Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Culture Shock Warga Cepu Pindah ke Malang, Banyak Orang Ngomong Kebolak-balik dan “Kasar”

Nur Indah Wuriani oleh Nur Indah Wuriani
28 Mei 2026
A A
Culture Shock Warga Cepu Pindah ke Malang, Banyak Orang Ngomong Kebolak-balik dan “Kasar” Mojok.co

Culture Shock Warga Cepu Pindah ke Malang, Banyak Orang Ngomong Kebolak-balik dan “Kasar” (uns

Share on FacebookShare on Twitter

Saya orang Cepu, Jawa Tengah yang menikah dengan orang Malang, Jawa Timur. Sebelum diboyong suami ke sana, saya sama sekali tidak khawatir soal perbedaan budaya antara Cepu dan Malang.

Pikir saya, Cepu dan Malang sama-sama di Pulau Jawa, masih menggunakan Bahasa Jawa, kebiasaan orang-orangnya pun tak jauh beda. Pasti saya bisa dengan mudah menyesuaikan di sana. Salah besar, saya menemui beberapa perbedaan yang cukup mengagetkan di Paris of East Java ini. Berikut beberapa di antaranya:

Baca juga Kota Malang Gampang Bikin Kangen Gara-gara UM dan Jalan Ijen.

#1 Pengantin di Malang dipajang di pelaminan hingga larut malam

Momen saya pindah ke Malang, adalah seminggu setelah pernikahan saya di Jawa Tengah. Umumnya di daerah saya di Cepu, Jawa Tengah, resepsi berlangsung dari pagi/siang sampai sore. 

Biasanya tidak sampai maghrib, pengantin sudah turun pelaminan walau tamu tetap berdatangan hingga malam atau bahkan beberapa hari setelahnya. Hal yang berbeda saya temui di Malang. 

Rupanya, di Malang, resepsi berlangsung dari pagi hingga malam dengan pengantin tetap sedia di pelaminan hingga larut malam, antara pukul 9-10 malam. Saya teringat, inilah momen culture shock pertama yang saya alami.

#2 Perbedaan dialek dan beberapa kosakata

Kalian kira semua bahasa Jawa itu sama? Cobalah Anda bergaul dan ngobrol cukup panjang dengan orang-orang dari Solo dan Malang. Cukup setengah jam saja, kalian akan menyadari kalau dialek antara Solo-Malang ini cukup signifikan bedanya. 

Contoh sederhananya, orang Malang menyebut “sepeda motor” dengan sebutan “sepeda”. Sedangkan sepeda kayuh, di sini disebut dengan “sepeda pancal”. Jadi, kalau orang Solo bingung mendengar saudara di Malang masuk rumah sakit hanya karena ditabrak “sepeda”, sekarang sudah paham?

Baca Juga:

Malang Bukan Lagi Kota yang Dingin dan Asri, Kini Ia Menjelma Jadi Kota Panas dan Tak Menyenangkan

Susahnya Jadi Arek Malang di Jakarta: Berniat Mengobati Homesick Lewat Bakso Malang, eh yang Jual Malah Orang Tasik

#3 Bahasa walikan banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari warlok Malang

Bahasa Walikan sudah dikenal menjadi ciri khas warga Malang. Misal, untuk mengatakan “biasa” mereka memakai “asaib”, “sekali” jadi “ilakes”, dan “budhal” jadi “ladub”. Saya tahu konsepnya, tapi cukup makan waktu bagi saya untuk membiasakannya. 

Ada pengalaman lucu soal penggunaan bahasa walikan di Malang. Suatu hari, saya mengunjungi sebuah kafe, di salah satu areanya, ada bangunan dengan tulisan “Omah Helo-helo”. Dengan polosnya, saya kira bangunan ini adalah pusat informasi. Belakangan, saya baru sadar bahwa bangunan itu adalah toko oleh-oleh. Alamak!

Baca juga Cepu Blora Adalah Daerah Serba Tanggung: Masuk Jawa Tengah, tapi Lebih Dekat dengan Jawa Timur.

#3 Perbedaan nada bicara

Sebagai orang Jawa Tengah yang tinggal di sisi utara atau Pantura, saya merasa gaya bicara saya cukup kasar. Namun, setelah pindah ke Malang, ternyata gaya bicara saya nggak ada apa-apanya. 

Saya tergolong lembut dibandingkan orang Malang. Orang-orang sekitar saya bicara dengan nada seolah mereka sedang debat politik. Satunya Anak Gemoy satunya Anak Abah. Kebayang, kan, tensinya? 

Nah, seperti itulah kira-kira nada bicara orang Malang sehari-hari. Mungkin daerah ini semacam Medan cabang Jawa Timur.

#4 Nasi ayam, mendhol, dan nasi jagung yang tak ada dalam bayangan orang Cepu

Di Jawa Tengah, nasi ayam adalah nasi dengan lauk ayam. Di Malang berbeda, nasi ayam adalah nasi yang disiram kuah kental dengan potongan ayam dan sawi. 

