Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Pengalaman Pertama Ngekos di Kos Campur Jogja: Sebulan Penuh Penderitaan, Isinya Drama Tanpa Ujung

Wahyu Tri Utami oleh Wahyu Tri Utami
3 September 2025
A A
4 Hal yang Sebaiknya Dipertimbangkan Perempuan sebelum Memutuskan Tinggal di Kos Campur Mojok.co

4 Hal yang Sebaiknya Dipertimbangkan Perempuan sebelum Memutuskan Tinggal di Kos Campur (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Pengalaman pertama ngekos di Jogja itu ibarat masuk wahana baru: deg-degan, penuh ekspektasi, tapi kadang berakhir dengan rasa “kok ya gini amat?”. Sebagai anak rantau dari Purwokerto, saya dulu mengira kos di Jogja bakal adem ayem. Wong katanya Jogja kota pelajar, kota budaya, kota nyaman buat hidup sederhana.

Nyatanya, satu bulan pertama ngekos malah jadi bahan ujian kesabaran yang entah kalau diuji di sidang skripsi bisa langsung ditolak.

Jadi, ceritanya medio 2019, saya dapat kerja di Jogja dan ngekos di kos campur. Isinya? Rupa-rupa: ada karyawan, ada juga keluarga kecil yang entah kenapa pilih ngekos di situ. Bayangin aja, satu kompleks kecil tapi macam-macam model penghuninya. Harga sewanya 500 ribu per bulan. Kalau dihitung dengan gaji yang mepet-mepet UMR Jogja waktu itu, jelas bikin kening agak berkerut. Tapi karena lokasinya cuma selempar sandal dari kantor, saya pikir, “Yo wis, ora popo. Yang penting deket kerja.”

Hari-hari awal, biasa saja. Kosan terlihat tenang, penghuni tampak normal, bahkan sempat kepikiran, “Wah, sepertinya saya menemukan tempat tinggal yang pas.” Ternyata itu cuma intro, semacam prolog film horor sebelum hantunya muncul.

Drama iuran listrik di kos campur

Masalah pertama di kos campur datang dari iuran listrik. Awalnya biasa saja, pas baru masuk kos ditarik uang Rp50.000 untuk biaya listrik. Tapi belum dua minggu, tiba-tiba disuruh iuran lagi. Waktu ditanya, jawabannya muter-muter. Katanya biar lebih gampang bagi rata. Lah, gampang buat siapa? Buat saya jelas bikin dompet makin tipis.

Belum habis perkara listrik, datang lagi masalah tetangga kos. Bayangkan, tiap kali ditagih iuran, ada satu penghuni yang wajahnya selalu ketat, mulutnya irit, dan sikapnya lebih dingin dari es batu di tukang es teh pinggir jalan. Juteknya minta ampun, padahal buat bayar listrik bersama.

Lanjut ke jemuran dan palu jam 11 malam

Kehidupan kos makin terasa absurd ketika urusan jemuran ikut bikin kepala panas. Pernah suatu hari saya jemur baju dengan tenang. Sore pulang, kok baju sudah pindah ke tempat lain. Oke lah, mungkin ada yang butuh tempat. Tapi masalahnya, jemuran saya dipindah ke pojokan, tempat paling kotor dan tidak kena cahaya matahari.

Puncak keanehan kos campur ini terjadi jam sebelas malam. Ketika orang lain sibuk rebahan atau scrolling Twitter, tetangga sebelah kamar persis malah sibuk memaku dinding. Bayangin, jam sebelas malam, suara palu memantul ke seluruh kamar. Ternyata dia lagi renov kamar malam-malam. Entah itu konsep feng shui baru atau memang hobi tukang kayu dadakan, yang jelas bikin tidur bablas jadi maraton gelisah.

Baca Juga:

Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu

Pengalaman Hidup di Kos Campur: Sebenarnya Tidak Seburuk Itu, tapi Sebaiknya Memang Jangan Pernah Coba-coba Tinggal

Baca halaman selanjutnya

Pindah adalah jawaban

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 4 September 2025 oleh

Tags: kos campurkos campur jogjakos di jogjakos LV Jogja
Wahyu Tri Utami

Wahyu Tri Utami

Pembaca buku, penonton film, penulis konten. Sesekali jadi penyelam andal (di internet, bukan di air).

ArtikelTerkait

Kos Tahunan vs Kos Bulanan di Jogja, Mana yang Lebih Unggul?

Kos Tahunan vs Kos Bulanan di Jogja, Mana yang Lebih Unggul?

12 Oktober 2024
Catatan Pemakluman Masalah di Jogja oleh Sultan Jogja selama 11 Tahun Terakhir: 11 Masalah yang Tak Kunjung Selesai dan Mungkin Tak Akan Pernah Selesai kos di jogja

Panduan Mencari Kos di Jogja untuk Mahasiswa UGM dan UNY: Daerah yang Harus Dituju, Budget, serta “Identitas” yang Harus Diperhatikan

14 Juli 2024
Kos LV di Jogja Isinya Maksiat, tapi Tetap Laku Diburu Mahasiswa (Unsplash) kos campur

Pengalaman Tinggal di Kos LV Jogja dan Melihat Langsung Mahasiswa Rela Membayar Mahal demi Maksiat dan Kebebasan

16 Mei 2025
Kontrakan di Jogja itu Ribet, Mending Sewa Kos biar Nggak Ruwet, Beneran   pemilik kos

Kontrakan di Jogja itu Ribet, Mending Sewa Kos biar Nggak Ruwet, Beneran  

27 September 2025
5 Kelebihan Kos LV yang Jarang Disadari, Nyatanya Nggak Seburuk yang Diceritakan Orang kos campur

5 Kelebihan Kos LV yang Jarang Disadari, Nyatanya Nggak Seburuk yang Diceritakan Orang

9 Agustus 2025
Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu Mojok.co

Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu

17 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung” yang Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman Mojok.co

Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung”: Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman

12 Mei 2026
Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

15 Mei 2026
4 Taman Semarang yang Cocok untuk Merenungi Hidup, Kursi Besi Indomaret Minggir Dulu Mojok.co

4 Taman Semarang yang Cocok untuk Merenungi Hidup, Kursi Besi Indomaret Minggir Dulu

12 Mei 2026
Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026
Checklist Mahasiswa Semester Akhir: Siapkan Semua Berkas Ini Kalau Mau Lulus

5 Sifat Mahasiswa Semester Akhir yang Menjengkelkan, Segera Intropeksi Diri Jika Tidak Ingin Dijauhi Teman

12 Mei 2026
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Organisasi Mahasiswa Itu Candu, dan Jabatan di Kampus Itu Jebakan yang Pelan-pelan Mematikan

18 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.