atau teleren

Teler ini bukan orang yang tidur karena kecapekan, ya. Wqwqwq. Melainkan nama penyakit yang menimpa anak-anak di kampung zaman dulu. Teler atau teleran adalah sejenis penyakit di mana telinga mengeluarkan cairan berwarna putih dan bau yang disebabkan oleh infeksi telinga. Memang menjijikkan, tapi dulu teman sebangku saya waktu kelas 4 SD mengalaminya.

Nggak heran kalau dulu hal seperti ini bisa terjadi, lantaran zaman dulu, kan, belum mengenal yang namanya cotton buds untuk mengorek telinga. Tahunya bulu ayam yang dipakai untuk mengorek telinga, pakai ujungnya yang runcing dan nggak berbulu. Jadi, sangat mungkin terjadi infeksi karena nggak terjamin kebersihannya.

Baca Juga:

Saya Lebih Percaya Dokter Tirta daripada Influencer Kesehatan Lainnya, To The Point, dan Walk The Talk!

Promosi Kesehatan: Jurusan Underrated yang Dianggap Cuma Sales, padahal Garda Terdepan Kesehatan Rakyat

#4 Kremian atau cacingan

Kremian adalah penyakit yang jamak menimpa anak-anak kecil zaman dulu. Kremian atau cacingan adalah kondisi di mana dari anus muncul cacing-cacing kecil putih yang bentuknya mirip dengan parutan kelapa. Rasanya hampir semua anak kecil zaman dulu pernah mengalaminya, termasuk saya. Wqwqwq.

Faktor penyebabnya adalah kurangnya kebersihan, sanitasi, dan pasokan air bersih serta suhu yang lembap. Hal ini sangat mungkin terjadi di zaman dulu, sebab jarang yang punya kamar mandi di dalam rumah. Jadi, aktivitas MCK atau mandi, cuci, kakus biasanya dilakukan di sungai.

#5 Tumonen

Tumonen atau pediculosis capitis. Tumo atau kutu rambut adalah parasit yang hidup di kulit kepala dan mengakibatkan kulit gatal. Penyakit satu ini banyak menimpa rambut anak-anak perempuan zaman dulu. Kutu bersarang di rambut mereka sampai ada tradisi petan atau mencari lingsa, yaitu telur kutu yang menempel di rambut kemudian dipites atau dimatikan dengan cara beradu kuku. Kalau mencari kutunya bisa dengan cara diserit menggunakan sisir khusus yang sangat rapat ruasnya. Biasanya kutu atau tumo berjatuhan jika rambut kita disisir dengan serit itu.

#6 Udun atau bisulan

Udunan atau bisulan adalah benjolan merah pada kulit yang terasa sakit dan berisi nanah. Biasanya muncul di dahi. Dulu, kalau ada anak yang udunan di bathuk atau bagian wajah lain sering dibilang kalau itu akibat kebanyakan makan telur. Wqwqwq. Kalau dipikir-pikir, zaman dulu kok bisa kebanyakan telur, ya, wong telur saja dijual di warung masih bijian bukan kiloan. Sehari-hari pun jarang makan telur, kalaupun makan telur, biasanya sebutir dibagi empat. Hiks. Bisa-bisanya kita dibohongin biar nggak banyak makan telur. Pasti biar ngirit, hahaha.

Itulah beberapa contoh penyakit nggak keren yang sering menimpa anak-anak zaman dulu yang sekarang jarang dijumpai. Hal ini mungkin terjadi karena gizi anak sekarang jauh lebih baik dan tercukupi, ya. Makan tiga kali sehari dengan lauk lezat dan bergizi. Kebersihan badan pun semakin terjaga, mandi dua kali sehari pakai sabun dan sampo di kamar mandi bukan di kali atau sungai, wqwqwq. Mungkin ada yang mau menambahkan lagi kira-kira penyakit nggak keren zaman dulu yang sering kita jumpai apa? Monggo~

BACA JUGA Ibu Dijual Seharga 10 Ribu Karena Penyakitan: Maunya Apa Sih?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 5 Oktober 2021 oleh

Tags: Gaya Hidup TerminalKesehatanPenyakitzaman dulu
Trieke Dessyana

Trieke Dessyana

Ibu dari dua remaja putra tinggal di Bantul.

ArtikelTerkait

kecanduan game

Orang-Orang yang “Mati” Karena Kecanduan Game

25 Juni 2019
Googling Sebelum Bertindak Terasa Lebih Relevan Daripada Berpikir Dulu terminal mojok.co

Jika Sakit, Jangan Tanya Google, Langsung Saja ke Dokter

27 Mei 2019
Merayakan Idul Adha sebagai Minoritas di Jepang terminal mojok

Merayakan Idul Adha sebagai Minoritas di Jepang

17 Juli 2021
sakit hati

Kenapa Mudah Sekali Sakit Hati? Kasihan Hatinya

12 Juli 2019

Para Montir di Bengkel Motor Seharusnya Bersyukur Masih Ada Orang Goblok seperti Saya

19 Juni 2021
Majalah Femina: Bacaan Masa Kecil yang Mendewasakan Saya terminal mojok.co

Majalah Femina: Bacaan Masa Kecil yang Mendewasakan Saya

19 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal Mojok.co

Masalah Utama Tulungagung Bukan Wisata, tapi Tradisi Korupsi di Kursi Bupati

19 Mei 2026
5 Kelebihan Kos LV yang Jarang Disadari, Nyatanya Nggak Seburuk yang Diceritakan Orang kos campur

Pengalaman Hidup di Kos Campur: Sebenarnya Tidak Seburuk Itu, tapi Sebaiknya Memang Jangan Pernah Coba-coba Tinggal

13 Mei 2026
8 Tipe Pengguna Toilet Mal Paling Red Flag di Mata Cleaning Service, Semoga Kalian Bukan Salah Satunya Mojok.co

8 Tipe Pengguna Toilet Mal Paling Red Flag di Mata Cleaning Service, Semoga Kalian Bukan Salah Satunya

19 Mei 2026
Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu Mojok.co

Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu

17 Mei 2026
Wahai BKN dan Panitia CPNS, Percuma Ada Masa Sanggah CPNS kalau Tidak Transparan! soal TWK daftar cpns pppk pns cat asn

Terima Kasih untuk Siapa pun yang Mencetuskan dan Melaksanakan Ide CAT CPNS, Tes yang Tak Pandang Bulu, Tak Pandang Siapa Dirimu

13 Mei 2026
Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

19 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.