Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame List

5 Alasan Kenapa Ayam Nggak Bisa Ikut Jadi Hewan Kurban

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
10 Agustus 2019
A A
ayam cemani
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kalau yang bisa jadi hewan kurban itu binatang-binatang ternak, kenapa ayam nggak boleh gabung? Persyaratan apa yang nggak dipenuhi hewan satu ini???

Idul Adha hampir tiba. Artinya, kita bakal bertemu lagi dengan momen kurban. Bersiap-siaplah, selain harus salat id (jangan lupa, ya!), kita juga harus mendengar lagi joke berulang: “Tahun ini hewan kurban sapi atau kambing? Eh, atau hatimu yang dikurbankan? Hehe!”

Iklan

Dari hewan-hewan ternak yang menjadi hewan kurban, ayam tak pernah disebut. Meski sempat ada yang meyakini bahwa ayam boleh menjadi hewan kurban dan akikah, pendapat ini dinilai kurang kuat.

Lagian nih ya, terlepas dari alasan yang masuk akal dari sisi agama (ada baiknya ini dibahas di rubrik Khotbah suatu hari nanti), ada beberapa alasan lain pula yang mendukung bahwa sebaiknya memang ayam nggak usah ikutan jadi hewan kurban. Penasaran nggak? Penasaran dong~

*JENG JENG JENG*

1. Tahinya ke Mana-Mana

Selagi menunggu giliran untuk disembelih, kambing, domba, atau sapi biasanya akan berdiri dengan tenang sambil makan rumput dan diikat dengan tali yang terpasang pada palang. Nah, coba tebak dan bayangkan sendiri kalau ayam yang jadi hewan kurbannya: Masa iya kita mau ngiket ayam pakai tali?

Yang umum, ayam biasanya dilepas begitu saja di kandang atau pekarangan. Ini artinya, saat dia berjalan dan tiba-tiba ingin buang air besar, ya dia buang air besar saat itu juga. Di mana saja—lah wong posisinya aja dia lagi jalan-jalan, kok.

Alhasil, bukannya fokus motong hewan kurban, panitia Idul Adha-nya bisa-bisa malah sibuk jalan sambil mengangkat kaki demi menghindari “ranjau”. Hiii!

2. Terlalu Mudah Di-handle

Setiap kali penyembelihan hewan kurban tiba, beberapa anak kecil justru excited untuk melihat para binatang ini ditarik dengan tali dan dipegangi banyak orang hanya untuk berbaring agar mudah disembelih. Semakin susah, semakin heboh. Meski agak takut, anak-anak kecil tadi tetep semangat nonton. Yakin saya.

Sekarang bayangkan kalau hewan kurbannya seekor ayam: Cuma dipegang satu orang saja, ia bakal langsung dengan cepat digeletakkan di tempat sembelih. Terlalu mudah, istilahnya. Tidak ada debar-debar adrenalin yang dirasakan anak-anak. Tidak seru. Yakin saya.

3. Rebutan Kulit Ayam

Kalau kulit sapi dan kulit kambing dengan mudah dipreteli dan tidak begitu banyak diminati orang, pihak panitia kurban bisa dengan mudah memutuskan mau dibagikan ke mana kulit tadi (ingat, kulit binatang kurban tidak boleh dijual).

Nah, apa jadinya kalau ayam jadi hewan kurban? Tentu saja, orang-orang pasti bakal berebut makan kulitnya! Ya gimana lagi, kulit ayam, apalagi kalau digoreng kering crispy gitu, suka bikin lupa diri, mylov~

4. Ayam Simbol Loser

Entah bagaimana awalnya, ayam alias chicken sering kali diasosiasikan dengan keadaan penakut, atau pengecut (loser). Dengan image yang kurang baik begini, kok rasanya tega betul kalau kita “menghajarnya” langsung dalam kurban, ya?

Jadi, daripada didelegasikan sebagai hewan kurban, kayaknya lebih baik kita memberikan waktu yang lebih banyak bagi para ayam untuk membuktikan salah kaprah atas image-nya selama ini!

