Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

UM BBM: Program KKN ala UM Malang yang Punya Banyak Celah dan Penuh Masalah!

Ahmad Fahrizal Ilham oleh Ahmad Fahrizal Ilham
7 Juni 2026
A A
4 Hal yang Bakal Saya Rindukan setelah Lulus dari UM Malang kkn

4 Hal yang Bakal Saya Rindukan setelah Lulus dari UM Malang (UM Malang via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya percaya, sebetulnya kalau dipersiapkan lebih matang dan diumumkan dari jauh-jauh hari, tentu tidak akan ada semua drama tak penting dari program KKN di UM Malang ini

Menjelang akhir semester genap ini, terjadi kehebohan luar biasa di dalam kampus saya. Sebab untuk kesekian kalinya, pihak Rektorat Universitas Negeri Malang (UM), kembali mengeluarkan kebijakan secara mendadak lagi menyusahkan banyak orang.

ADVERTISEMENT

Setelah hadirnya Smart Gate System (SGS) yang diharapkan bakal meningkatkan keamanan kampus, kini berakhir menjadi portal tidak berguna yang selalu terbuka—bahkan mempersilakan maling motor buat pergi begitu saja—kini, rektorat UM seperti tidak belajar untuk kedua kalinya.

Adalah pemberlakuan program Kuliah Kerja Nyata (KKN)—atau UM menyebutnya Belajar Bersama Masyarakat (BBM)—tanpa pemberitahuan yang jelas sebelumnya.

Drama KKN yang tiba-tiba diwajibkan bagi semua

Sebagian dari kita, tentu sudah tidak asing dengan yang namanya KKN.  Sebuah program mulia, yang ingin mempertemukan antara mahasiswa dengan ide kreatif dan keilmuan teoritisnya, dengan berbagai permasalahan ketertinggalan dan ketimpangan yang dialami oleh warga desa.

Tentu, sebagai sebuah program, KKN punya tujuan yang sangat baik. Tapi, kalau saja ia dipersiapkan dengan buruk, bisa jadi, alih-alih mempermudah kehidupan warga desa, KKN justru bakal menambah berat beban mereka. Dan saya kira, sudah banyak contoh kasusnya soal ini.

Mirisnya, gejala persiapan yang sembarangan itu, terlihat begitu jelas dari kebijakan Rektorat UM Malang.

Sekarang coba bayangkan saja, selama bertahun-tahun, program KKN di UM ini hadir hanya bagi mahasiswa tua, yang tinggal menyelesaikan skripsi dan belum menempuh mata kuliah KKN.

Baca Juga:

Jangan bebani mahasiswa KKN dengan tugas yang harusnya dikerjakan negara

Mahasiswa Politeknik Nggak Pernah KKN, Bukan Berarti Nggak Berjiwa Sosial, Pengabdian Kami Cuma Beda Gaya Saja

Tapi ndilalah, mendadak, sekarang KKN diwajibkan bagi semua mahasiswa semester 4! Padahal, idealnya mereka masih butuh satu tahun lagi untuk skripsi. Pun, sudah banyak program studi yang menawarkan konversi mata kuliah KKN dengan program Magang Berdampak.

Yang lebih parah, pemberitahuan ini, baru didengar secara resmi oleh mahasiswa UM Malang di Mei. Padahal pelaksanaannya itu Juni nanti!

Maksud saya, kok bisa sih ada yang kepikiran kalau dengan timeline seperti itu, program KKN-nya bakal maksimal?! Saya kira Idealis Mendrofa pun pasti kesulitan untuk menemukan dasar logika dari kebijakan yang tergesa-gesa ini.

BACA JUGA: 3 Hal Nggak Enaknya Jadi Mahasiswa UM

Banyak perubahan dan dosen pembimbing lapangan tidak tahu menahu

Seperti yang sudah bisa diprediksi, timeline mepet pasti berdampak pada banyaknya celah yang akan muncul di tengah jalan. Dan terbukti, ini tidak bisa dihindari lagi.

