Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

12 Istilah Hujan yang Terdengar Aneh dalam Bahasa Jawa, Ada “Tlenik-Tlenik” hingga “Kethek Ngilo”

Wulan Maulina oleh Wulan Maulina
30 April 2026
A A
12 Istilah Hujan yang Aneh dalam Bahasa Jawa, Ada “Tlenik-Tlenik” hingga “Kethek Ngilo” Mojok

12 Istilah Hujan yang Aneh dalam Bahasa Jawa, Ada “Tlenik-Tlenik” hingga “Kethek Ngilo” Terminal

Share on FacebookShare on Twitter

Bahasa Jawa itu beragam. Untuk penyebutan satu benda atau satu kegiatan ada banyak macamnya. Itu mengapa, banyak yang bilang bahasa Jawa itu bahasa yang susah. Apalagi kalau dihadapkan dengan orang tua. Harus bisa bahasa Jawa yang sopan dan halus.

Misal, dalam konteks hujan. Ada banyak istilah untuk menggambarkan hal ini tergantuk kondisi dan situasinya. Dan, beberapa istilah terdengar lucu atau aneh di kuping pendengarnya. Namun, justru itu letak keunikan bahasa daerah satu ini. 

#1 Tlenik-tlenik istilah untuk hujan gerimis

Tlenik-tlenik untuk mengungkapkan hujan gerimis. Tlenik-tlenik biasanya terjadi di awalan hujan. “Ayo ndang bali wis lekas tlenik-tlenik iki,” contoh dialog yang sering digunakan saat terjadi gerimis yang artinya, “Ayo segera pulang, wis mulai gerimis ini.”

#2 Jawah, bahasa Jawa Krama untuk hujan

Jawah merupakan bahasa Jawa krama dari hujan. Kata jawah sering digunakan untuk lawan bicara yang lebih tua untuk menunjukkan kesopanan. Misalnya begini, “ngapunten, nembe dugi mriki ket wau jawah terus,” yang maknanya, “maaf baru datang ke sini, dari tadi hujan terus.”

#3 Deres alias deras

Hujan yang kencang dan deras disebut dengan udan deres dalam bahasa Jawa. Deres artinya deras, yang mana frekuensi hujannya sangat sering. “Udane ket mau deresmen yo,” yang artinya, “Hujannya dari tadi deras banget ya.” Contoh penggunaan kata deres tersebut digunakan untuk lawan bicara yang seumuran atau untuk yang lebih muda.

Baca juga 8 Istilah Bahasa Jawa yang Masih Bikin Sesama Orang Jawa Salah Paham.

#4 Kremun istilah untuk hujan rintik-rintik

Hujan rintik-rintik dengan frekuensi rendah dinamakan kremun. Air hujan yang jatuh saat kremun halus. Jika terkena kepala atau kulit tidak sakit seperti saat terkena air hujan deras.

#5 Kepyur, hujan rintik-rintik yang bikin tetap bikin basah

Masih sama dengan hujan rintik-rintik, tapi kepyur ini menunjukkan hujan kecil, tapi frekuensinya sering. Jadi, meskipun air tetesannya kecil, tapi hujan macam ini tetap bisa bikin basah baju. “Aku mau seko pasar wis kepyur-kepyur,” contoh kalimat tersebut yang artinya, “Aku tadi dari pasar sudah hujan rintik-rintik.”

Baca Juga:

Derita Gen Z Punya Nama Sri yang Sering Dikira Bibi Kantin dan Pembantu

Dear Wisatawan, Pakai Bahasa Jawa di Jogja Tak Lantas Bikin Harga Barang yang Kamu Beli Jadi Lebih Murah

#6 Kethek ngilo istilah paling absurd 

Kadang ada fenomena, hujan tapi disertai panas. Kalau dalam bahasa Jawa namanya kethek ngilo. Entah alasan apa yang mendasari penamaan jenis hujan ini cukup unik. Namun, dinamakan kethek ngilo karena perumpamaan seperti monyet yang sedang bercermin memantulkan cahaya dari cermin yang digunakan untuk mengaca.

