Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Masalah Utama Tulungagung Bukan Wisata, tapi Tradisi Korupsi di Kursi Bupati

Ferika Sandra oleh Ferika Sandra
19 Mei 2026
A A
Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal Mojok.co

Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal (wikimedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Membaca tulisan Mas Marselinus soal Tulungagung yang perlu belajar pengelolaan wisata ke Pacitan tampaknya sangat kejauhan. Rasanya seperti menyuruh orang yang rumahnya sedang kebakaran untuk kursus menanam bunga mawar. Memang estetik, tapi ya nggak sinkron dengan urgensi yang ada. Sebab saya sebagai warga Jawa Timur yang kebetulan tahu betul bagaimana perjalanan pemerintahan di Tulungagung melihat langkah yang diusulkan Mas Marselinus amatlah berat.

Entah kenapa, warga Tulungagung dipaksa selalu salah dalam memilih pemimpin.

ADVERTISEMENT

Ada saja gebrakan yang ditampilkan Bupati baik yang sedang dan yang pernah menjabat di daerah yang dulunya sempat menjadi lokasi ditemukannya Homo Wajakensis ini. Seperti OTT KPK yang menimpa Gatut Sunu, serta Syahri Mulyo yang ditangkap terkait suap proyek infrastruktur.

Jadi, mohon maaf nih Mas Marselinus, kalau urusan perut birokrasi saja masih dipenuhi tabiat korupsi, rasanya kok muluk-muluk banget kalau Pemda Tulungagung disuruh mikirin perbaikan wisata. Ada PR yang jauh lebih esensial: memastikan kursi Bupati nggak jadi panggung casting pasien KPK berikutnya.

Wisata bagus tanpa integritas pemimpin hanyalah bualan saja

Bayangkan jika Tulungagung sukses meniru Pacitan. Wisata moncer, wisatawan membludak, dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat tajam. Apakah masalah selesai? Ya belum tentu.

Bahwa Tulungagung naik level, bisa jadi. Tapi perlu diingat, segala inovasi akan percuma jika birokrasinya ruwet. Jika mentalitas birokrasinya masih sibuk mencari setoran, uang dari tiket masuk pantai itu hanya akan menjadi ladang korupsi baru. Percuma saja promosi wisata gila-gilaan kalau ujung-ujungnya dana pemeliharaan jalan menuju pantai dikorupsi hingga aspalnya mudah rusak.

Menurut saya tanpa perbaikan birokrasi di Pemda Tulungagung, sektor wisata hanya akan jadi objek pemerasan baru bagi oknum yang haus setoran. Sehingga sisi fundamental perlu dibangun sejak saat ini dengan memastikan pejabat pengganti tidak bermental korupsi. Baru setelah itu berhasil, beragam potensi yang ada di Tulungagung bisa digarap termasuk wisata yang sebenarnya punya kekuatan besar.

BACA JUGA: Trenggalek dan Tulungagung: Saudara yang Berbeda Nasib

Baca Juga:

4 Kuliner Khas Tulungagung yang Disukai Warlok, tapi Kurang Cocok di Lidah Pendatang

3 Tradisi Manten Paling Unik di Tulungagung. Terdengar Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warlok

Efek domino korupsi terhadap kepercayaan investor

Saya warga Banyuwangi. Saya melihat sendiri bagaimana Banyuwangi bertransformasi dari Kota Santet menjadi Kota Sunrise. Satu yang saya tahu, wisata itu butuh investasi, baik dari pemerintah pusat maupun swasta. Nah, siapa yang mau menanam modal di daerah yang bupatinya punya hobi “koleksi” kasus hukum seperti di Tulungagung? Sebab korupsi menciptakan ketidakpastian hukum.

Investor akan mikir dua kali kalau untuk mengurus izin hotel atau restoran saja harus melewati birokrasi yang berbayar lebih mahal. Oleh karena itu perbaikan sistem birokrasi bukan hanya soal moral, tapi soal menciptakan ekosistem bisnis yang sehat. Sebab disadari atau tidak kalau birokrasinya bersih, investor datang sendiri tanpa perlu repot-repot studi banding ke daerah tetangga. Sementara potensi wisata secara organik akan digarap sendiri seperti di Pantai Plengkung, Banyuwangi atau Pulau Tabuhan yang dikelola EBD Paragon, perusahaan Singapura.

Krisis kepercayaan akamsi Tulungagung harus jadi sarana evaluasi

Secara sederhana dan tak kasat mata, masalah terbesar Tulungagung saat ini bukan kurangnya spot foto yang Instagramable, tapi krisis kepercayaan masyarakat kepada pemimpinnya. Setiap ada kebijakan baru, Akamsi di Tulungagung sudah skeptis duluan, entah karena trauma akan tindakan korupsi hingga keresahan yang selalu muncul sebab warga hanya dibutuhkan saat Pilkada saja. Nah, tanpa kepercayaan publik, program sehebat apa pun akan macet di tengah jalan.