Salah satunya adalah mundurnya pengumuman pembagian kelompok KKN tanpa alasan yang jelas. Tak tanggung-tanggung, pengumuman tersebut, tiba-tiba saja diputuskan mundur untuk 8 hari!

Padahal, 8 hari itu kan, cukup banget ya, buat mahasiswa bisa berkoordinasi dengan teman kelompoknya atau perangkat desa bakal daerah KKN mereka. Maksud saya, sudah mah waktunya sedikit, ada sisa 8 hari pun, dibuang sia-sia karena ketidaksiapan sistem untuk mendata.

Kalau begini yang susah siapa? Ya, mahasiswanya juga.

Namun tak hanya itu. Yang lebih miris, setelah penentuan lokasi dan kelompok yang molor itu, masih saja ada drama yang terjadi. Di mana, tidak sedikit dari dosen pembimbing lapangan (DPL) yang namanya tercantum dalam file pengumuman, namun ketika dihubungi, justru mengaku tidak tahu apa-apa.

Beberapa dari mereka, bahkan mantap bersaksi jika tidak pernah dikabari kalau bakal mendampingi mahasiswa KKN. Duh! Kok bisa sih? Apa ya gak takut kualat, kalau mainin dosen yang gajinya kecil begini?

Pelecehan verbal di pembekalan UM Malang

Seolah keadaan negara yang sudah terasa buruk tapi ternyata masih bisa lebih buruk lagi, program KKN di UM Malang pun demikian. Dalam sebuah forum pembekalan yang digelar online bagi seluruh mahasiswa, terdengar jelas salah seorang dosen menyampaikan pesan bernada tidak pantas.

Sebetulnya, orang itu berpesan agar mahasiswa mampu memilah foto-foto untuk dilampirkan pada tautan evaluasi nantinya. Hanya saja, beliau berucap begini:

“…nah tapi kalau (dokumentasi/foto selama KKN) terlalu vulgar ya disensor, buat konsumsi pribadi saja. Jangan dishare di sini, di (tautan) evaluasi. … kasihan nanti DPL-nya jadi pengen…”

Duh! Tentu saya tidak perlu mengemukakan argumentasi panjang lebar lagi. Jelas, ini adalah guyonan seksis. Sebab kalimat tadi tidak hanya menganggap bahwa mahasiswa akan mendokumentasikan hal-hal berbau vulgar selama KKN, akan tetapi ia juga sangat melecehkan martabat dari dosen UM Malang secara umum, yang seolah pasti merasa “pengen” kepada mahasiswanya sendiri.

Meski pernyataan permohonan maaf dari oknum dosen tersebut sudah diunggah di akun @dpm.um, tapi tetap saja, masih banyak mahasiswa yang menunggu sanksi tegas dari kampus soal ini. Sebab, pernyataan ngawur itu, sudah telanjur terekam dan menyebar luas ke banyak telinga.

Setahu saya, UM Malang memiliki banyak sekali dosen-dosen hebat dan berkualitas. Pun, saya juga mengenal baik beberapa dari mereka. Maka dari itu, mestinya UM tidak perlu ragu, buat menjatuhkan sanksi kepada oknum dosen yang telah berucap tidak pantas itu. Dengan sanksi yang seterang-terangnya dan seadil-adilnya.

Sebagai mahasiswa UM Malang yang melihat drama KKN

Saya percaya, sebetulnya kalau dipersiapkan lebih matang dan diumumkan dari jauh-jauh hari, tentu tidak akan ada semua drama tak penting dari program KKN di UM Malang ini. Hanya saja, yang terjadi justru sebaliknya.

Sebagai perwakilan mahasiswa, tentu saya menyayangkan ini semua. Saya masih tidak mengira, kemampuan perencanaan program dan komunikasi kepada mahasiswa dari pihak kampus masih saja terbilang payah.

