Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Pengalaman Hidup di Kos Campur: Sebenarnya Tidak Seburuk Itu, tapi Sebaiknya Memang Jangan Pernah Coba-coba Tinggal

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
13 Mei 2026
A A
5 Kelebihan Kos LV yang Jarang Disadari, Nyatanya Nggak Seburuk yang Diceritakan Orang kos campur

5 Kelebihan Kos LV yang Jarang Disadari, Nyatanya Nggak Seburuk yang Diceritakan Orang (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ketika dengar kata kos campur, pasti yang di pikiran kalian adalah kebebasan, suara mendesah tiap malam, serta kegilaan yang tak terbatas. Akui saja, nggak usah ditutup-tutupi begitu lah.

Dulu saya mikirnya juga begitu, sebelum pindah ke kos campur. Saya sempat tinggal di kos campur sekitar beberapa bulan. Saya sudah menyiapkan jika diri saya harus melihat kegilaan yang ada. Pikiran saya saat itu, asal ra nyenggol, ra bakal disenggol. Toh saya pekerja, ngapain ngurusin tingkah anak kos lain.

Tapi begitu tinggal, saya akhirnya tau bahwa kos campur yang sering dianggap tempat orang biadab berkumpul, ternyata tidak seburuk itu. Malah yang saya temui, nggak buruk sama sekali.

BACA JUGA: Pengalaman Pertama Ngekos di Kos Campur Jogja: Sebulan Penuh Penderitaan, Isinya Drama Tanpa Ujung

Desahan di kos campur

Namanya kos campur, biasanya ya bebas. Pikiran orang-orang, kalau kosnya bebas, ya isinya seks bebas. Dari dulu kayak gitu. Masalahnya, sewaktu saya tinggal di situ, saya nggak denger kayak gitu sama sekali. Kalau pada ngeseks saya nggak tau, nggak mungkin juga saya intip.

Cuma kalau fantasi kalian adalah suara lenguhan panjang dua insan sepanjang hari, buang jauh-jauh kayak gitu. Kos bebas dan gila itu sering sepaket, tapi nggak melulu seperti itu juga kegiatannya. Sepanjang waktu saya ngekos di Jogja, hampir semuanya kos bebas, nyatanya orangnya ya normal-normal saja.

Dan kos campur, ya nggak ada bedanya begitu jauh.

Orang-orangnya pada cuek

Yang saya alami selama ngekos di kos campur, ya orang-orangnya pada cuek. Tegur sapa jarang banget. Jadi jika ditanya trait paling keliatan di kos campur, menurutku justru bukan orang-orangnya gila, tapi kelewat individualistis. Makanya kos campur dan kos bebas itu laku keras bukan karena kebebasan dari norma, tapi karena orangnya nggak pedulian, akhirnya bisa fokus sama diri sendiri.

Baca Juga:

Seturan dan Babarsari, Padukuhan Kiblat Kehidupan Bebas Yogyakarta

Ironi Kos Eksklusif di Jogja, Tembok Tinggi Penanda Status Sosial di Kota yang Katanya Murah Meriah  

Saya beneran tidak tahu penghuni lain selain yang memang sudah saya kenal sebelumnya. Yang saya kenal pun, belum tentu saya ketemu tiap hari. Pada dasarnya, saya beneran sama kayak pekerja yang lainnya, yang pake kos sebagai tempat tidur saja. Jadi ya, kalian nggak usah mikir saya gimana-gimana.

Kamar mandinya memang bermasalah, sih

Kapan hari, saya mengedit naskah tentang kos lv di Jogja, dan penulis mengeluhkan kamar mandi. Nah, kalau ini, saya setuju. Masalah di kos yang saya tempati pun tentang kamar mandi.

Kos saya saat itu memang kamar mandinya banyak. Tapi yang dua kelewat sempit. Yang satunya, yang luas, sering dipakai. Masalahnya, kondisinya ya ngapunten, nggak menyenangkan.

Apalagi kos yang saya tempati itu kamarnya banyak. Banyak jenis penghuni dengan karakteristiknya masing-masing, bikin kamar mandi “hancur”. Saya malah merasa mendingan kos saya yang lama, meski murah, kamar mandinya proper. Padahal kos cowok lho, yang biasa dianggap sebagai “penghancur”.

Saya tidak tinggal begitu lama di kos tersebut. Kamar mandi lah yang jadi alasan utama. Kemudian saya pindah kos putra kamar mandi dalam, yang lebih sering saya tinggal karena badai covid saat itu bikin saya merasa nggak aman dan memilih pulang kampung.

