Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Bayar Parkir Liar di Malang: Nggak Dijagain, tapi Sungkan kalau Nggak Dibayar

Farhan Madinanta Adyatma oleh Farhan Madinanta Adyatma
28 Februari 2026
A A
Malang Kota Wisata Parkir, Tiap Sudut Kota Kini Dikuasai Tukang Parkir Semakin Nggak Nyaman

Malang Kota Wisata Parkir, Tiap Sudut Kota Kini Dikuasai Tukang Parkir Semakin Nggak Nyaman (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai orang asli Malang dan sering wira-wiri di Malang, bayar parkir liar menjadi kebiasaan yang sudah membudaya dan sudah dianggap sangat biasa. Ketika keluar rumah, uang Rp2.000 atau dua ribu perak jadi sangat krusial, itu berfungsi sebagai ‘jimat keselamatan’ yang wajib diselipkan di saku celana tiap kali keluar rumah.

Menyiapkan uang paling nggak sebesar dua ribu perak untuk bayar parkir liar itu sudah seperti menjadi kewajiban ketika keluar rumah. Itu sudah terhitung sebagai ongkos yang harus ditanggung ketika keluar rumah.

ADVERTISEMENT

Kaget kok ada yang protes pungutan parkir liar

Di media sosial belakangan ini, kita sudah nggak asing dengan konten-konten yang mempermasalahkan pungutan parkir liar ini. Apalagi ketika bayar parkir liar, lalu di karcis atau di tiang ada tulisan “kehilangan barang bukan tanggung jawab kami”, yang semakin membuat orang makin geram dan mempermasalahkan bayar parkir liar.

Saya termasuk orang yang sempat kaget ketika melihat media sosial yang menganggap bayar parkir liar itu sebagai hal yang salah. Saking kagetnya, saya sampai membatin: “Lho, di daerah lain ternyata bayar parkir bisa jadi masalah.”

Hal itu biasa terjadi karena kebiasaan bayar parkir liar di Malang sudah sangat mengakar. Dan di Malang bahkan ada eranya ketika bayar parkir liar lalu mendapat karcis bertuliskan “kehilangan barang bukan tanggung jawab kami”.

BACA JUGA: Kayutangan Ternyata Nggak (Pernah) Berubah: Macet dan Parkir Masih Jadi Masalah Pelik meski Berkali-kali Dikritik

Bayar parkir liar di Malang itu demi kerukunan bersama

Saya melihat bahwa kebiasaan bayar parkir liar di Malang ini seperti sudah menjadi budaya. Bahkan akan terasa sedikit aneh bagi orang Malang jika terdapat tempat parkir gratis.

Selain itu, kadang-kadang ada juru parkir (jukir) liar yang hanya menunggu di depan pintu keluar parkir dan nggak blak-blakan minta uang untuk bayar parkir. Dari situ sebenarnya bisa saja kita tancap gas dan kabur.

Baca Juga:

Deklarasi Wonogiri sebagai ibu kota mi ayam bakso harusnya menyadarkan Malang bahwa reputasi saja tidak selalu cukup

Stadion Gajayana Malang tempat potensial yang bernasib sial

Tapi ya gitulah, rasa sungkan khas orang Malang itu sialnya muncul tiba-tiba dan tetap saja pengendara bayar parkir liar. Walaupun tahu kadang ketika keluar parkir pun nggak dibantu oleh jukir itu.

Ditambah kadang juga ada jukir yang jutek jika pengendara mengabaikan keberadaannya. Walaupun jukir itu sendiri nggak bilang apa-apa dan tetap diam saja berharap pengendara bayar parkirnya dengan ngode-ngode. Sudah kayak orang pacaran aja, suka ngode-ngode.

Jika pengendara nggak membawa uang lebih untuk bayar parkir, biasanya pengendara akan menghindari berkunjung ke tempat yang ada jukir liar. Misal jika ingin pergi ke supermarket membeli sesuatu, tapi nggak ada uang lebih untuk bayar parkir liar, pergi ke supermarket itu bisa ditunda nanti hingga ada uang kecil untuk bayar parkir liar.

BACA JUGA: Tukang Parkir Kafe di Malang Layak Dihargai Mahal, Tukang Parkir Daerah Lain Harus Belajar dari Mereka!

Kebiasaan yang sudah kelamaan dibiarkan

Keberadaan konten-konten di media sosial yang mempermasalahkan bayar parkir liar ini mungkin aneh bagi orang Malang karena mereka sudah sangat terbiasa dengan itu. Tapi itu juga bisa menjadi bahan untuk mempertanyakan kebiasaan bayar parkir di Malang.

