Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Personality

Jika Sakit, Jangan Tanya Google, Langsung Saja ke Dokter

Amrard Nurobi oleh Amrard Nurobi
27 Mei 2019
A A
Googling Sebelum Bertindak Terasa Lebih Relevan Daripada Berpikir Dulu terminal mojok.co

Googling Sebelum Bertindak Terasa Lebih Relevan Daripada Berpikir Dulu terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Pernahkah Anda mencari obat alternatif lewat Google? Jika pernah, dalam hitungan menit Anda pastinya langsung bereksperimen membuatnya sendiri—dengan panduan Google tentunya. Anda lalu menyiapkan bahan-bahannya, kemudian meraciknya menjadi obat untuk penyakit tertentu. Anda meracik obat sendiri karena bahan-bahan untuk meraciknya dapat dijumpai di sekitar kita—baik itu di kebun atau di dapur misalnya.

Tak bisa dipungkiri dalam kehidupan sehari-hari Google memang sangat membantu memecahkan permasalahan hidup. Salah satunya masalah yang terkait dengan kesehatan. Sebagai pertolongan pertama jika kita sakit, contohnya kita biasa membuka ciri-ciri penyakit yang kita alami sekaligus mencari obat penyembuhnya juga lewat Google.

ADVERTISEMENT

Kadang pada beberapa kasus, Google memang membantu menyembuhkan penyakit yang kita derita melalui resep yang tertulis pada blog-blog di dalamnya. Namun, tak menutup kemungkinan penyakit yang kita derita malah tak kunjung sembuh, lalu akhirnya membuat kita stres sendiri.

Pernah di suatu ketika, saya sudah yakin bahwa penyakit yang saya derita adalah 100% radang tenggorokan. Kemudian saya mencari obat penyembuhnya juga melalui Google. Obatnya adalah satu siung bawang putih yang dicuci dengan air bersih. Kemudian bawang tersebut dikunyah. Beruntungnya saya radang tenggorokan yang saya derita akhirnya berkurang dan kemudian sembuh. Tenggorokan saya terasa lebih mendingan.

Lalu bagaimana jika kita tidak tahu betul penyakit apa yang kita derita, kemudian kita memaksakan diri untuk mencarinya lewat Google? Lebih baik dihindari deh. Kita pasti akan disuguhkan dengan beberapa penyakit yang tergolong lebih berat daripada penyakit yang kita derita.

Saya pernah mengalami sendiri pengalaman mengerikan terkait pencarian jawaban dari penyakit yang saya derita berdasarkan ciri-cirinya melalui Google. Jawabannya sungguh di luar dugaan. Sekitar waktu SMA, ketika itu badan saya terasa demam, tenggorokan sangat sakit rasanya, flu, dan ditemui bintil-bintil merah pada telapak tangan, dada, dan punggung saya. Lalu saya langsung mencari lewat Google.

Setelah memasukkan kata kunci berdasarkan ciri-ciri yang saya alami, saya didiagnosis mengalami Flu Singapura. Cirinya memang tidak sama persis sih. Khususnya ruam atau bintil-bintil. Bintil-bintil pada tubuh saya berada di telapak tangan, dada, dan punggung, sedangkan pada ciri-ciri Flu Singapura berada di telapak tangan, telapak kaki, dan bokong. Akan tetapi, tetap saja saya dibuat deg-degan tentunya—karena waktu itu sedang mewabah Flu Singapura.

Diagnosis dari Google memang telah membuat saya stres. Mau bilang Ibu, kok ya takut membuat Ibu stres dan akhirnya merepotkan Ibu. Tapi kalau tidak ngomong, ya tetap saja lambat laun Ibu mengetahuinya. Meskipun beliau tahunya ya demam biasa karena flu. Tetapi ibu juga bingung kok ada bintil-bintilnya di dada, punggung, dan telapak tangan saya. Saya pun sengaja merahasiakan hasil temuan jawaban melalui Google tentang penyakit yang saya derita.

Baca Juga:

Saya Lebih Percaya Dokter Tirta daripada Influencer Kesehatan Lainnya, To The Point, dan Walk The Talk!

Promosi Kesehatan: Jurusan Underrated yang Dianggap Cuma Sales, padahal Garda Terdepan Kesehatan Rakyat

Sore itu, ibu memutuskan membawa saya ke dokter. Di satu sisi, saya senang ada harapan untuk sembuh, namun di sisi lain saya dibuat stres karena kalau memang penyakit yang saya derita adalah Flu Singapura maka semakin takutlah saya. Takut kalau nanti orang-orang di sekitar saya, terutama keluarga saya tertular penyakit tersebut.

Saya dibikin tambah deg-degan lagi oleh dokter yang memeriksa saya. Dokter tersebut berkata bahwa belum berani menyimpulkan sebenarnya saya ini menderita penyakit flu biasa atau flu-flu yang lain.

Sampai di klinik dokter, saya mengambil nomor antrian. Menunggu giliran dipanggil masuk ke ruang periksa. Pikiran saya betul-betul mengembara kemana-mana. Saya memikirkan hal terburuk yang akan saya alami.

Beberapa saat kemudian tiba giliran saya. Saya dipanggil oleh asisten dokter untuk menuju ruang periksa. Saya meninggalkan ibu yang berada di ruang tunggu. Dengan cepat dokter memeriksa saya.

“Mas, jenengan cuma kecapaian saja. Makanya demam dan flu,” kata dokter yang memeriksa saya.

“Lha kok ada bintil-bintilnya, Dok? ” tanya saya dengan gelagat orang khawatir.