Jadi, intinya, saya nggak amat setuju kalau kos campur dianggap seburuk itu. Sebenarnya ya balik ke orang-orangnya. Mungkin kos yang saya tempati saat itu orang-orangnya waras. Di kos lain, mungkin kegilaan adalah budayanya. Tapi kalau saya disuruh milih lagi, pilih kos campur atau kos biasa, saya dengan tegas memilih…

Beli rumah. Ngapain milih ngekos kalau bisa beli rumah. Aneh.

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Pengalaman Saya sebagai “Anak Baik-baik” Tinggal di Kos LV Jogja yang Penuh Drama

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 13 Mei 2026 oleh

Tags: kos campurkos campur di jogjakos lvkos lv di jogja
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.

ArtikelTerkait

Pengalaman Saya sebagai “Anak Baik-baik” Tinggal di Kos LV Jogja yang Penuh Drama Mojok.co

Pengalaman Saya sebagai “Anak Baik-baik” Tinggal di Kos LV Jogja yang Penuh Drama

23 Maret 2025
Kos LV di Gamping Sleman Banyak Diminati Mahasiswa Membuat Warga Sekitar Resah Mojok.co

Kos LV di Gamping Sleman Banyak Diminati Mahasiswa Membuat Warga Sekitar Resah

12 Mei 2025
5 Kelebihan Kos LV yang Jarang Disadari, Nyatanya Nggak Seburuk yang Diceritakan Orang kos campur

5 Kelebihan Kos LV yang Jarang Disadari, Nyatanya Nggak Seburuk yang Diceritakan Orang

9 Agustus 2025
Geliat Kos LV Malang: Belum Setenar, Seheboh, dan “Tersentralisasi” Kos LV Jogja, tapi Sama-sama Dianggap Meresahkan  

Pengalaman Setahun Lebih di Kos LV: Tempatnya Kumuh, dan Selalu Denger Suara Desahan di Malam Hari

29 Juli 2025
Kampus Jualan Kos Eksklusif: Cari Duit Boleh, tapi ya Nggak Begini Juga jogja

Ironi Kos Eksklusif di Jogja, Tembok Tinggi Penanda Status Sosial di Kota yang Katanya Murah Meriah  

10 Februari 2026
Kos LV di Jogja Isinya Maksiat, tapi Tetap Laku Diburu Mahasiswa (Unsplash) kos campur

Pindah dari Kos LV ke Kos Campur Ternyata Keputusan Buruk, Bukannya Tenang dari Desahan, Malah Tambah Sengsara

29 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman Mendaki Pertama Kalinya dan Nekat Langsung ke Lawu: Sebuah Kesalahan yang Nggak Bikin Saya Menyesal gunung lawu

3 Perilaku Pendaki Gunung Lawu yang Bikin Geleng-geleng, Eksklusif dari Penjaga Basecampnya Langsung

9 Mei 2026
Warga Lokal Bersyukur Salatiga Nggak Punya Stasiun, Biarlah Kota Ini Dinikmati oleh Orang-orang yang Mau Effort Mojok.co

Warga Lokal Bersyukur Salatiga Nggak Punya Stasiun, Biarlah Kota Ini Dinikmati oleh Orang-orang yang Mau Effort

6 Mei 2026
Jangan (Pernah) Percaya Kabar Kylian Mbappe (Akhirnya) Pindah ke Real Madrid, Pokoknya Jangan

Ketika 30 Juta Orang Ingin Kylian Mbappe Angkat Kaki dari Real Madrid

8 Mei 2026
Checklist Mahasiswa Semester Akhir: Siapkan Semua Berkas Ini Kalau Mau Lulus

5 Sifat Mahasiswa Semester Akhir yang Menjengkelkan, Segera Intropeksi Diri Jika Tidak Ingin Dijauhi Teman

12 Mei 2026
Sisi Gelap Gamping Sleman yang Jarang Dibicarakan Orang

Gamping, Gerbang Masuk Barat sekaligus Tempat Bersejarah di Jogja yang Kehilangan Harga Dirinya

7 Mei 2026
Predikat Cumlaude Kini Basi dan Tidak Prestisius Lagi karena Terlalu Banyak Mahasiswa Memilikinya Terminal

Predikat Cumlaude Kini Basi dan Tidak Prestisius Lagi karena Terlalu Banyak Mahasiswa Memilikinya

10 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.