Kekagetan serupa juga terjadi pada mendol. Seumur hidup, saya tidak pernah tahu apa itu mendol. Rupanya, mendol adalah lauk dari kedelai yang dihaluskan. Sampai sekarang, saya tidak doyan karena seumur hidup hanya akrab dengan tempe. 

Satu hal lain yang cukup membuat kaget adalah nasi jagung! Nasi Jagung di kampung saya, teksturnya sangat halus dan berwarna putih. Sedangkan nasi jagung di Malang berwarna kuning dan bentuknya mirip dengan nasi beras. Sungguh membingungkan.

Teman-teman ada yang pindah ke Malang dan merasakan kekagetan serupa? Culture shock di atas memang nggak begitu menyulitkan saya dalam kehidupan sehari-hari. Namun, kenyataan ini menyadarkan saya bahwa betapa beragamnya masyarakat kita. Walau sama-sama di Jawa, ada banyak sekali kebiasaan yang berbeda dan bisa bikin kaget. 

Penulis: Nur Indah Wuriani
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Cepu Blora Adalah Daerah Serba Tanggung: Masuk Jawa Tengah, tapi Lebih Dekat dengan Jawa Timur

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 28 Mei 2026 oleh

Tags: cepuMalang
Nur Indah Wuriani

Nur Indah Wuriani

ArtikelTerkait

Pengalaman Orang Malang Merantau di Semarang, Kesulitan Menemukan Kuliner yang Cocok di Lidah Mojok.co

Cerita Orang Malang Merantau ke Semarang, Nggak Cocok dengan Kulinernya dan Berakhir Makan Pecel Lele Hampir Tiap Hari

9 September 2025
Sebagai Warga Surabaya, Saya Setuju Ibu Kota Jawa Timur Pindah ke Malang Terminal Mojok

Sebagai Warga Surabaya, Saya Setuju Ibu Kota Jawa Timur Pindah ke Malang

5 Februari 2023
Kuliah di Universitas Negeri Malang (UM) Menyadarkan Saya, Ternyata Nggak Semua Orang Cocok Belajar di Sini Mojok.co UM malang

Kuliah di Universitas Negeri Malang (UM) Menyadarkan Saya, Ternyata Nggak Semua Orang Cocok Belajar di Sini

22 Juni 2024
Menghitung Pendapatan Tukang Parkir di Malang, Jauh Melebihi UMR Malang, Gaji Pekerja Kantoran Jadi Sepele!

Tukang Parkir di Malang Gajinya Bisa Sampai 9 Juta, Pekerja Kantoran Keliatan Sepele!

25 Mei 2025
Membayangkan Andai Cepu Lepas dari Blora: Cepu Makin Kaya, Blora Jadi Kabupaten yang Menderita

Membayangkan Andai Cepu Lepas dari Blora: Cepu Makin Kaya, Blora Jadi Kabupaten yang Menderita

30 Juli 2025
Bus Parikesit Malang Konsisten Butut dan Menyiksa Penumpang, tapi Tetap Jadi Andalan Mojok.co

Bus Parikesit Malang Konsisten Butut dan Menyiksa Penumpang, tapi Tetap Jadi Andalan

20 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Soal Budaya Makan, Jawa Miskin Mengenaskan di Depan Sumatra (Unsplash)

Sebagai Orang Jawa, Saya Merasa Miskin saat Tahu Orang Sumatra Tak Bisa Makan tanpa Lauk Ikan

13 Juni 2026
Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya Mojok.co kota pelajar

Jogja Kota Pelajar Bukan Cuma Soal UGM, tapi Soal Standar Pendidikan dari SD yang Sudah Kompetitif

17 Juni 2026
S2 UGM Diperebutkan Lulusan S1 dari Kampus Mana Aja kecuali dari Kampus Sendiri Mojok

Boikot UGM Itu Hak Semua Orang, tapi Jangan Lupa Kalau Keterima UGM itu Nggak (Pernah) Gampang  

19 Juni 2026
All New Honda Vario 125 eSP 2018: Motor Matik Kencang, Nyaman, dan Paling Enak Dipakai Harian motor honda blade 110 honda vario 160 supra x 125 vario street suzuki burgman

Vario Street Harus Diakui Lebih Jelek ketimbang Suzuki Burgman, Jika Bisa Beli Salah Satunya, Mending Beli Suzuki Burgman Saja  

14 Juni 2026
Stasiun Delanggu Klaten, Stasiun Mungil Andalan Warlok Pelaju Solo-Jogja Mojok.co

Stasiun Delanggu Klaten, Stasiun Kecil yang Besar Jasanya bagi Warlok Pelaju Solo-Jogja

13 Juni 2026
Upin Ipin Serial TV yang Merusak Anak-Anak kalau Ditonton Tanpa Dampingan Orang Dewasa Mojok.co

Upin Ipin Serial TV yang Tampak Aman untuk Anak-Anak, tapi Aslinya Bisa Merusak kalau Ditonton Tanpa Dampingan Orang Dewasa

19 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.