“Mungkin kena ulat bulu itu, Mas.”

Sial bagi saya. Saya tetap saja khawatir dengan apa yang saya alami. Saya masih saja mengambil kesimpulan berdasarkan apa yang saya baca di artikel Google. Jujur saja, ketika itu Flu Singapura memang mewabah dengan hebatnya. Saya khawatir, kalau memang betul saya terserang penyakit ini, maka dalam bayangan saya penanganannya seperti flu burung dan flu babi. Karena nama penyakitnya sama-sama diawali dengan kata “flu”.

Keluar dari ruang periksa, saya menyerahkan resep obat yang diberikan dokter kepada saya ke petugas bagian obat. Kemudian saya mengantre lagi menunggu panggilan petugas obat.

“Gimana kata dokter?” tanya ibu.

“Cuma demam dan flu biasa karena kecapaian,” jawab saya sambil menutupi kekhawatiran yang saya alami.

Sesampainya di rumah, saya meminum obat yang diberikan oleh dokter. Obat saya minum sekitar pukul 17.00 dan saya harus meminumnya lagi sekitar pukul 22.00. Kemudian saya tertidur pulas.

Pada keesokan harinya, demam mulai menurun dan nafsu makan membaik. Namun saya masih flu dan masih ada bintil-bintil di dada, punggung, dan telapak tangan saya. Ketika beberapa jam selepas mandi pagi, bintil-bintil tadi malah pindah di kaki. Saya lalu menceritakan yang saya alami kepada ibu. Ibu yang sudah berpengalaman betul tentang bintil-bintil yang saya alami lalu menyimpulkan bahwa saya terkena ulat bulu.

Benar saja, setelah mengecek di pohon kenanga di depan rumah saya. Di sana terdapat banyak ulat bulu. Para tetangga yang lewat juga sambat karena terkena bulu-bulu dari ulat yang berterbangan lalu mengenai kulit mereka. Mereka merasakan gatal-gatal di kulit yang tidak tertutup pakaian.

Seketika itu juga saya lemas. Bukan karena ulat bulu, tapi karena kebodohan saya yang terlalu mempercayai Google ketimbang perkataan dokter. Maafkan mantan pasienmu yang ngeyel ini ya, Dok. hehe.

Terakhir diperbarui pada 5 Oktober 2021 oleh

Tags: KesehatanTanya Google
Amrard Nurobi

Amrard Nurobi

Penganggurn yang masih belajar menulis. Tidak terlalu menggandrungi kopi, juga tidak untuk teh. Air putih saja lebih sehat.

ArtikelTerkait

Meskipun Jadi Daerah dengan Akses Layanan Kesehatan Tersulit di Jawa Tengah, Saya Bersyukur Lahir dan Besar di Cilacap

Meskipun Jadi Daerah dengan Akses Layanan Kesehatan Tersulit di Jawa Tengah, Saya Bersyukur Lahir dan Besar di Cilacap

12 Agustus 2023
Saya Lebih Percaya Dokter Tirta daripada Influencer Kesehatan Lainnya, To The Point, dan Walk The Talk!

Saya Lebih Percaya Dokter Tirta daripada Influencer Kesehatan Lainnya, To The Point, dan Walk The Talk!

1 Mei 2025
Mari Berandai-andai jika Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia terminal mojok

Mari Berandai-andai jika Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia

26 Juni 2021
merokok

Mengapa Saya Tidak Merokok?

12 Juli 2019
stroke

Stroke: Susahnya Mengatur Pola Makan di Negara Kuliner Terbaik Dunia

27 Agustus 2019
3 Ramuan Bumbu Dapur Pengganti Obat Penuh Khasiat ramuan obat terminal mojok.co

3 Ramuan Bumbu Dapur Pengganti Obat Penuh Khasiat

8 Oktober 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alasan Saya Gemar Berjalan Kaki di Bandar Lampung kendati Rasanya seperti Uji Nyali

Alasan Saya Gemar Berjalan Kaki di Bandar Lampung kendati Rasanya seperti Uji Nyali

24 Juni 2026
Palembang Bikin Pangling, Banyak Berubah padahal Baru Ditinggal Merantau Setahun Mojok.co sumatera selatan

Kalau Orang Sumatera Selatan Terus-terusan Ngaku dari Kota Palembang, Daerah Lain Kapan Dikenalnya?

21 Juni 2026
Saat ini, Rumah dan Tanah yang Dianggap sebagai Aset Bernilai Investasi itu hanya Benda Mahal yang Susah Dijual

Saat ini, Rumah dan Tanah yang Dianggap sebagai Aset Bernilai Investasi Itu Hanya Benda Mahal yang Susah Dijual

24 Juni 2026
Jangan Samakan Bubur Ayam Jakarta dan Cirebon, Mereka Beda! Mojok.co

Jangan Samakan Bubur Ayam Jakarta dan Cirebon, Mereka Beda!

22 Juni 2026
4 Alasan Ayam Goreng Dkriuk Jadi yang Terbaik di Kelasnya, Brand Lain Minggir Dulu! Mojok.co

4 Alasan Ayam Goreng Dkriuk Jadi yang Terbaik di Kelasnya, Brand Lain Minggir Dulu!

24 Juni 2026
Masuk UIN Saizu Purwokerto yang Saya Benci setelah Ditolak Kampus Impian Bukanlah Akhir dari Segalanya Mojok.co

Masuk UIN Saizu Purwokerto yang Saya Benci setelah Ditolak Kampus Impian Bukanlah Akhir dari Segalanya

22 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.