Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Sate Kambing, Bentuk Pemberontakan Kecil kepada Diri Sendiri

Iqbal AR oleh Iqbal AR
13 Juli 2020
A A
sate kambing MOJOK.CO

sate kambing MOJOK.CO

Share on FacebookShare on Twitter

Pemberontakan tidak melulu bicara soal kekerasan, aksi masa, dan perebutan kekuasaan. Dalam lingkup yang lebih kecil, makanan pun bisa menjadi simbol pemberontakan. Bagi saya, makanan itu adalah sate kambing.

Bukan pemberontakan terhadap sistem atau kondisi sosial, tetapi pemberontakan terhadap diri sendiri. Mungkin ada yang mempertanyakan kaitan antara sate kambing dan pemberontakan, dan mungkin ada yang menganggap ini tidak nyambung. Ya silakan saja, tetapi paparan saya di bawah ini mungkin akan menjawab semuanya.

Sate kambing, seperti kita tahu, adalah makanan “dari surga” yang kaya akan rasa dan gizi. Daging kambingnya sendiri, kandungan kalorinya sedikit, berprotein tinggi, dan rendah lemak. Ada zat besi, vitamin B12, fosfor, dan selenium.

Manfaat lainnya? Membantu pembentukan otot, mencegah anemia, menjaga kesehatan tulang, sumber energi, dan meningkatkan kekebalan tubuh. Itu kandungan baiknya. Kandungan buruknya, bisa membuat darah tinggi, dan menaikkan kolesterol.

Saya memang sengaja mau maparkan kandungan baik dari daging kambing terlebih dahulu, karena selama ini orang menganggap daging kambing, tertutama kalau sudah berbentuk sate, punya anggapan buruk dan berbahaya. Yang menjadi highlight dari makanan ini biasanya adalah darah tinggi dan kolesterlnya.

Jarang sekali orang menggembar-gemborkan kandungan baik dari sate kambing. Ya tidak heran, sih, namanya juga makanan enak dari surga, pasti ada saja yang mau menjegalnya.

Nah, kembali lagi soal sate dan pemberontakan, makanan ini adalah bentuk, alat, dan target pemberontakan kecil pada diri sendiri. Tidak sedikit orang yang suka sekali dengan sate kambing, namun terhalang oleh ancaman darah tinggi atau kolesterol. Mereka akan selalu cari cara untuk memberontak pada diri sendiri agar bisa makan sate kambing.

Saya misalnya, mempunyai darah tinggi yang sebenarnya sudah jelas dianjurkan untuk tidak makan sate kambing. Tapi mau bagaimana lagi, lha wong menu ini ada di tiga teratas makanan favorit saya. Walhasil, saya masih tetap bisa makan, walaupun maksimal hanya lima tusuk.

Baca Juga:

Dosa Penjual Tongseng Kambing yang Merusak Rasa dan Mengecewakan Pembeli

3 Sate Kambing Enak di Solo Menurut Warlok, Dijamin Menggoyang Lidah

Lebih dari itu, bersiaplah dengan kepala berkunang-kunang. Padahal saya sudah mengakali dengan makan timun yang katanya bisa bikin darah turun, kok ya masih saja kalah.

Orang tua saya bahkan rela ngoceh agar saya berhenti makan sate kambing. Makanya, saya tidak pernah makan sate kambing di rumah. Terlalu berisiko. Saya selalu makan sate kambing di luar, itu pun harus ada teman. Jadi, satu porsi (10 tusuk sate) bisa dibagi dua.

Saya kadang menyesalkan, mengapa harus berhadapan dengan dua pilihan berat dalam hidup. Makan sate kambing dan bahagia lalu darah tinggi, atau tidak makan dan tidak bahagia, lalu sehat-sehat saja. Tentu ini pilihan terberat dalam hidup.

Belum lagi di akhir bulan ini ada Hari Raya Idul Adha. Pastinya, akan cukup banyak daging di rumah, apalagi kambing. Selain itu, tawaran untuk “nyate” juga banyak sekali. Tentu saya akan “nyate” di luar rumah, karena sudah jelas orang tua saya tidak akan membuatkan sate kambing untuk saya.

Maka dari itu, Idul Adha tahun ini, saya berencana untuk “memberontak kepada diri sendiri”. Saya akan menaikkan standar saya. Lima tusuk jelas kurang, dan saya harus menantang diri untuk lebih baik. Target minimal saya adalah sepuluh tusuk. Semoga saya baik-baik saja setelah pemberontakan nanti.

Inilah yang dimaksud dengan pemberontakan pada diri sendiri. Orang-orang seperti saya, yang suka sekali dengan sate kambing, tetapi terhalang oleh beberapa ancaman penyakit, tentu berpikiran yang sama. Bagaimana caranya supaya bisa makan, tetapi penyakitnya tidak datang dan mengancam.

