Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Dosa Penjual Tongseng Kambing yang Merusak Rasa dan Mengecewakan Pembeli

Fransisca Tiara Dwi Sherlitawati oleh Fransisca Tiara Dwi Sherlitawati
28 Februari 2026
A A
Dosa Penjual Tongseng Kambing yang Merusak Rasa dan Mengecewakan Pembeli Mojok.co

Dosa Penjual Tongseng Kambing yang Merusak Rasa dan Mengecewakan Pembeli (wikimedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Berasal dari Yogyakarta membuat saya tahu betul mana olahan daging kambing yang enak dan biasa aja. Maklum, selain Solo, Jogja terkenal akan olahan daging kambingnya yang menggoda. Salah satu yang paling banyak digemari adalah tongseng kambing. 

Bagi yang belum tahu, tongseng adalah makanan semacam gulai daging dengan bumbu yang kuat. Daging yang digunakan sebenarnya bisa daging sapi, domba, kerbau, tapi yang paling umum dan terkenal adalah daging kambing. 

Hidup di Jogja membuat saya tahu kekurangan atau kesalahan yang kerap dilakukan penjual tongseng kambing. Kesalahan yang biasanya sepele, tapi bisa merusak rasa. Entah kesalahan itu murni ketidaktahuan atau disengaja demi mempertebal margin keuntungan, pembeli sebaiknya lebih waspada akan “dosa” para penjual tongseng kambing ini. 

#1 Daging kambing terlalu keras atau lembek

Tekstur daging kambing yang terlalu keras atau alot menjadi kesalahan yang paling sering terjadi. Selain daging tua, kesalahan cara memasak juga bisa merusak tekstur daging. Itu mengapa, selain pandai memilih daging, penjual seharusnya mahir juga dalam mengolah kambing. 

Dua kemampuan itu harus berjalan berdampingan. Jangan sampai tongseng kambing yang tersaji di meja pembeli alot dan sulit dikunyah. Seenak apapun rasanya, tongseng jadi terasa kurang nikmat gara-gara teksturnya. 

#2 Membiarkan sayuran pada tongseng kambing layu

Tongseng kambing yang nikmat itu isinya tidak hanya daging dan kuah. Di dalamnya ada sayur kol yang berguna menambah tekstur dan rasa segar agar hidangan tidak monoton. Jadi, jelas ya, sayur kol punya fungsi, bukan sekadar hiasan. 

Itu mengapa, hendaknya sayur kol masih dalam keadaan segar ketika dihidangkan. Jangan sampai sayur lembek, layu, dan hambar agar tidak merusak keseimbangan rasa. Lidah pembeli ingin gigit kol segar sebagai kontras daging dan kuah, bukan tekstur soggy tanpa rasa.

#3 Rasa daging lenyap karena bumbu terlalu kuat

Bisa dibilang tongseng itu makanan yang tricky. Daging kambing mesti diolah sedemikian rupa agar bau prengus hilang. Salah satunya menggunakan banyak bumbu agar bumbunya tersalurkan. Jadi, penjual harus meracik bumbu untuk menciptakan rasa gurih, asing, dan manis yang pas. Di sisi lain, racikan bumbu itu juga tidak boleh terlalu kuat agar tidak menghilangkan rasa daging kambing. 

Baca Juga:

Stereotipe Mahasiswa Sumatera yang Kuliah di Jogja: Dikira Anak Sawit dan Selalu Punya Duit Bejibun, padahal Kami Juga Sering Bokek!

Dibanding Surabaya dan Semarang, Jogja Masih Jadi Pilihan Terbaik untuk Kuliah

Ribet kan? Tapi itulah seninya mengolah daging kambing. 

#4 Kuah tongseng kambing terlalu encer seperti sup

Selain daging, kuah adalah elemen penting lain dalam seporsi tongseng kambing. Kuah tidak boleh terlalu encer seperti sup. Kuah mesti sedikit kental agar bisa berpadu dengan baik dengan daging kambing dan sayuran. 

Tongseng kambing juga tidak cocok disajikan dengan kuah yang terlalu kental. Kuah seperti ini biasanya terlalu banyak kecap atau santan sehingga menyelamurkan rasa dagingnya. 

Selain tekstur kuah, hal yang tidak kalah penting lainnya adalah perbandingan antara porsi kuah dan daging dalam sepiring tongseng kambing. Jangan sampai dagingnya terlalu sedikit karena bisa dianggap tongseng overprice. Jangan pula kuahnya terlalu sedikit karena bisa mengurangi tekstur dan rasa. 

Satu hal lain yang nggak kalah penting, sajikan tongseng kambing selagi kuahnya hangat. 

