Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Alasan Saya Senang Nonton Film di Bioskop Sendirian, Lebih Fokus dan Bebas Pilih Film Sesuai Selera

Siti Atika Azzahrah oleh Siti Atika Azzahrah
28 Juni 2026
A A
Alasan Saya Senang Nonton Film di Bioskop Sendirian, Lebih Fokus dan Bebas Pilih Film Sesuai Selera Mojok.co

Alasan Saya Senang Nonton Film di Bioskop Sendirian, Lebih Fokus dan Bebas Pilih Film Sesuai Selera (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya kira sudah tak ada lagi oknum kampret yang mengasihani orang yang pergi ke mana-mana sendirian. Ternyata saya salah, di medsos masih ada saja orang-orang seperti itu. Padahal, menurut saya, pergi kemana-mana sendiri, termasuk nonton bioskop, jauh dari kesan kesepian. Malah ada banyak momen terasa lebih seru dan menyenangkan tanpa bareng teman-teman. 

Memang, pengalaman pertama saya nonton film di bioskop sendirian tidak terlalu menyenangkan. Waktu umur 14 tahun, saya perdana nonton sendirian film Maze Runner: The Death Cure (2018). Saat itu, tepat di samping saya adalah sepasang kekasih yang berbuat mesum. 

Akan tetapi, cuma itu saja pengalaman kurang menyenangkannya. Sisanya saya ketagihan nonton di bioskop seorang diri sampai sekarang. 

#1 Bisa lebih fokus menikmati film bioskop tanpa distraksi

Bagi saya, suasana paling menyenangkan ketika menonton film di bioskop ialah hening. Semua pasang mata hanya berfokus pada layar. Memang, tergantung pada genre dan adegannya juga. Intinya, saya paling tidak suka distraksi selama film diputar.

Gegara itulah saya ogah nonton film di akhir pekan. Selain harga tiketnya mahal betul, isi studio pun sudah pasti lebih ramai.

Tujuan saya datang ke bioskop ya untuk menonton, bukan mengobrol. Nah, tiap kali nonton sama teman, perhatian saya justru terbagi. Apalagi kalau filmnya pilihan saya. Bukannya fokus mengikuti alur cerita, saya malah terus kepikiran apakah teman saya juga menikmati filmnya atau tidak. Pengalaman saya sejak SD sampai sekarang pun menunjukkan hampir tidak ada kegiatan nobar yang benar-benar khidmat. 

Saya selalu sebal apabila ada orang berisik ketika nonton film di bioskop. Barangkali, karena sering mengalaminya, saya juga jadi takut pernah mengganggu orang lain tanpa sadar. Dengan begitu, setidaknya saya bisa mengurangi satu distraksi yang sebenarnya masih bisa dikendalikan.

#2 Nggak perlu mengalah dan bebas memilih film bioskop sesuai selera

Film yang benar-benar pengin saya tonton sering kali tidak diminati oleh teman-teman. Saya juga tidak enak kalau mereka sepakat hanya karena sungkan, padahal sebenarnya tidak tertarik. Daripada sama-sama nggak menikmati lantaran beda preferensi, mending nonton film yang memang sudah lama saya tunggu perilisannya.

Baca Juga:

Alasan orang Semarang seperti saya menghindari nonton di bioskop XXI, lebih memilih Cinepolis walau kalah populer

Pengalaman mengecewakan saat nonton di XXI Central City Semarang, niatnya cari hiburan, malah dapat kekesalan

Memang, ada konsekuensi. Lantaran kerap nonton duluan dan pastinya sendirian, saya beberapa kali berakhir menonton ulang film yang sama ketika ada teman mengajak. Masalahnya, nggak semua film enak ditonton dua kali. Namun, ya sudahlah. Saya pilih mengalah saja. Dah biasa jadi wong kalahan.

Kendati demikian, saya tetap lebih suka kondisi ini. Setidaknya, saya nggak perlu merasa bersalah apabila ternyata pilihan film saya tidak sesuai harapan orang lain. Namanya selera kan subjektif ya. Kalau ternyata filmnya jelek, tinggal buka Letterboxd dan mencari validasi dari makian bintang satu yang senasib sepenanggungan dengan saya.

Kebebasan memilih film ini juga membuat saya lebih leluasa menonton film yang kurang diminati tadi itu. Kalau dompet lagi berisi, saya berusaha rutin menonton film Indonesia setiap bulannya, termasuk yang menurut saya peluang jeleknya cukup besar. Yang penting bukan jualan kontroversi.

Misalnya horor lokal. Yah, berharap apa sih. Kocak-kocak begitu alurnya. Sayang, saya lebih senang nonton horor di bioskop dibanding layanan streaming. Genre ini juga paling sering saya tonton sendirian karena teman-teman saya jarang ada yang berminat.

Salah satu pengalaman yang saya ingat adalah ketika menonton Pemandi Jenazah (2024). Awalnya, saya tertarik karena di X banyak yang bilang filmnya bagus dan melebihi ekspektasi. Eh, ternyata zonk. Untung saja studio hanya berisi 4 orang dan di barisan saya hanya ada diri sendiri. Walaupun plotnya nggak jelas, suasana studio yang sepi lumayan menyelamatkan pengalaman saya menonton.

