Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Pergi ke Puskesmas itu tidak menakutkan, yang menakutkan menghadapi antrean panjang dan tidak tahu harus bertanya kepada siapa

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
10 Agustus 2026
A A
Takut ke Puskesmas karena malas hadepin antrean panjang (Unsplash)

Takut ke Puskesmas karena malas hadepin antrean panjang (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya tidak takut pergi ke puskesmas. Saya hanya sering takut tidak memahami alurnya.

Ketika sakit, saya biasanya sudah menyiapkan banyak hal: kartu identitas, kartu BPJS, uang tunai secukupnya, dan keberanian untuk menghadapi antrean. 

ADVERTISEMENT

Namun, saya tidak selalu tahu harus mulai dari mana. Apakah saya harus mengambil nomor antrean lebih dulu? Apakah saya harus mendaftar lewat aplikasi? Butuh bikin surat rujukan? Kalau obat tidak tersedia, saya harus bertanya kepada petugas pendaftaran atau petugas apotek?

Pertanyaan-pertanyaan sederhana itu bisa membuat orang yang sedang sakit semakin bingung.

Alur di Puskesmas yang kadang kurang jelas untuk beberapa orang

Saya pernah melihat pasien datang ke Puskesmas dengan wajah pucat. Dia membawa map plastik berisi dokumen, tetapi tetap berdiri cukup lama di dekat pintu masuk. 

Lalu, dia memperhatikan orang-orang yang berjalan ke beberapa meja, lalu bertanya kepada pasien lain tentang loket. Pasien itu tidak kekurangan kemauan untuk berobat. Dia hanya tidak mendapatkan informasi yang cukup.

Di sinilah masalah pelayanan kesehatan sering bermula. Bukan dari dokter yang tidak mampu menangani pasien, melainkan dari alur yang tidak mudah dipahami.

Kementerian Kesehatan sebenarnya sudah mendorong pembenahan layanan primer melalui konsep Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer. Dalam konsep ini, Puskesmas tidak hanya mengobati orang sakit, tetapi juga memberikan pelayanan promotif, preventif, skrining, dan edukasi berdasarkan siklus hidup. 

Baca Juga:

Nakes vs pasien BPJS terjadi karena sistem kesehatan yang busuk

Pengalaman buruk menggunakan layanan BPJS di RS UNAIR: antre lama, sistem tidak jelas, beda dengan pelayanan swasta

Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa pasien seharusnya menjalani identifikasi masalah kesehatan, mendapatkan skrining yang sesuai, lalu menerima penanganan berdasarkan kebutuhan dan kompetensi petugas. Penjelasan tersebut tercantum dalam petunjuk teknis Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer.

Orang sepuh kadang kesulitan

Konsepnya terdengar baik. Masalahnya, masyarakat tidak datang ke Puskesmas untuk membaca konsep. Masyarakat datang karena demam, batuk, nyeri, sesak, pusing, atau membutuhkan obat rutin. Mereka membutuhkan petunjuk yang langsung dan sederhana. Misalnya, para sepuh.

Ombudsman Perwakilan Kalimantan Selatan pernah menyebut bahwa masyarakat banyak mengeluhkan antrean panjang, kurangnya informasi, dan kurangnya keramahan petugas di Puskesmas. 

Kepala Keasistenan Pencegahan Ombudsman Kalsel, M. Firhansyah, menyampaikan hal itu dalam program “Puskesmas Ramah Pelayanan Publik” pada 2025. Menurutnya, masyarakat membutuhkan layanan yang lebih cepat, transparan, dan ramah. Ombudsman RI mencatat persoalan tersebut dalam artikelnya.

Saya memahami bahwa petugas Puskesmas bekerja dalam kondisi yang tidak selalu ideal. Jumlah pasien bisa membludak, jumlah tenaga kesehatan terbatas, dan sistem administrasi kadang berubah. Petugas juga harus menangani pasien dengan kondisi yang beragam. Karena itu, saya tidak ingin menyederhanakan masalah dengan menyalahkan semua petugas.

Namun, memahami kesulitan petugas tidak berarti saya harus menganggap kebingungan pasien sebagai hal yang wajar.

Puskesmas perlu memasang petunjuk yang benar-benar membantu 

Bukan sekadar papan bertuliskan “pendaftaran”, “poli umum”, atau “farmasi”, melainkan informasi yang menjawab kebutuhan pasien. Misalnya: langkah pertama yang harus dilakukan, dokumen yang perlu disiapkan, cara mengambil nomor antrean, waktu pelayanan, alur pasien BPJS, dan prosedur mendapatkan rujukan.

Petugas juga perlu memberi penjelasan dengan bahasa yang mudah dipahami. Istilah seperti FKTP, FKRTL, rujukan horizontal, rujukan vertikal, dan TACC mungkin akrab bagi tenaga kesehatan, tetapi belum tentu pasien paham. Saya sering merasa pasien harus menjadi ahli administrasi kesehatan hanya untuk memperoleh layanan dasar.

BPJS Kesehatan menempatkan fasilitas kesehatan tingkat pertama sebagai pintu awal pelayanan peserta JKN. Puskesmas, klinik pratama, atau dokter praktik yang bekerja sama dengan BPJS berperan menangani kebutuhan kesehatan dasar dan menentukan apakah pasien memerlukan rujukan. BPJS Kesehatan menjelaskan peran fasilitas kesehatan tingkat pertama dan sistem rujukan.

