Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Siasat Menaklukan TOEFL: Tidak Hanya Jago Bahasa Inggris, Strategi Tes Juga Diperlukan

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
3 Agustus 2024
A A
Siasat Menaklukan TOEFL, Hal-hal Teknis Juga Perlu Diperhatikan Mojok.co

Siasat Menaklukan TOEFL, Hal-hal Teknis Juga Perlu Diperhatikan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

TOEFL (Test of English as a Foreign Language) adalah salah satu ujian standar untuk mengecek seberapa jago kemampuan bahasa Inggris seseorang. Tes ini cukup populer di Indonesia karena sering menjadi dipakai sebagai syarat melanjutkan studi maupun melamar kerja. Khususnya di negara-negara yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa sehari-hari. 

Menguasai berbagai kosakata menjadi modal vital mengerjakan TOEFL. Namun, itu bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan. Pun, fasih berbicara atau terbiasa mendengar percakapan dalam bahasa Inggris tidak menjamin seseorang lolos. Sebab, terdapat sederet taktik dan aspek lain yang perlu diwaspadai untuk menggondol skor memuaskan.

Memahami format tes terdengar sepele, tapi  krusial

Bentuk tes TOEFL sendiri dikategorikan menjadi dua. Pertama, TOEFL iBT berbasis internet dengan model ujian berupa listening, reading, speaking, dan writing. Kedua, TOEFL ITP atau paper-based test yang terdiri atas tiga bagian yakni listening, grammar (structure and written expression), dan reading.

Dengan mengetahui jenis tes yang hendak dihadapi, peserta dapat merencanakan persiapan yang efektif dan efisien. Sebab, mereka tidak perlu membuang waktu mempelajari aspek yang tidak diujikan. Oleh karenanya, proses pematangan materi menjadi fokus dan mendalam. Umumnya, kriteria keperluan kerja dan studi dalam negeri sebatas mensyaratkan TOEFL ITP yang lebih menekankan pada kemampuan berbahasa Inggris secara pasif.

Mencoba simulasi TOEFL berulang kali sampai nggak perlu berpikir lagi

Setelah memahami ragam dan format tes, langkah yang perlu diperhatikan berikutnya adalah latihan sampai bosan. Pasalnya, TOEFL menyimpan pola khusus yang unik dalam setiap materi uji, terutama untuk model TOEFL ITP. Sebagaimana kalimat bisa karena terbiasa, jam terbang melakukan simulasi akan sangat membantu untuk membuat prediksi.

Misalnya pada area listening, pertanyaan yang nyaris tidak pernah luput diajukan adalah tentang waktu atau arah. Petunjuk kemungkinan pertanyaan yang muncul terbaca ketika dihadapkan dengan jawaban pilihan ganda. Kebiasaan berlatih secara otomatis membangkitkan intuisi seseorang untuk menerka potensi kecocokan soal dan jawaban sehingga bisa mengesampingkan dialog yang kurang relevan.

Hal serupa berlaku untuk bagian lainnya. Di materi grammar, orang tidak perlu menerjemahkan setiap kata dalam bahasa sendiri. Cukup kapabel memaklumi sifat kelas kata seperti verba dan nomina, seseorang memperoleh keuntungan untuk menemukan jawaban yang dimaksud.

Demikian pula pada paruh terakhir materi uji reading. Boleh jadi, peserta sanggup mengantongi jawaban dengan waktu relatif singkat. Kepiawaian ini diperoleh lantaran akrab dengan pola reading yang kerap menyuguhkan pertanyaan seputar sinonim, kata ganti, dan inti paragraf. Bila belum kenal ciri khas TOEFL semacam ini, sangat mungkin seseorang mengonsumsi waktu terlampau lama hanya demi memecahkan satu butir soal saja.

Baca Juga:

11 Istilah Penyakit dalam Bahasa Jawa yang Terdengar Lucu

Mahasiswa Akuntansi yang Menghindari Bahasa Inggris Tak Ubahnya Menembak Kaki Sendiri

Mengetahui skor TOEFL minimal yang dibutuhkan

Adalah bijak mengerti medan yang hendak dilalui sebelum maju berperang. Prinsip ini sepatutnya layak diaplikasikan pula oleh calon peserta ujian TOEFL. Setiap institusi pendidikan atau program tertentu memiliki persyaratan skor TOEFL yang berbeda.

Lazimnya, calon mahasiswa S1 hanya ditarget perolehan skor minimal 450 untuk TOEFL ITP. Sementara, mereka yang ingin melanjutkan studi ke jenjang berikutnya wajib memenuhi setidaknya skor 500. Informasi ini berguna untuk menghemat waktu, biaya, dan tenaga sebelum terjun ke ujian sesungguhnya.