#3 Bebas mengatur waktu dan agenda sesuka hati

Nah, alasan terakhir ini yang kerap menjadi penyebab utama. Saya lebih suka nonton siang, kalau bisa jadwal pertama setelah salat zuhur. Sementara itu, kebanyakan teman-teman saya baru bisa dan lebih suka menjelang malam. Perbedaan sederhana seperti ini saja sudah sering membuat rencana nobar sukar terwujud.

Belum lagi urusan mencari hari yang sama-sama kosong. Kadang sudah lama berencana, tetapi batal melulu lantaran ada yang tiba-tiba berhalangan atau sibuk. Begitu akhirnya semua bisa, eh, bersisa sesi malam atau malah keburu turun layar. Banyak sekali contoh filmnya sampai saya bingung pengin mengingat yang mana.

Sebelum maupun sesudah nonton, saya juga bebas menentukan agenda. Entah pas berangkat mampir-mampir dulu. Entah habis dari bioskop pengin langsung pulang. Misal lagi mood keliling mal atau wisata trotoar keramik warna-warni juga tinggal melangkahkan kaki. Saya tidak perlu merasa sungkan lantaran rencana saya berbeda dengan orang lain atau menanggung susah hanya karena tidak enak menolak ajakan.

Yah, jujur, saya sih tetap senang nonton bersama teman di bioskop kalau memang mood, saldo, waktu, dan filmnya cocok. Hanya saja, kalau harus memilih antara terus menunggu orang lain atau pergi sendirian, sudah pasti saya akan memilih opsi kedua. Toh, tujuan saya ke bioskop hanya untuk menyenangkan diri sendiri, bukan pembuktian bahwa saya ke mana-mana ada yang menemani.

Penulis: Siti Atika Azzahrah
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Pengalaman Nonton di CGV J-Walk Jogja: Murah tapi Bikin Capek.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 28 Juni 2026 oleh

Tags: BioskopFilmNontonnonton bioskop
Siti Atika Azzahrah

Siti Atika Azzahrah

Lulusan Akuntansi Unila yang punya passion sebagai abang-abang fotokopian dan bercita-cita jadi peneliti laut dalam. Hobi pura-pura jual duren di Jalan Lintas Sumatera.

ArtikelTerkait

5 Hal yang Akan Terjadi kalau Bangkalan Madura Punya Bioskop, Salah Satunya Nggak Perlu Menyeberang Suramadu untuk Nonton Film Terbaru

5 Hal yang Akan Terjadi kalau Bangkalan Madura Punya Bioskop, Salah Satunya Nggak Perlu Menyeberang Suramadu untuk Nonton Film Terbaru

10 April 2025
Sensasi Menikmati Film di Bioskop Jepang, Beda Banget dengan Indonesia

Sensasi Menikmati Film di Bioskop Jepang, Beda Banget dengan Indonesia

17 April 2022
Sumber gambar Nussa Official Instagram

5 Kesamaan yang Dimiliki Film Nussa dan Serial Upin & Ipin

1 November 2021
film joker

Hype Film Joker dan Konspirasi Symptomatic Meaning Untuk Sebuah Rasa Penasaran

8 Oktober 2019
Alasan James Bond Punya Banyak Penggemar padahal dia Agen Rahasia yang Sembrono terminal mojok

Alasan James Bond Punya Banyak Penggemar padahal dia Agen Rahasia yang Sembrono

25 Mei 2021
Saya Sadar Dracin Tidak Bermutu, tapi Saya Tetap Menontonnya sampai Tamat

Saya Sadar Dracin Tidak Bermutu, tapi Saya Tetap Menontonnya sampai Tamat

8 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Perumahan baru di Jogja terus bermunculan, tapi melihat harganya, sebenarnya perumahan ini dibangun untuk siapa?

Perumahan baru di Jogja terus bermunculan, tapi melihat harganya, sebenarnya perumahan ini dibangun untuk siapa?

7 Agustus 2026
Stasiun Tambak, stasiun yang hampir tidak ada gunanya bagi warga Tambak Banyumas

Stasiun Tambak, stasiun yang hampir tidak ada gunanya bagi warga Tambak Banyumas

3 Agustus 2026
Kota Mandiri Maja cuma menang branding, buat hidup sehari-hari mending pilih Rangkasbitung Mojok.co

Kota Mandiri Maja cuma menang branding, buat hidup sehari-hari mending pilih Rangkasbitung

3 Agustus 2026
Ospek kampus masih gini-gini aja, masih tidak berguna dan nggak ngasih apa-apa

Ospek kampus masih gini-gini aja, masih tidak berguna dan nggak ngasih apa-apa

6 Agustus 2026
Bendungan Rowo Jombor Klaten Membahayakan Pengunjung (Unsplash)

Stigma orang yang nongkrong di Rowo Jombor adalah jamet itu konyol, tapi dampaknya luar biasa

6 Agustus 2026
Dear Indosiar, terima kasih sudah menghibur ibu saya lewat acara dangdut D’Academy Mojok.co

Dear Indosiar, terima kasih sudah menghibur ibu saya lewat acara Dangdut Academy

5 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.