Sistem itu mungkin perlu ada penyempurnaan, deh. Tidak semua penyakit membutuhkan rumah sakit. Namun, sistem rujukan hanya akan berjalan baik jika pasien memahami alasan dokter merujuk atau tidak merujuk. 

Dokter perlu menjelaskan diagnosis, pilihan penanganan, dan alasan medis di balik keputusan tersebut. Tanpa penjelasan, pasien bisa menganggap Puskesmas sedang mempersulit mereka.

Satu meja khusus

Saya sudah sering melihat ada Puskesmas yang menyediakan satu meja informasi yang benar-benar berfungsi. Pasien tidak seharusnya bertanya kepada pasien lain tentang cara mendaftar. Mereka tidak seharusnya berpindah dari satu loket ke loket lain sambil menahan sakit hanya karena tidak tahu harus menemui siapa. 

Ini tentu perkembangan yang baik dan semoga semua Puskesmas melakukan hal yang sama.

Pelayanan kesehatan yang baik tidak hanya menyembuhkan penyakit. Pelayanan yang baik juga mengurangi kecemasan pasien.

Karena itu, saya ingin melihat puskesmas menjadi tempat yang jelas, bukan tempat yang membuat orang merasa tersesat. 

Saya ingin tahu harus mulai dari mana, harus menunggu berapa lama, dan harus bertanya kepada siapa. Kejelasan kecil seperti itu mungkin terlihat sepele bagi pengelola layanan, tetapi sangat berarti bagi pasien.

Pergi ke puskesmas seharusnya tidak terasa seperti mengikuti ujian tanpa kisi-kisi. Saya datang untuk berobat, bukan untuk menebak-nebak prosedur.

Penulis: Yamadipati Seno

Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Pengalaman Saya Melihat Langsung Pasien yang Malah Curiga dan Trauma ketika Berobat ke Puskesmas

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 Agustus 2026 oleh

Tags: bpjsbpjs puskesmasperiksa puskesmaspetugas puskesmaspuskesmaspuskesmas rujukan
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

ArtikelTerkait

Bela Negara Itu Nggak Melulu Angkat Senjata dan Teriak NKRI Death Price, Rajin Olahraga dan Tidak Sakit Saja Itu Sudah Cukup!

Bela Negara Itu Nggak Melulu Angkat Senjata dan Teriak NKRI Death Price, Rajin Olahraga dan Tidak Sakit Saja Itu Sudah Cukup!

4 Juli 2023
Malas Tes Kesehatan dengan Alasan Takut Ketahuan Penyakitnya Adalah Logika Sesat

Malas Tes Kesehatan dengan Alasan Takut Ketahuan Penyakitnya Adalah Logika Sesat

21 Mei 2024
BPJS Adalah Masa Depan, Abaikan Nakes TikTok yang Menghina BPJS

BPJS Adalah Masa Depan, Abaikan Nakes TikTok yang Menghina BPJS

24 Maret 2023
4 Hal Menyebalkan saat Periksa di Puskesmas, Saya Tulis karena Banyak Orang Nggak Peka Mojok.co

4 Hal Menyebalkan saat Periksa di Puskesmas, Saya Tulis karena Banyak Orang Nggak Peka

24 Oktober 2024
Pedoman Mencairkan Jaminan Hari Tua (JHT) BPJS Ketenagakerjaan

Pedoman Mencairkan Jaminan Hari Tua (JHT) BPJS Ketenagakerjaan

28 November 2019
Pengalaman buruk menggunakan layanan BPJS di RS UNAIR: antre lama, sistem tidak jelas, beda dengan pelayanan swasta

Pengalaman buruk menggunakan layanan BPJS di RS UNAIR: antre lama, sistem tidak jelas, beda dengan pelayanan swasta

20 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Di kala ekonomi yang sulit ini, bisnis nasi bungkus 7 ribu malah cuan selangit

Di kala ekonomi yang sulit ini, bisnis nasi bungkus 7 ribu malah cuan selangit

10 Agustus 2026
Harapan Jaya dan Pelita Indah, duo maut bus Tulungagung yang bikin banyak penumpang trauma Mojok.co

Harapan Jaya dan Pelita Indah, duo maut bus Tulungagung yang bikin banyak penumpang trauma

10 Agustus 2026
Membayangkan tiap kantor punya fasilitas daycare, hati orang tua pekerja pasti lebih tenang Mojok.co

Membayangkan tiap kantor punya fasilitas daycare, hati orang tua pekerja pasti lebih tenang

9 Agustus 2026
Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang kalah sama Indomaret (Wikimedia Commons)

Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang jualan barang entar pasti kalah sama Indomaret

7 Agustus 2026
Iuran wajib Hari Kemerdekaan Indonesia itu penjajahan gaya baru (Unsplash)

Tradisi iuran wajib untuk perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia di kampung itu nggak masuk akal karena nggak semua warga punya uang sisa cuma buat panggung hiburan yang bikin berisik

9 Agustus 2026
Kerja sambil kuliah program Ekstensi UI mengubah cara pandang terhadap pekerjaan saya sebagai ASN Kementerian Mojok.co

Kerja sambil kuliah program Ekstensi UI mengubah cara pandang terhadap pekerjaan saya sebagai ASN Kementerian

10 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.