Maksudnya, mereka yang harus meraih skor minimal 550 membutuhkan waktu belajar lebih lama. Bahkan, mengambil kursus persiapan khusus di lembaga pelatihan. Di sisi lain, pemenuhan skor 450 mungkin dapat diwujudkan hanya dengan berlatih mandiri. Terlebih, bila bahasa Inggris bukan merupakan sesuatu yang asing lagi di kehidupan sehari-hari.

Memiliki wawasan luas adalah suatu keberuntungan

Sejatinya, TOEFL memang merupakan parameter kemampuan berbahasa Inggris. Akan tetapi, topik yang disodorkan dalam tes sangat bervariasi. Tak jarang, audio materi listening atau bacaan reading berasal dari disiplin ilmu tertentu seperti biologi, sejarah, atau politik. 

Sialnya, beragam disiplin ilmu tersebut umumnya mempunyai terminologi khusus saat mendefinisikan sesuatu. Buta terhadap topik yang disajikan tentu memunculkan batu sandungan. Maka, tidak ada salahnya memperluas pengetahuan di luar kemahiran berbahasa Inggris sebagai bekal tambahan melibas tes TOEFL.

Menghadapi tes TOEFL untuk pertama kali memang bisa bikin deg-degan. Namun, dengan persiapan yang matang dan kiat yang tepat, TOEFL bukan lagi ancaman yang berat. Yang terpenting, datanglah ke lokasi tes tepat waktu karena ujian TOEFL tidak bisa diulang dan dirancang dengan alokasi waktu beruntun.

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Tempat Les Kumon Memang Berkualitas, tapi Nggak Semua Anak Cocok

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya

Terakhir diperbarui pada 3 Agustus 2024 oleh

Tags: BahasaBahasa Inggristes bahasa inggristoeflujianujian toefl
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

Mahasiswa doktoral UNDIP jurusan Manajemen Pemasaran asal Semarang.

ArtikelTerkait

Ajining Diri saka Lathi Pepatah Jawa yang Mendunia dan Implementasinya dalam Kehidupan Terminal Mojok

Ajining Diri saka Lathi: Pepatah Jawa yang Seharusnya Berlaku Universal

9 Februari 2021
Saat yang Tepat Buat Berhenti Overproud dan Memuja Bule terminal mojok.co

Pengalaman Berkomunikasi dengan Bule yang Bukan Native English Speaker

13 Desember 2020
mind your language bahasa inggris mojok.co

Mind Your Language: Belajar Bahasa Inggris yang Menyenangkan ala Mr Brown

28 Juni 2020
5 Mitos Keliru tentang Negara Bekas Jajahan Inggris dan Belanda Terminal Mojok

5 Mitos Keliru tentang Negara Bekas Jajahan Inggris dan Belanda

2 Oktober 2022
Menggunakan Bahasa Indonesia sebagai Lingua Franca di Kampung Inggris terminal mojok.co

Menggunakan Bahasa Indonesia sebagai Lingua Franca di Kampung Inggris

19 November 2020
Tulungagung

Suwung dan Kosakata Khas Tulungagung Lainnya

27 November 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Desa Telagamurni Bekasi Punya Semua Hal yang Dibutuhkan Warga kecuali yang Paling Penting, Kenyamanan Mojok.co

Desa Telagamurni Bekasi Punya Semua Hal yang Dibutuhkan Warga kecuali yang Paling Penting, Kenyamanan

5 Juni 2026
Mahasiswa UIN Nggak Wajib Nyantri, tapi kalau Nggak Nyantri ya Kebangetan lulusan UIN

Lulusan UIN Sulit Cari Kerja Itu Mitos, Kenyataan Membuktikan Sebaliknya!

5 Juni 2026
Selempang Cum Laude untuk Wisuda: Penting, tapi Tidak Sepenting Itu biaya wisuda, malang, kampus di malang

Dulu Wisuda Milik Sarjana, Kini Dirayakan di Setiap Jenjang, dan Itu Tak Masalah, tapi Ada yang Lebih Penting

8 Juni 2026
Kopi Klotok Tidak Lagi Menarik, Warga Jogja Pilih Menghindar (Wikimedia Commons)

Kopi Klotok: Kuliner Wajib bagi Wisatawan, tapi Semakin Banyak Warga Lokal Jogja yang Memilih Menjauh dan Mencari Tempat Lain

6 Juni 2026
Lampung Bukan Tempat Merantau untuk Orang Lemah

Lampung Itu Nama Provinsi, Bukan Nama Kota. Pas SD Pernah Belajar IPS Nggak sih?

8 Juni 2026
5 Kuliner Semarang yang Namanya Nyeleneh dan Kerap Mengecoh Wisatawan Mojok.co

5 Kuliner Semarang yang Namanya Nyeleneh dan Kerap Mengecoh Wisatawan 

4 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.