Kalau dipikir-pikir, kebiasaan bayar parkir liar ini terdengar lucu. Kita bayar parkir liar kadang-kadang lebih karena ada jukir yang cuma berdiri menunggu, tanpa inisiatif membantu kita seperti membantu mengeluarkan sepeda motor misalnya. Saya melihatnya bayar parkir liar ini lebih tepat disebut “biaya kerukunan”, karena menjaga agar jukirnya nggak jutek ke kita dan kita juga terhindar dari rasa bersalah karena budaya sungkan.

Dan bagi saya, kekagetan orang Malang ketika bayar parkir liar ini dipermasalahkan terutama di media sosial ini perlu. Ini biar kita nggak terus-terusan menganggap hal yang membudaya sebagai sesuatu yang otomatis benar.

Jadi gimana? Apakah uang dua ribu perak untuk bayar parkir liar itu worth it?

Penulis: Farhan Madinanta Adyatma
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Malang Kota Wisata Parkir: Tiap Sudut Kota Kini Dikuasai Tukang Parkir, Semakin Nggak Nyaman

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 Februari 2026 oleh

Tags: hukum parkir liarMalangparkir liar di malangtempat bebas parkir liar di malang
Farhan Madinanta Adyatma

Farhan Madinanta Adyatma

Pemuda asal Malang yang suka menulis dan bermalas-malasan. Tahu tek adalah makanan favoritnya.

ArtikelTerkait

Orang Jombang Malas Liburan ke Wonosalam, Lebih Memilih Plesir ke Malang Mojok

Orang Jombang Malas Liburan ke Wonosalam, Lebih Memilih Plesir ke Malang

20 Juni 2026
Legenda Berwajah Baru, New Wisata Wendit, Bisa Jadi Tempat Liburan Akhir Tahun yang Nyaman Di Malang, Belum Terlalu Ramai Pula

Legenda Berwajah Baru, New Wisata Wendit, Bisa Jadi Tempat Liburan Akhir Tahun yang Nyaman Di Malang, Belum Terlalu Ramai Pula

17 November 2025
Kultur Ngopi di Malang: Dipenuhi Mahasiswa, Mirip Yogyakarta

Kultur Ngopi di Malang: Dipenuhi Mahasiswa, Mirip Yogyakarta

1 September 2022
Ilustrasi Banjir Malang Naik 500% di 2025 Bukti Busuknya Pemerintah (Unsplash)

Kejadian Banjir Malang Naik 500% di 2025, Bukti Pemerintah Memang Nggak Becus Bekerja

6 Desember 2025
4 Pantai di Malang Sebaiknya Dihindari Wisatawan yang Baru Pertama Kali Berkunjung karena Perlu Persiapan Matang Mojok.co

4 Pantai di Malang Ini Sebaiknya Dihindari Wisatawan yang Baru Pertama Kali Berkunjung karena Perlu Persiapan Matang

3 Juli 2025
Meromantisasi Jalan Berlubang, Sebuah Siasat agar Tetap Waras Hidup di Malang Mojok.co

Meromantisasi Jalan Berlubang, Sebuah Siasat agar Tetap Waras Hidup di Malang

31 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alasan buku fisik tidak akan lenyap hanya karena buku digital merajalela Mojok.co

Alasan buku fisik tidak akan lenyap hanya karena buku digital merajalela

15 Juli 2026
Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan 'Parkir Gratis'!

Jangan cintai Surabaya secara berlebihan, ia juga punya kekurangan yang patut dibicarakan

21 Juli 2026
Drama pembayaran tunai ojol, uang kembalian jadi menguras waktu dan energi saya Mojok.co

Niat beli makanan lewat layanan pesan antar ojol supaya praktis, eh berujung repot karena driver tak punya kembalian

20 Juli 2026
Setelah Membelah Sleman-Bantul dan Melawan Kemacetan Jogja, Saya Nyatakan Yamaha Aerox Alpha Motor Terbaik di Masa Kini

Setelah Membelah Sleman-Bantul dan Melawan Kemacetan Jogja, Saya Nyatakan Yamaha Aerox Alpha Motor Terbaik di Masa Kini

17 Juli 2026
4 Tempat Bersejarah di Surabaya Barat yang Bisa Dikunjungi biar Nggak Melulu ke Mal

Surabaya Barat: kota dalam kota yang bikin warga aslinya jadi tamu

17 Juli 2026
Pucang Surabaya, kawasan di kota pahlawan yang tak pernah kenal tidur

Pucang Surabaya, kawasan di kota pahlawan yang tak pernah kenal tidur

16 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.