Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Kopi Klotok: Kuliner Wajib bagi Wisatawan, tapi Semakin Banyak Warga Lokal Jogja yang Memilih Menjauh dan Mencari Tempat Lain

Intan Permata Putri oleh Intan Permata Putri
6 Juni 2026
A A
Kopi Klotok Tidak Lagi Menarik, Warga Jogja Pilih Menghindar (Wikimedia Commons)

Kopi Klotok Tidak Lagi Menarik, Warga Jogja Pilih Menghindar (Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau ada satu nama tempat makan yang hampir pasti muncul ketika wisatawan bertanya soal kuliner di Jogja, jawabannya adalah Kopi Klotok. Saya bahkan punya beberapa teman dari luar kota yang merasa kunjungannya ke Jogja belum lengkap kalau belum sarapan atau makan siang di sana. 

Maklum, di media sosial, Kopi Klotok juga hampir selalu masuk daftar rekomendasi kuliner. Pemandangan sawah, suasana pedesaan, menu rumahan, dan konsep tradisionalnya memang menjual.

ADVERTISEMENT

Namun, beberapa waktu lalu saya berbincang dengan sepupu saya yang tinggal di Jogja. Ketika saya menyinggung soal Kopi Klotok, responsnya justru di luar dugaan.

“Malas ke sana sekarang,” katanya singkat.

Alasannya? Malas dengan antreannya yang panjang.

BACA JUGA: Sempat Viral, Hingga Kini Kopi Klotok Masih Rutin Rugi Puluhan Porsi karena Pelanggan Anak Kos Tak Bayar

Kopi Klotok tak lagi menarik untuk warga lokal Jogja

Menurutnya, kondisi Kopi Klotok sekarang jauh berbeda. Dulu, dia masih bisa datang dengan santai, menikmati kopi, makan pisang goreng, lalu pulang tanpa harus memikirkan antrean panjang atau mencari tempat duduk yang kosong.

Sekarang? Kadang baru sampai area parkir saja sudah membuat orang malas.

Baca Juga:

Kebiasaan aneh orang Jogja yang dahulu saya nyinyirin, tapi kini malah saya tiru

Tegalrejo, kecamatan underrated di pinggiran Kota Jogja yang ternyata punya banyak cerita

Sepupu saya, kalau mau ke Kopi Klotok, memilih hari kerja dan datang pagi-pagi sekali. Bukan karena suasananya lebih romantis atau udaranya lebih segar, melainkan karena peluang mendapatkan tempat duduk jauh lebih besar.

Bagi wisatawan, antrean mungkin bagian dari pengalaman. Bagi warga lokal, antrean panjang adalah alasan untuk mencari tempat lain. Dan menurut saya, di sinilah letak perbedaan cara pandang antara wisatawan dan warga setempat.

ADVERTISEMENT

Perbedaan soal “waktu” bagi wisatawan

Wisatawan datang ke Jogja beberapa hari dalam setahun. Mereka rela menghabiskan waktu untuk mengunjungi tempat-tempat yang sudah lama masuk daftar tujuan. Kalau harus antre satu jam demi Kopi Klotok, itu masih wajar.

Sementara warga lokal, ya mereka tidak memiliki urgensi yang sama. Kalau ingin makan sayur lodeh, telur dadar, atau pisang goreng, mereka tahu masih banyak tempat lain. Bahkan tanpa harus berebut meja dengan ratusan wisatawan.

Sepupu saya bahkan bercanda. Sebagian besar warga Jogja mungkin lebih hafal jalan alternatif menuju tempat makan lain daripada hafal menu terbaru di Kopi Klotok. Tentu saja itu berlebihan. Namun ada sedikit kebenaran di dalamnya.

Karena bagi warga lokal, faktor rasa bukan satu-satunya pertimbangan ketika memilih tempat makan. Ada faktor kenyamanan, waktu, akses, harga, dan suasana.

Harga di Kopi Klotok yang jadi pertimbangan

Soal rasa, sepupu saya mengaku tidak ada masalah. Dia sudah pernah mencoba menu-menu di Kopi Klotok jauh sebelum viral. Menurutnya enak. Tetapi tidak sampai bikin warga lokal Jogja rela menghabiskan waktu berjam-jam dalam antrean.

Ada satu komentar yang menurut saya cukup menarik. Dia bilang kalau harga di Kopi Klotok itu sekarang lumayan mahal jika membandingkannya dengan warung makan lokal lainnya. 

Kadang sebuah tempat makan mengalami transformasi yang menarik ketika menjadi viral. Awalnya, misalnya, Kopi Klotok melayani warga sekitar dan pengunjung biasa. Namun setelah popularitasnya meledak, fungsi tempat tersebut perlahan berubah.

Bukan lagi sekadar tempat makan. Melainkan destinasi wisata. Dan destinasi wisata memiliki aturan yang berbeda dengan warung langganan warga lokal.

ADVERTISEMENT

Datang, bukan hanya untuk mengisi perut

Orang datang ke Kopi Klotok bukan hanya untuk makan. Mereka datang untuk merasakan pengalaman melihat pemandangan sawah yang sering muncul di media sosial.