Harusnya memperbaiki birokrasi menjadi langkah pertama untuk memulihkan kepercayaan warga Tulungagung akan pemimpinnya. Ketimbang membangun destinasi wisata hingga harus belajar ke Pacitan, warga justru butuh rasa bangga sebagai akamsi Tulungagung. Bukan malah rasa malu yang unggul karena daerahnya lebih dikenal gara-gara kasus korupsi Bupati ketimbang keindahan alamnya yang asri.

Terakhir, ketimbang belajar cara mengelola ombak ke Pacitan, ada baiknya para pemangku kebijakan di Tulungagung saat ini belajar cara menahan syahwat korupsi hingga jadi pelanggan tetap KPK dalam dua periode kepemimpinan Bupati di Tulungagung. Sebab, seindah apa pun pemandangan di Tulungagung, tetap saja kalah cantik dibandingkan pemandangan birokrasi yang jujur dan melayani. Betul apa benar?

Penulis: Ferika Sandra
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 5 Akibat Seandainya Kabupaten Tulungagung Tidak Memiliki Marmer

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 19 Mei 2026 oleh

Tags: korupsi di tulungagungpacitantulungagungwisata di tulungagung
Ferika Sandra

Ferika Sandra

Seorang pustakawan dari Kota Malang yang mencoba menulis untuk menertibkan pikiran. Gemar dengan isu-isu literasi dan kebudayaan.

ArtikelTerkait

Wayang Beber: Wayang Tertua di Indonesia yang Kian Terpinggirkan

Wayang Beber: Wayang Tertua di Indonesia yang Kian Terpinggirkan

16 Februari 2022
Culture Shock Orang Sidoarjo yang Merantau ke Tulungagung: Kopi kok Ijo?

Culture Shock Orang Sidoarjo yang Merantau ke Tulungagung: Kopi kok Ijo?

17 September 2023
Panduan Makan Murah di UIN SATU Tulungagung (Unsplash)

Rekomendasi Warung Elite Harga Irit di Dekat Kampus UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

8 Juni 2023
4 Tipe Orang yang Dipastikan Akan Merana kalau Tinggal di Tulungagung Mojok.co

4 Tipe Orang yang Dipastikan Akan Merana kalau Tinggal di Tulungagung

10 Mei 2025
5 Hal yang Sering Disalahpahami dari Kabupaten Trenggalek kediri

5 Hal yang Sering Disalahpahami dari Kabupaten Trenggalek

26 Januari 2024
5 Akibat Seandainya Kabupaten Tulungagung Tidak Memiliki Marmer

5 Akibat Seandainya Kabupaten Tulungagung Tidak Memiliki Marmer

9 April 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman Pahit Punya Usaha Laundry, Karyawan Banyak Drama hingga Pelanggan Tak Tahu Diri Terminal

Pengalaman Pahit Punya Usaha Laundry, Karyawan Banyak Drama hingga Pelanggan Tak Tahu Diri

24 Juni 2026
Pengelola Kafe Seharusnya Lebih Tegas pada Pengunjung Nggak Peka, Mereka Tak Hanya Mengganggu Pembeli lain, tapi Juga Mengancam Kelangsungan Bisnis Mojok.co

Pengelola Kafe Seharusnya Lebih Tegas pada Pengunjung Nggak Peka, Mereka Tak Hanya Mengganggu Pembeli Lain, tapi Juga Mengancam Kelangsungan Bisnis

23 Juni 2026
Tentrem Mall Semarang, Mal Mewah yang Tetap Ramah untuk Semua Kalangan Mojok.co

Tentrem Mall Semarang, Mal Mewah yang Tetap Ramah untuk Semua Kalangan 

25 Juni 2026
Pengalaman Berdagang Selama Kuliah di Unila Lampung, Sering Dikira Anak Kos hingga Seolah Punya Utang Budi kepada Pembeli

Pengalaman Berdagang Selama Kuliah di Unila Lampung, Sering Dikira Anak Kos hingga Seolah Punya Utang Budi kepada Pembeli

27 Juni 2026
Saat ini, Rumah dan Tanah yang Dianggap sebagai Aset Bernilai Investasi itu hanya Benda Mahal yang Susah Dijual

Saat ini, Rumah dan Tanah yang Dianggap sebagai Aset Bernilai Investasi Itu Hanya Benda Mahal yang Susah Dijual

24 Juni 2026
Membayangkan Betapa Menderita Jadi Warga Perumahan yang Lingkungannya Dijadikan Pasar Kaget Tiap Pekan Mojok.co

Membayangkan Betapa Menderita Jadi Warga Perumahan yang Lingkungannya Dijadikan Pasar Kaget Tiap Pekan

26 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.