Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Cobaan Saat Idul Adha: Nasib Tidak Suka Daging Sapi Maupun Kambing

Dewi Ainin oleh Dewi Ainin
11 Agustus 2019
A A
idul adha

idul adha

Share on FacebookShare on Twitter

Di dalam agama Islam terdapat dua hari raya yang diperingati setiap tahunnya, yaitu hari raya Idul Fitri dan hari raya Idul Adha. Hari raya Idul Fitri yaitu dirayakan ketika telah selesai menunaikan ibadah puasa selama bulan Ramadhan. Lalu bagaimana hari raya Idul Adha itu?

Hari raya Idul Adha identik dengan sebutan hari raya kurban dan haji. Adapun sejarah diadakannya ibadah kurban yaitu karena adanya perintah dari Allah Swt kepada Nabi Ibrahim a.s untuk mengurbankan puteranya yang bernama Ismail a.s yang masih anak-anak dengan cara disembelih olehnya.

Akan tetapi karena kepasrahan keduanya dengan ikhlas kepada perintah Allah Swt, atas kemurahan-Nya, akhirnya penyembelihan Nabi Ismail a.s diganti dengan gibas atau kambing. Dan penyembelihan Nabi Ismail a.s menjadi batal.

Hari raya Idul Adha ditandai dengan pelaksanaan ibadah haji dan juga penyembelihan hewan kurban di seluruh penjuru dunia. Hewan yang dikurbankan yaitu berupa unta, sapi, dan domba atau kambing. Dan tidak boleh dengan ayam. Sebelum melakukan penyembelihan hewan kurban maka dilakukan sholat Idul Adha terlebih dahulu.

Di Indonesia sendiri penyembelihan hewan kurban berupa sapi dan kambing. Karena kalau onta di Indonesia tidak ada banyak. Onta hanya sebagai hewan yang berada di kebun binatang atau hewan peliharaan saja, dan tidak untuk dikonsumsi. Berbeda dengan di negara Timur Tengah yang memang banyak ontanya dan memang digunakan sebagai hewan kurban yang utama.

Hari raya kurban merupakan hari yang membahagiakan bagi banyak orang, terutama para fakir miskin yang sebelumnya jarang makan daging sapi atau kambing. Dengan adanya kurban, setidaknya setahun sekali bisa menikmati daging tersebut secara gratis, karena di pasar harga daging sapi maupun kambing terbilang cukup mahal daripada daging ayam maupun ikan.

Bukan cuma itu, kebahagiaan tersebut juga dirasakan oleh orang yang dapat berbagi kurban karena diberikan kemampuan untuk beribadah kurban . Dan juga bisa melihat kebahagiaan orang yang menerima daging tersebut. Siapa sih yang nggak suka makan daging? Apalagi jika diberikan secara gratis dan banyak. Hehe lumayan, gaes~

Namun, hari raya Idul Adha tidak selalu menyenangkan bagi sebagian orang. Bukan karena hari rayanya, tapi lebih kepada hewan-hewan yang disembelihnya. Karena sebagian orang tidak menyukai bagian dari hewan-hewan tersebut, padahal kandungan proteinnya tinggi dan enak tentunya.

Baca Juga:

Dosa Penjual Tongseng Kambing yang Merusak Rasa dan Mengecewakan Pembeli

Gabus Pucung, Kuliner Khas Betawi yang Terpaksa Berubah Nama Jadi Rawon Jakarta demi Eksistensi

Hal itu terjadi karena takut penyakitnya bisa kambuh karena kebanyakan mengkonsumsinya, alot yang dapat menyebabkan sakit gigi, maupun karena baunya ketika masih hidup maupun mati, prengus. Ada sebagian orang yang tidak suka baunya, tetapi ketika sudah diolah malah menikmati dagingnya. Tetapi ada juga yang tidak suka sama sekali meskipun sudah diolah menjadi makanan yang enak-enak.

Orang-orang tersebut tidak suka sama sekali karena memang sudah bawaan dari lahir, dengan alasan-alasan tertentu. Entah karena baunya yang menyebar diberbagai sudut maupun rasanya dan teksturnya.

Dan bawaannya pasti pusing dan mual-mual pengin muntah terus jika mengetahui ada di sekitarnya, sungguh menyiksa diri. Meskipun sudah diolah menjadi berbagai macam masakan, seperti tongseng, terik daging, semur, rawon, gulai, bakso dan sate serta olahan lainnya. Kasian juga ya, karena tidak bisa ikut bakar-bakaran membuat sate. Hehe

Seperti bapak saya yang memang termasuk ke dalam golongan orang yang tidak menyukai daging tersebut sejak lahir, untung nggak nurun kepadaku, wqwq. Jadi ya jarang beli daging sapi maupun kambing deh. Lebih milih ke ayam ataupun ikan.