Itulah, 4 dosa para penjual tongseng kambing yang mengecawakan pembeli. Ingat, bagi penggemar olahan kambing, seporsi tongseng kambing itu karya seni. Itu mengapa, penjual sebaiknya perhatikan baik-baik seporsi tongseng yang disajikan agar tidak kena hujat dan kehilangan pembeli. 

Penulis: Fransisca Tiara Dwi Sherlitawati
Editor: Kenia Intan 

 BACA JUGA 5 Dosa Besar Pedagang Sate Kambing yang Merugikan Pembeli dan Sulit Dimaafkan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

 

Terakhir diperbarui pada 28 Februari 2026 oleh

Tags: daging kambingJogjakambingolahan daging kambingtongsengtongseng kambing
Fransisca Tiara Dwi Sherlitawati

Fransisca Tiara Dwi Sherlitawati

ArtikelTerkait

5 Ciri Warung Soto Enak di Jogja terminal mojok.co

5 Ciri Warung Soto Enak di Jogja

6 Oktober 2021
10 Kuliner Khas Solo yang Bikin Kaget Warga Jogja (Unsplash)

10 Kuliner Khas Solo yang Paling Bisa Bikin Kaget Warga Jogja

20 Desember 2024
Culture Shock Mahasiswa Solo yang Merantau ke Jogja, Ternyata Biaya Hidupnya Lebih Mahal  Mojok.co politik jogja

Culture Shock Mahasiswa Solo yang Merantau ke Jogja, Ternyata Biaya Hidup Lebih Mahal 

27 Oktober 2023
Nasib Bandung dan Jogja, Kota Salah Urus yang Bersembunyi di Balik Romantisasi Mojok.co

Nasib Bandung dan Jogja, Kota Salah Urus yang Bersembunyi di Balik Romantisasi

25 November 2023
Sleeper Bus Membius 2 Teman Saya, Bikin Lupa Kereta Eksekutif (Wikimedia Commons)

Sleeper Bus Mulai Menjadi Moda Transportasi Favorit, Membuat Anak Kereta Berpikir Ulang Naik Naik Kereta Eksekutif

23 Mei 2025
Merantau ke Jogja Menyadarkan Saya tentang Privilese Hidup di Jakarta

Kalau Nggak Pernah Merantau, Baiknya Nggak Usah Bacot

3 Desember 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Orang Jawa Timur Kaget dengan Soto Bening di Jogja, tapi Lama-Lama Bisa Menerima dan Doyan Mojok.co

Orang Jawa Timur Kaget dengan Soto Bening di Jogja, tapi Lama-Lama Bisa Menerima dan Doyan

25 April 2026
4 Menu Janji Jiwa yang Perlu Dihindari biar Nggak Rugi, Saya Aja Kapok Pesan Lagi

Kopi Janji Jiwa Mungkin Sudah Bukan di Posisi Teratas Kopi Kekinian, tapi Menyebutnya Air Comberan Jelas Adalah Penghinaan

24 April 2026
Outfit Kabupaten, Hinaan Orang Kota pada Pemuda Kabupaten yang Nggak Adil, Mereka Juga Berhak Berekspresi!

Outfit Kabupaten, Hinaan Orang Kota pada Pemuda Kabupaten yang Nggak Adil, Mereka Juga Berhak Berekspresi!

25 April 2026
Kalau Mau Ketemu Orang Baik, Coba Naik Trans Jogja (Unsplash)

Kalau Mau Ketemu Orang Baik, Coba Naik Trans Jogja

27 April 2026
Surabaya Belum Setara Jakarta: Cukup 2 Alasan Kenapa Kota Terbesar Kedua Ini Belum Siap Jadi Venue Konser Kpop

Surabaya Belum Setara Jakarta: Cukup 2 Alasan Kenapa Kota Terbesar Kedua Ini Belum Siap Jadi Venue Konser Kpop

29 April 2026
12 Istilah Hujan yang Aneh dalam Bahasa Jawa, Ada “Tlenik-Tlenik” hingga “Kethek Ngilo” Mojok

12 Istilah Hujan yang Terdengar Aneh dalam Bahasa Jawa, Ada “Tlenik-Tlenik” hingga “Kethek Ngilo”

30 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik
  • Nikah di Desa Meresahkan, Perkara Undangan Cetak atau Digital Saja Jadi Masalah tapi Kemudian Sadar Nggak Semua Orang Melek Teknologi
  • Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya
  • Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet
  • Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas
  • Basket Campus League 2026: Jadi Pembuktian Kesolidan Tim Timur dan Label Ubaya sebagai “Raja Basket Jawa Timur”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.