#7 Blebah sebutan untuk hujan di pagi hari

Sadar atau tidak di pagi hari justru jarang sekali hujan. Kalau pagi hari tiba-tiba, hujan bisa bikin mood langsung hancur. Soalnya repot, harus berangkat kerja atau sekolah dengan kondisi yang becek. Kerennya lagi nenek moyang di Jawa zaman dulu kok bisa kepikiran menciptakan istilah hujan di pagi hari, yaitu istilahnya blebah. “Wah, iseh blebah iki, penakke mapan turu meneh,” kalimat tersebut merupakan contoh jika istilah ini digunakan dalam dialog, yang artinya, “Wah, masih hujan pagi, enaknya tidur lagi.”

Baca juga Mempertanyakan Orang Jawa Tulen yang Masih Bingung dengan Istilah Bahasa Jawa “Selawe”, “Seket”, dan “Sewidak”.

#8 Udan wiwitan penanda musim penghujan

Orang Jawa sangat titen, artinya mampu menghafal dengan baik. Bahkan, mereka juga ingat hujan pertama di musim penghujan. Namanya udan wiwitan, yang menandakan hujan pertama di musim penghujan tersebut. Khususnya mereka para petani pasti hafal dengan waktu hujan. “Wit-witan pinggir kali ketok seger amarga bar udan wiwitan,” kalimat tersebut bermakna, “Pohon di pinggir sungai terlihat segar karena habis tersiram hujan pertama di musim penghujan.”

#9 Ngrecih, istilah bahasa Jawa untuk hujan yang tak kunjung reda

Untuk menggambarkan suasana hujan yang nggak pernah berhenti disebut ngrecih. “Udane ket mau ngrecih ket awan tekan wengi,” yang maknanya, “Hujannya dari tadi pagi sampai malam.” Kalimat tersebut sering digunakan dalam percakapan sehari-hari.

#10 Kebo-keboan sebutan untuk hujan deras

Orang Jawa menyebut kebo-keboan untuk menggambarkan hujan deras yang disertai angin kencang. Konon katanya, kata kebo yang besar pas untuk menggambar hujan seperti ini. 

#11 Hujan yang “labil” disebut dengan trenceng dalam bahasa Jawa

Jenis hujan yang paling menyebalkan adalah hujan yang reda, kemudian hujan lagi. Kalau dalam bahasa Jawa, namanya trenceng, untuk menggambarkan hujan yang sudah reda, kemudian hujan lagi. “Aku ket mau nggowo mantol, amarga trenceng terus,” yang maknanya kurang lebih, “Aku dari tadi pakai mantel, soalnya dari tadi hujannya nggak jelas.”

#12 Makbres istilah dalam bahasa Jawa untuk hujan yang tiba-tiba deras

Hujan juga kadang jatuh tiba-tiba, dalam bahasa Jawa namanya makbres. Maknanya hujan yang datang mendadak dan deras banget. Tipe hujan ini biasanya tidak akan lama, hanya beberapa menit saja tapi deras sekali. Contoh jika digunakan dalam dialog, “Udane langsung makbres, pemeane durung sido diangkat,” yang artinya “hujannya mendadak, jemurannya belum sempat diangkat.”

Banyak sekali ternyata istilah yang digunakan untuk mengungkapkan hujan dalam bahasa Jawa. Beberapa istilah bahkan aneh dan terdengar nggak masuk akal. Namun, justru di situlah letak kekayaan bahasa daerah yang satu ini sehingga patut dilestarikan. 

Penulis: Wulan Maulina
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Hujan Itu Nggak Romantis dan Pengendara Motor Tahu Persis Alasannya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 30 April 2026 oleh

Tags: Bahasabahasa daerahbahasa indonesiaBahasa Jawahujanhujan derasJawa
Wulan Maulina

Wulan Maulina

Lulusan Bahasa Indonesia Universitas Tidar. Suka menulis tentang kearifan lokal dan punya minat besar terhadap Pengajaran BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing). Beranggapan memelihara kata ternyata lebih aman daripada memelihara harapan.

