Informasi
ADVERTISEMENT

Pengalaman Pertama Ngekos di Kos Campur Jogja: Sebulan Penuh Penderitaan, Isinya Drama Tanpa Ujung

4 Hal yang Sebaiknya Dipertimbangkan Perempuan sebelum Memutuskan Tinggal di Kos Campur Mojok.co

Pindah adalah jalan ninja

Sebulan penuh saya bertahan dengan segala drama kos campur itu. Dari listrik ganda, tetangga jutek, jemuran pindah ke tempat terkutuk, sampai palu malam hari. Sampai akhirnya saya sadar: hidup sudah cukup berat dengan gaji UMR, nggak perlu ditambah beban kos yang bikin emosi naik-turun.

Maka saya putuskan pindah. Kos baru mungkin nggak sempurna juga, tapi paling tidak saya bisa tidur tanpa dengar suara palu tengah malam atau bangun pagi dengan jemuran berubah jadi korban pindahan sepihak.

Kalau dipikir-pikir, pengalaman sebulan itu memang menyebalkan. Tapi ya, siapa tahu justru jadi bagian dari “kurikulum wajib” anak rantau di Jogja. Kurikulum yang isinya pelajaran: bahwa kos campur itu penuh kejutan, dan bahwa tidur nyenyak jauh lebih berharga ketimbang dekat kantor tapi penuh drama.

Pada akhirnya, saya cuma bisa senyum getir. Jogja memang istimewa, tapi kos-kosannya, ya… istimewa dengan versinya sendiri.

Penulis: Wahyu Tri Utami
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 4 Hal yang Perlu Dipertimbangkan Perempuan Sebelum Tinggal di Kos Campur

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 4 September 2025 oleh .

Wahyu Tri Utami

Pembaca buku, penonton film, penulis konten. Sesekali jadi penyelam andal (di internet, bukan di air).