Jika sedang hari raya Idul Adha seperti sekarang ini pasti bapak saya tidak mendekati atau datang ke tempat penyembelihan hewan tersebut. Dan memlilih untuk pergi ke suatu tempat yang jauh dari tempat penyembelihan, kalau tidak ya di dalam rumah saja. Padahal diundang panitia untuk hadir di TKP. Lha mau gimana lagi dong? Orang memang tidak suka. Kalau dipaksakan malah jadi sakit nantinya karena pusing dan muntah-muntah terus. hehe

Jadi ketika menerima daging tersebut harus segera disembunyikan terlebih dahulu di suatu tempat yang kedap terhadap bau. Supaya baunya tidak kemana-mana dan sampai ke hidung bapak saya, bisa berabe nantinya, haha. Jika ingin memasaknya pun menunggu bapak pergi, pokoknya jangan sampai ketahuan dan terlihat bapak, karena baunya sungguh menyiksa. xixi

Itulah cobaan kepada orang yang tidak suka daging sapi maupun kambing saat hari raya Idul Adha. Sungguh nganu sekali, tidak bisa merasakan surga dunia, wkwk piss. Apakah pembaca ada yang tidak suka daging sapi maupun kambing juga? Ya tidak sama dong, karena aku suka, haha. Eh, selamat hari raya Idul Adha ya buat yang merayakan! (*)

 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) yang dibikin untuk mewadahi sobat julid dan (((insan kreatif))) untuk menulis tentang apa pun. Jadi, kalau kamu punya ide yang mengendap di kepala, cerita unik yang ingin disampaikan kepada publik, nyinyiran yang menuntut untuk dighibahkan bersama khalayak, segera kirim naskah tulisanmu pakai cara ini.

Terakhir diperbarui pada 3 Februari 2022 oleh

Tags: daging kambingdaging sapiidul adhaKesehatankolesterolPenyakit
Dewi Ainin

Dewi Ainin

ArtikelTerkait

merokok

Mengapa Saya Tidak Merokok?

12 Juli 2019
Kegiatan Tidak Berguna: Nyuruh Orang Berhenti Merokok atau Mempertanyakan Alasan Merokok terminal mojok.co

Memutuskan Mengisap Rokok karena Camilan dan Fastfood Lebih Buruk

27 September 2020
penyembelihan hewan kurban idul adha qurban madura mojok

5 Kelompok Warga dan Tugas Mereka Saat Penyembelihan Hewan Kurban

15 Juli 2021
Panduan Singkat Sebelum Memutuskan Membeli Whey Protein terminal mojok

Panduan Singkat Sebelum Memutuskan Membeli Whey Protein

19 Juli 2021
sate kambing MOJOK.CO

Sate Kambing, Bentuk Pemberontakan Kecil kepada Diri Sendiri

13 Juli 2020
jus detoks

Pengalaman Mencoba Jus Detoks: Berakhir Sebelum Matahari Terbenam di Hari Pertama

5 September 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bahaya di Gamping Sleman Ketika Anak Muda Kecanduan Judol (Unsplash)

Derita yang Saya Alami ketika Melihat Anak Muda Gamping Sleman Kecanduan Judol: Mereka Bukan Pemalas, tapi Sadar Pemasukan Situasi Ekonomi Makin Berart

1 Juni 2026
Korupsi Mandala Krida Bunuh Marwah Jogja Kota Budaya (Wikimedia Commons)

Kasus Korupsi Mandala Krida Membuat Jogja Kehilangan Marwahnya Sebagai Kota Beradab

29 Mei 2026
Orang Kampung yang Sekolah Tinggi Malah Paling Jarang Srawung Mojok.co

Orang Kampung yang Sekolah Tinggi Jarang Srawung karena Lingkungannya Toxic dan Pemikirannya Jalan di Tempat!

30 Mei 2026
Alun-Alun Klaten, Potret Ruang Publik yang Tak Sekadar Estetik, tapi Juga Menjawab Kebutuhan Warlok Mojok.co

Alun-Alun Klaten, Potret Ruang Publik yang Tak Sekadar Estetik, tapi Juga Menjawab Kebutuhan Warlok

27 Mei 2026
Pengalaman Saya Menemani Anak 3 Tahun untuk Sunat (Unsplash)

Pengalaman Saya Sebagai Bapak Milenial Mengalahkan Rasa Takut untuk Menemani Anak Sunat di Usia 3 Tahun

29 Mei 2026
Mimpi Buruk Tol Solo Jogja Bagi Warga Gamping, Sleman (Unsplash)

Salah satu Dampak Buruk Tol Solo Jogja Dirasakan Warga Gamping: Hilangnya Ruang Hidup ketika Warga Lokal Tidak Sanggup Membeli Tanah Kelahiran Sendiri

30 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.