ArtikelTerkait

Culture Shock Orang Jogja Saat Mendengar Bahasa Jawa Orang Gresik

Culture Shock Orang Jogja Saat Mendengar Bahasa Jawa Orang Gresik

3 Maret 2024
Logat Batang: Sebuah Ngapak yang Berbeda

Logat Batang: Sebuah Ngapak yang Berbeda

6 Januari 2023
Logat Khas Pati yang Malah Jarang Dipahami Orang Pati Sendiri

Logat Khas Pati yang Malah Jarang Dipahami Orang Pati Sendiri

11 Februari 2024
Stop Bertanya Ngapak ya? ke Semua Orang yang Mengaku Berasal dari Cilacap. Ngapak Bukan Satu-satunya Identitas yang Dimiliki Cilacap!

Stop Bertanya “Ngapak ya?” ke Semua Orang yang Mengaku Berasal dari Cilacap. Ngapak Bukan Satu-satunya Identitas yang Dimiliki Cilacap!

8 Agustus 2023
Hujan di Jalur Ponorogo-Pacitan, Mimpi Buruk bagi Pengendara, Berubah Jadi Jalur Neraka!

Hujan di Jalur Ponorogo-Pacitan, Mimpi Buruk bagi Pengendara, Berubah Jadi Jalur Neraka!

13 Maret 2024
arti regulasi dan legislasi yang sering tertukar istilah hukum mojok.co

Arti Legislasi dan Regulasi, Dua Istilah yang Sering Tertukar

18 Agustus 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Ciri Angkringan yang Sudah Pasti Enak (Wikimedia Commons)

4 Ciri Angkringan yang Sudah Pasti Enak, Daya Tarik Penjual juga Nggak Kalah Penting

28 April 2026
Pengalaman Tinggal di Ngaglik Sleman Tak Melulu Enak seperti Kata Orang Mojok.co

Pengalaman Tinggal di Ngaglik Sleman Tak Melulu Enak seperti Kata Orang

29 April 2026
12 Istilah Hujan yang Aneh dalam Bahasa Jawa, Ada “Tlenik-Tlenik” hingga “Kethek Ngilo” Mojok

12 Istilah Hujan yang Terdengar Aneh dalam Bahasa Jawa, Ada “Tlenik-Tlenik” hingga “Kethek Ngilo”

30 April 2026
Toleransi di Salatiga Sudah Jadi Laku Hidup, Tidak Sekadar Jadi Bahan untuk Dipamerkan Mojok.co

Toleransi di Salatiga Sudah Jadi Laku Hidup, Tidak Sekadar Bahan untuk Dipamerkan

28 April 2026
Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir Mojok.co

Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir

25 April 2026
Rasanya Jadi Orang Bangkalan Madura Belakangan Ini: Pilihan Toko Makin Banyak, tapi Tukang Parkir Ikut Merajalela Mojok.co

Rasanya Jadi Orang Bangkalan Madura Belakangan Ini: Pilihan Toko Makin Banyak, tapi Tukang Parkir Ikut Merajalela

23 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet
  • Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas
  • Basket Campus League 2026: Jadi Pembuktian Kesolidan Tim Timur dan Label Ubaya sebagai “Raja Basket Jawa Timur”
  • Menjadi Guru Honorer di Jakarta Tetap Sama Susahnya dengan di Daerah: Gajinya Cuma Seperempat UMR, Biaya Hidupnya 2 Kali Pendapatan
  • KRL adalah “Arena Perjuangan” Pekerja Jakarta: Tak Semua Orang Sanggup, Hanya Manusia Kuat yang Bisa
  • Belajar Membangun Bisnis dari Pedagang Mie Ayam Bintang, Sekilas Tampak Sederhana tapi Punya 5 Cabang di Jakarta

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.