Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Kopi Klotok Jogja Bikin Malas Warga Lokal, tapi Dicintai Wisatawan meski Harus Antre Panjang sambil Berdiri Sampai 1 Jam

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
6 Juli 2025
A A
3 Strategi Menikmati Kopi Klotok, Ujung Tombak Wisata Jogja (Hammam Izzudin:Mojok.co)

3 Strategi Menikmati Kopi Klotok, Ujung Tombak Wisata Jogja (Hammam Izzudin:Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Saya mungkin salah, tapi kok rasanya nggak. Hampir tidak ada orang lokal Sleman dan Kota Jogja yang mau makan di Kopi Klotok Jogja. Semua itu karena antrean yang semakin tidak masuk akal. Salah satu teman saya di kantor bahkan menggunakan kata “brengsek” untuk menggambarkan barisan orang di ujung tombang wisata Jogja ini.

Kata makian itu muncul lantara sebenarnya teman saya sangat suka sarapan di Kopi Klotok Jogja. Sebelum Pandemi, saya dan rombongan dari kantor cukup sering sarapan di sini. Kami bisa sarapan dengan tenang. Makan seporsi sayur lodeh, ditemani telur dadar, didampingi pisang goreng, dan ditutup dengan segelas kopi hitam.

Namun semua segera berubah ketika Kopi Klotok viral di media sosial. Dulu, masih sangat wajar kalau makan hanya antre 3 sampai 4 orang saja. Namun kini, antreannya mengular, bahkan sampai gerbang masuk. Kamu bisa mengantre sampai 1 jam hanya untuk mengambil makanan. Belum termasuk memesan pisang goreng dan minuman.

Yah, saya pribadi memaklumi kalau Kopi Klotok Jogja memang jadi ujung tombang wisata Jogja. Apa kamu nggak heran. Cuma mau makan sayur lodeh dan telur dadar orang rela berdiri mengantre sampai 1 jam lebih? Atau jangan-jangan antrean panjang itu sudah jadi kalcer sendiri. Nggak kalcer kalau belum merasakan antre di Kopi Klotok. Edan.

Oleh sebab itu, pada titik tertentu, saya respect kalau ada orang yang mau sampai menunggu sampai 1 jam untuk kuliner tertentu. Artinya, kuliner tersebut kan worth to wait. Untuk itu, saya akan memberikan 3 strategi supaya kenikmatan kuliner rumahan Kopi Klotok lebih maksimal.

#1 Kalau datang dalam rombongan, bikin kelompok berisi masing-masing 3 orang

Kayaknya sih mayoritas pelanggan yang datang di Kopi Klotok Jogja adalah rombongan. Agak tidak mungkin kalau kamu secara sadar datang sendiri. Ya mungkin, sih, tapi pasti jarang. Lazimnya, orang datang dalam rombongan 10 sampai 15 orang. Wisata Jogja memang seseksi itu, kan.

Nah, kalau kamu datang dalam rombongan, segera bagi menjadi beberapa kelompok sebelum turun dari bus. Misalnya, 1 kelompok berusia 3 orang. Masing-masing anggota kelompok punya tugas spesifik. Pembagiannya kayak gini:

Yang orang 1: Mengambil nasi ke dalam 3 piring

Lalu, orang 2: Mengambil lauk sebanyak mungkin ke dalam 2 piring

Dan, orang 3: Membantu Orang 1 membawa 1 piring nasi dan 1 piring sayur

Pro tips: Sebelum datang ke Kopi Klotok, sebaiknya Orang 3 membawa kotak makan yang cukup besar untuk menampung sayur lodeh atau sop untuk 3 orang.

Apakah sudah cukup jelas? Orang 2 bisa mengambil 3 sampai 4 telur dadar ke dalam 1 piring. Lalu, di atasnya, tambahkan beberapa potong tempe goreng. Nah, di piring lainnya, kamu bisa menambah tahu goreng dan sambal korek.

Nanti, setelah mendapat tempat duduk, ada pembagian tugas lagi. Orang 1 bertuga menjaga tempat. Orang 2 bergerak memesan minuman (pro tips: pesan es teh, jangan kopi). Lalu, Orang 3 memesan pisang goreng yang menjadi kekhasan ujung tombak wisata Jogja ini.

Dengan begitu, kamu tidak perlu antre lagi kalau pengin nambah lauk. Dan kamu akan puas bisa makan lebih dari 1 telur dadar, serta tempe dan tahu goreng. Ke Kopi Klotok Jogja kok cuma makan sedikit. Rugi sudah antre lama!

Iklan

Baca halaman selanjutnya: Strategi biar makan di Kopi Klotok makin nikmat.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 7 Juli 2025 oleh

Tags: antrean Kopi KlotokKopi KlotokKopi Klotok JogjaKopi Klotok Slemanpisang goreng Kopi Klotoksayur lodeh Kopi Klotoktelur dadar Kopi Klotokwisata jogja
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Mobilitas bus pariwisata menjadi tantangan tersendiri bagi Kawasan Sumbu Filosofi (KSF) dan tata kelola di Jogja MOJOK.CO
Liputan

Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi “Beban” bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata

10 Januari 2026
Risiko ketimpangan sosial di balik gegap gempita wisata Jogja di mata guru besar Sosiologi UGM MOJOK.CO
Ragam

2 Sisi Koin Wisata Jogja: Ekonomi Berputar, Tapi Ada Risiko Ketimpangan Sosial bagi Warga Lokal dan Masalah yang Terus Berulang

1 Januari 2026
Kenorakan-kenorakan orang yang pertama kali ke Jogja dan bikin risih (Dari angkringan, Tugu Jogja, hingga Jalan Malioboro) MOJOK.CO
Ragam

Kenorakan-kenorakan Orang yang Pertama Kali ke Jogja, Niat Kelihatan Kalcer tapi “Nggak Mashok!”

20 Oktober 2025
Alasan Warga Lokal Jogja Malas Jajan Tempo Gelato yang Digandrungi Banyak Wisatawan Mojok.co
Pojokan

Alasan Warga Lokal Jogja Malas Jajan Tempo Gelato yang Digandrungi Banyak Wisatawan

30 Juli 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Penjual kue putu di Jogja. MOJOK.CO

Kegigihan Gunawan Jualan Kue Putu di Kota-kota Besar selama 51 Tahun agar Keluarga Hidup Sejahtera di Desa

14 Januari 2026
Keluar dari organisasi mahasiswa ekstra kampus (ormek) PMII, dicap pengkhianat tapi lebih sukses MOJOK.CO

Nekat Keluar PMII karena Tak Produktif: Dicap Pengkhianat-Nyaris Dihajar, Tapi Bersyukur Kini “Sukses” dan Tak Jadi Gelandangan Politik

13 Januari 2026
Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital: Harga RAM Makin Nggak Ngotak MOJOK.CO

Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal

16 Januari 2026
Derita perempuan saat naik transportasi umum di Jakarta, baik KRL maupun TransJakarta MOJOK.CO

Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan

17 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi "Konsumsi Wajib" Saat Sidang Skripsi

Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi

17 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.