Mereka juga datang untuk menegaskan bahwa mereka pernah ke sana. Tujuannya, ya mendapatkan foto yang sama seperti yang mereka lihat di TikTok atau Instagram. Sebuah pengakuan.

Dalam kondisi seperti itu, rasa makanan di Kopi Klotok bukan lagi aktor utama. Suasana dan pengalaman justru menjadi bintang utamanya. Itulah sebabnya saya selalu menganggap Kopi Klotok sebagai tempat yang wajib dicoba wisatawan setidaknya sekali.

BACA JUGA: 3 Kuliner Jogja yang Tidak Lagi Merakyat: Ketika Lidah Lokal yang Murah Direbut oleh Lidah Wisatawan yang Dipaksa Mahal

Bukan pilihan utama bagi warga lokal Jogja

Kalau sedang berlibur ke Jogja, saya juga tidak akan melarang orang datang ke sana. Justru saya paham kenapa Kopi Klotok begitu populer. Pemandangannya menarik, konsepnya kuat, dan menawarkan pengalaman yang berbeda dari restoran biasa.

Namun, saya juga paham warga Jogja sendiri jarang menjadikannya pilihan utama. Mereka tak punya kemewahan waktu untuk menjadikan antrean sebagai “kegiatan seru” seperti wisatawan. 

Mereka cenderung cari tempat lain. Yang bisa makan dengan nyaman. Dan itulah tanda paling jelas bahwa sebuah tempat telah benar-benar menjadi ikon wisata.

Penulis: Intan Permata Putri

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Kopi Klotok Jogja Bikin Malas Warga Lokal, tapi Dicintai Wisatawan meski Harus Antre Panjang sambil Berdiri Sampai 1 Jam

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Juni 2026 oleh

Tags: antrean Kopi KlotokJogjakopi klotokkuliner jogjapisang goreng kopi klotokRekomendasi wisata Jogjasayur lodehsayur lodeh kopi klotokwisata jogja
Intan Permata Putri

Intan Permata Putri

Mahasiswa semester akhir Institut Teknologi Sumatera yang sedang tertarik dengan isu-isu sosial dan lingkungan. Pernah nulis di Wattpad.

ArtikelTerkait

Korupsi Mandala Krida Bunuh Marwah Jogja Kota Budaya (Wikimedia Commons)

Kasus Korupsi Mandala Krida Membuat Jogja Kehilangan Marwahnya Sebagai Kota Beradab

29 Mei 2026
Review Bus Bumel Jogja-Solo Sebagai Solusi Jika Kehabisan Tiket Prameks

Review Bus Bumel Jogja-Solo Sebagai Solusi Jika Kehabisan Tiket Prameks

14 Februari 2020
Solo di Mata Orang Jogja: Solo Dipandang Rendah, tapi Lebih Menjanjikan

Solo di Mata Orang Jogja: Solo Dipandang Rendah, tapi Lebih Menjanjikan

2 Agustus 2022
Kalau Mau Liburan Murah di Jogja, Jangan Bawa Kamera Mahal ala Fotografer Pro! Terminal Mojok.co

Kalau Mau Liburan Murah di Jogja, Jangan Bawa Kamera Mahal ala Fotografer Pro!

15 Maret 2022
Nggak Usah Sok Ngomong Bahasa Jawa Saat Belanja di Malioboro, Nggak Semua Pedagangnya Orang Jawa Kok!

Menelusuri Asal Usul Nama Malioboro, Ikon Kota Jogja

2 September 2020
Surat Terbuka untuk Pembenci Perantau di Jogja: Hanya Dhemit yang “Pribumi Jogja”, Kalian Bukan! konten kreator jogja

Surat Terbuka untuk Pembenci Perantau di Jogja: Hanya Dhemit yang “Pribumi Jogja”, Kalian Bukan!

4 Mei 2025
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Pengalaman pertama kali menginap di hotel kapsul dekat Stasiun Tugu Jogja. Nyaman sih, tapi nggak cocok untuk berlama-lama Mojok.co

Pengalaman pertama kali menginap di hotel kapsul dekat Stasiun Tugu Jogja. Nyaman sih, tapi nggak cocok untuk berlama-lama

22 Agustus 2026
Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah Mojok.co lamongan

Sudah tahu jalan di Lamongan jelek, kok malah beli Honda Scoopy, aneh!

21 Agustus 2026
4 tips menghindari tempat kursus red flag di Kampung Inggris Pare, saya bagikan tipsnya agar kunjungan kalian tidak berakhir kecewa Mojok.co

4 tips menghindari tempat kursus red flag di Kampung Inggris Pare, saya bagikan tipsnya agar kunjungan kalian tidak berakhir kecewa

26 Agustus 2026
Ngeri! Rekening Bank Mandiri bisa diblokir atas permintaan aparat (Unsplash)

Rekening Bank Mandiri hilang sekali klik sukses melahirkan rasa takut karena pemblokiran tanpa proses hukum bisa menimpa siapa saja

24 Agustus 2026
Tegalrejo, kecamatan uderrated di pinggiran Kota Jogja yang ternyata punya banyak cerita Mojok.co

Tegalrejo, kecamatan underrated di pinggiran Kota Jogja yang ternyata punya banyak cerita

20 Agustus 2026
Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar Terminal

Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar

21 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.