Ya inilah pemberontakan kecil namun sangat berat. Kita sedang melawan sistem dalam tubuh yang tidak menguntungkan dan mengancam kebahagiaan. Saya kadang merasa miris dengan diri saya sendiri. Usia masih 23 tahun, tetapi sudah dihadapkan dengan kenyataan pahit seperti ini.

Saya yakin, banyak orang yang tersiksa dengan larangan ini karena penyakit darah tinggi atau kolesterol ini. Maka dari itu, saya menyerukan pemberontakan meskipun punya darah tinggi atau kolesterol.

Tapi ingat, jangan berlebihan juga. Pemberontakan ini tujuannya untuk menaikkan standar minimal tusuk. Kalau berlebihan dan tidak tahu batas, ya silakan ambruk sendiri.

BACA JUGA Mixtape untuk para BuzzerRp Pendukung Omnibus Law dan tulisan Iqbal AR lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 11 Januari 2022 oleh

Tags: daging kambingmanfaat daging kambingsate kambing
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Kenapa Sate Klathak di Jakarta Nggak Bisa Menyaingi Bantul? (Agung P/Mojok)

Kenapa Sate Klathak di Jakarta Nggak Bisa Menyaingi Bantul?

6 Desember 2024
3 Sate Kambing Enak di Solo Menurut Warlok, Dijamin Menggoyang Lidah

3 Sate Kambing Enak di Solo Menurut Warlok, Dijamin Menggoyang Lidah

11 November 2025
Pengin Mencicipi Sate Kambing Tegal untuk Pertama Kalinya? Biar Nggak Kaget, Berikut 5 Fakta yang Perlu Kamu Ketahui Soal Kuliner Ini

Pengin Mencicipi Sate Kambing Tegal untuk Pertama Kalinya? Biar Nggak Kaget, Berikut 5 Fakta yang Perlu Kamu Ketahui Soal Kuliner Ini

1 Maret 2023
Kaum Anti Makan Daging Kambing Wajib Melakukan Hal Ini agar Idul Adha Tetap Merasa Gembira terminal mojok

Kaum Anti Makan Daging Kambing Wajib Melakukan Hal Ini agar Idul Adha Tetap Merasa Gembira

18 Juli 2021
Sate Klatak Pak Jede Jogja, Sate Klatak Paling Enak di Lidah Orang Semarang

Sate Klatak Pak Jede Jogja, Sate Klatak Paling Enak di Lidah Orang Semarang

5 Oktober 2025
Dosa Penjual Tongseng Kambing yang Merusak Rasa dan Mengecewakan Pembeli Mojok.co

Dosa Penjual Tongseng Kambing yang Merusak Rasa dan Mengecewakan Pembeli

28 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sudah Selayaknya Tegal Masuk dalam 10 Besar Kota Paling Toleran, Bukan Jogja Mojok.co

Sudah Selayaknya Tegal Masuk dalam 10 Besar Kota Paling Toleran, Bukan Jogja

26 April 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Saya Orang Wonogiri, Kerja di Jogja. Kalau Bisa Memilih Hidup di Mana, Tanpa Pikir Panjang Saya Akan Pilih Jogja

24 April 2026
Surabaya Belum Setara Jakarta: Cukup 2 Alasan Kenapa Kota Terbesar Kedua Ini Belum Siap Jadi Venue Konser Kpop

Surabaya Belum Setara Jakarta: Cukup 2 Alasan Kenapa Kota Terbesar Kedua Ini Belum Siap Jadi Venue Konser Kpop

29 April 2026
12 Istilah Hujan yang Aneh dalam Bahasa Jawa, Ada “Tlenik-Tlenik” hingga “Kethek Ngilo” Mojok

12 Istilah Hujan yang Terdengar Aneh dalam Bahasa Jawa, Ada “Tlenik-Tlenik” hingga “Kethek Ngilo”

30 April 2026
Banyumas yang Semakin Maju Bikin Warga Cilacap Iri

Guyonan “Banyumas Ditinggal Ngangenin, Ditunggoni Ra Sugih-sugih” Adalah Fakta Buruk yang Dipaksa Lucu

27 April 2026
Mengenal Nasi Bu’uk, Menu Tradisional Bondowoso yang Penuh Kisah, tapi Kini Dilupakan

Mengenal Nasi Bu’uk, Menu Tradisional Bondowoso yang Penuh Kisah, tapi Kini Dilupakan

25 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik
  • Nikah di Desa Meresahkan, Perkara Undangan Cetak atau Digital Saja Jadi Masalah tapi Kemudian Sadar Nggak Semua Orang Melek Teknologi
  • Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya
  • Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet
  • Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas
  • Basket Campus League 2026: Jadi Pembuktian Kesolidan Tim Timur dan Label Ubaya sebagai “Raja Basket Jawa Timur”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.