Iklan

5. Dituduh Mau Nyaingin KFC

Di dunia penuh perdebatan panjang tanpa ujung begini, kita harus waspada dan hati-hati. Salah berkata sedikit aja, udah langsung dituduh macem-macem. Jangan-jangan, dengan menjadikan ayam sebagai hewan kurban, kita pun bakal disangka bakal menyaingi KFC. Loh kok bisa?

Iya, soalnya nanti dikira hasil sembelihannya mau digoreng dulu sebelum dibagikan, lalu dipasangi label di plastiknya: Kurban Fried Chicken.

Terakhir diperbarui pada 10 Agustus 2019 oleh

Tags: hewan kurbanIdul AdhakambingKFCkulit ayamsapisembelih
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

Nasib miskin di masa kecil: Cuma bisa ngiler saat tetangga kaya beli seember ayam goreng dari restoran cepat saji KFC cuma buat pamer MOJOK.CO
Kuliner

Pertama Tahu KFC, Ngebet Pengen Makan Ayam Goreng Tanpa Nasi Berakhir Menelan Kecewa

4 Oktober 2025
Sisi gelap kurban (Idul Adha) di desa. Orang miskin nelangsa, tapi orang kaya pesta daging MOJOK.CO
Ragam

Ironi Kurban di Desa: Saling Jegal demi Raup Keuntungan, Orang Miskin Tak Kebagian Daging sementara Orang Mampu Berpesta

6 Juni 2025
antraks di indonesia mojok.co
Kesehatan

Sejarah Antraks di Indonesia yang Menjadi Penyakit Endemik Ternak di 13 Provinsi

10 Juli 2023
Menjangkiti 87 Warga Gunung Kidul, 12 Ternak Mati Akibat Antraks. MOJOK.CO
Kesehatan

Menjangkiti 87 Warga Gunungkidul, 12 Ternak Mati Akibat Antraks

6 Juli 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Persaingan bisnis atau usaha di desa kabupaten kejam: cara kotor saling menjatuhkan hingga jebakan pelanggan loyal MOJOK.CO

Kejamnya Persaingan Bisnis di Desa Kabupaten: Cara Kotor Saling Menjatuhkan hingga Jebakan Pelanggan Loyal

20 Juni 2026
Ujian keuangan di kota perantauan gara-gara masalah tidak terduga yang datang keroyokan, bikin gagal punya tabungan MOJOK.CO

Ujian Keuangan di Kota Perantauan: Bikin Mumet dan Gagal Nambah Tabungan Gara-gara Masalah yang Datang Keroyokan

24 Juni 2026
Bagi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Dahlan Iskan, iklim investasi di Jateng sangat cocok bagi pengusaha untuk investasi MOJOK.CO

Iklim Investasi di Jawa Tengah Menarik Hati, Bikin Puluhan Pengusaha Melirik untuk Kolaborasi

19 Juni 2026
Mahasiswa Unair kuliah di Polandia, Eropa dengan beasiswa pertukaran pelajar dari Erasmus. MOJOK.CO

Jalan-jalan ke 6 Negara di Eropa dengan Beasiswa Erasmus, Mahasiswa Unair Ini Dapat Pembelajaran Berharga dari Sekadar Belajar Musik

24 Juni 2026
Pasang WiFi di rumah desa. Niat untuk kenyamanan dan efisiensi pengeluaran keluarga malah dipalak tetangga MOJOK.CO

Punya WiFi di Rumah Desa Bikin Bocil Tetangga Jadi Kurang Ajar dan Hilang Adab, Saya yang Bayar Tagihan Cuma Dapat Emosinya

25 Juni 2026
Nasib desainer grafis di desa kabupaten: jasa desain logi dianggap gratisan, pindah Jakarta kaget ternyata cuannya menjanjikan MOJOK.CO

Jasa Desain Logo di Desa Kabupaten Dianggap Sepele hingga Jadi Gratisan, Pindah Jakarta Kaget 1 Logo Cuannya Menjanjikan

23 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.