Tentu saya berharap, kalaupun program ini ternyata memang harus tetap berjalan—meskipun dalam keadaan pincang, semoga semua koordinasi bisa diperbaiki lagi. Komunikasi kepada mahasiswa juga bisa diperbaiki lagi.

Jangan sampai, amit-amit, ketika nanti ada situasi buruk yang terjadi di lapangan, kampus justru lepas tangan. Sebab saya percaya, kegagalan dalam perencanaan, sama saja seperti sedang merencanakan kegagalan.

Dan kalau dilihat dari gejalanya, UM Malang ini memang mau merencanakan kegagalan program KKN, kan? Kalau tidak, ya sudah. Buktikan dengan pembenahan dan evaluasi menyeluruh saja dari sekarang. Titik.

Penulis: Ahmad Fahrizal Ilham
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 4 Pertanyaan yang Sebaiknya Nggak Ditanyakan kepada Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) karena Bikin Emosi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 Juni 2026 oleh

Tags: KKNUM Malanguniversitas negeri malang
Ahmad Fahrizal Ilham

Ahmad Fahrizal Ilham

Berasal dari Malang, dengan ketertarikan mendalam pada narasi kemanusiaan. Ia meyakini bahwa cerita terbaik sering kali tidak ditulis, melainkan dirasakan dari detak jantung pemiliknya

ArtikelTerkait

Cerita KKN, Benar Nggak sih Mahasiswa Itu Agen Perubahan?

Cerita KKN, Benar Nggak sih Mahasiswa Itu Agen Perubahan?

16 Februari 2020
Kampus Makin Pelit Kasih Uang Saku ke Mahasiswa KKN, padahal Biaya KKN Nggak Murah

Kampus Makin Pelit Kasih Uang Saku ke Mahasiswa KKN, padahal Biaya KKN Nggak Murah

9 Juli 2025
KKN di Desa Kayangan: Tidak Ada Angkringan di Sini

KKN di Desa Kayangan: Tidak Ada Angkringan di Sini

17 Februari 2020
KKN di Bulan Agustus Itu Anugerah Sekaligus Musibah: Gara-gara Proposal Agustusan, Akhir KKN Serasa di Neraka

KKN di Bulan Agustus Itu Anugerah Sekaligus Musibah: Gara-gara Proposal Agustusan, Akhir KKN Serasa di Neraka

9 Oktober 2025
5 Hal yang Bikin Saya Nggak Betah Tinggal di Desa

Romantisasi Desa Lama-lama Terdengar Begitu Menggelikan

16 April 2023
KKN: Tak Lebih dari Ajang Adu Gengsi dan Bikin Konten

KKN: Tak Lebih dari Ajang Adu Gengsi dan Bikin Konten

9 Agustus 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa UIN Nggak Wajib Nyantri, tapi kalau Nggak Nyantri ya Kebangetan lulusan UIN

Niat ikut organisasi mahasiswa di UIN cuma mau cari teman, malah jadi terpaksa ikut pengkaderan yang rumit

31 Juli 2026
Nonton timnas Indonesia di Youtube Reza Arap memang aneh (Wikimedia Commons)

Nonton timnas Indonesia di Youtube Reza Arap memang aneh, komentator nggak jelas, tapi jangan menghujat dulu

1 Agustus 2026
Penebang pohon keliling, profesi yang kerap dianggap sepele, dibayar murah, padahal taruhannya nyawa

Penebang pohon keliling, profesi yang kerap dianggap sepele, dibayar murah, padahal taruhannya nyawa

2 Agustus 2026
Ospek kampus masih gini-gini aja, masih tidak berguna dan nggak ngasih apa-apa

Ospek kampus masih gini-gini aja, masih tidak berguna dan nggak ngasih apa-apa

6 Agustus 2026
Andai duit bukan masalah, saya mau merintis usaha katering Mojok

Andai duit bukan masalah, saya mau merintis usaha katering rumahan

2 Agustus 2026
Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

4 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.