Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Bergantung pada Honda Win 100 di Tanah Rantau Adalah Mimpi Buruk, Hidup Tambah Repot

Irfan Maulana Azizy oleh Irfan Maulana Azizy
26 Juni 2026
A A
Pengalaman Naik Honda Win 100 di Tanah Rantau Adalah Mimpi Buruk, Hidup Tambah Repot Mojok.co

Pengalaman Naik Honda Win 100 di Tanah Rantau Adalah Mimpi Buruk, Hidup Tambah Repot (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Banyak orang mengidam-idamkan motor Honda Win 100. Motor lawas ini memang tak pernah lekang oleh zaman. Tidak heran kalau sedang banyak dicari di pasaran. 

Selain body-nya yang mencuri perhatian, motor satu ini memang super irit. Bahkan, banyak orang bilang, 2 liter bensin cukup membawa motor ini sampai Makkah. Tentu itu candaan saja untuk menggambarkan betapa irit kendaraan lawas ini. 

ADVERTISEMENT

Akan tetapi, di balik semua puja-puji tentang motor ini ada satu catatan. Anak kos jangan sekali-kali naik Honda Win 100. Terlebih kaum mendang-mending, hidup kalian akan repot dan repot banget. 

Honda Win 100 motor tua yang ada saja penyakitnya

Honda Win 100 itu motor tua. Perlu perawatan dan peremajaan khusus untuk merawat motor ini. Sebagai penggunanya, saya punya 1001 cerita soal merawat motor ini. Honda Win 100 milik saya itu repot. 

Masalahnya pun macam-macam, ada yang sling kopling putus, karbu yang bermasalah, hingga ass rem belakang yang patah. Kalau bukan karena keadaan alias terpaksa, nggak akan saya pakai motor ini di tanah perantauan. 

Sudah sering rewel, ternyata tidak semua bengkel paham akan Honda Win 100. Dan, ini jadi tantangan khusus bagi anak rantau, khususnya ketika awal merantau. 

Soal bengkel, saya sempat benar-benar dibikin pusing. Tahun pertama membawa motor lawas ini ke perantauan saya sempat kena scam. Motor malah tambah rewel setelah masuk bengkel. Salah satu yang paling membekas, karbu ori motor saya malah ditukar karbu motor lain. 

Setelah kejadian itu saya lebih berhati-hati mencari bengkel. Persoalannya, di Denpasar, tempat saya merantau, tidak banyak bengkel yang paham dengan motor lawas satu ini. Sampai akhirnya saya mencari komunitas motor Honda Win 100 dan menanyakan bengkel yang paham memperbaikinya. 

Baca Juga:

Honda Vario 150 keyless, motor sialan yang berhasil bikin saya malu di hadapan bos

Kenapa banyak pemilik motor Honda nggak mau servis motor di bengkel resmi atau AHASS?

Suku cadang yang sulit didapat

Selain bengkel, spare part atau suku cadang motor tua ini sungguh langka terlebih secara offline. Sekalipun ada, harganya bisa berkali-kali lipat menguras kantong anak rantau. 

Suku cadang memang lebih mudah ditemukan secara online. Namun, pembeli biasanya perlu menunggu waktu yang lumayan lama. Dengan kata lain, selama masa menunggu itu, motor saya harus menganggur. Terus, mobilitas saya sehari-hari naik apa? Ingat, tidak semua daerah di Indonesia punya transportasi publik yang mumpuni ya. 

Itulah kerepotan-kerepotan yang saya alami gara-gara bawa Honda Win 100 saat merantau. Bagi perantau yang masih merintis, jelas bawa kendaraan satu ini jadi tantangan sendiri. Mungkin beda ceritanya kalau kalian perantauan yang sudah stabil, motor ini bisa saja jadi hobi yang menyenangkan. 

Penulis: Irfan Maulana Azizy
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Genio Jadi Pilihan Kedua Setelah Scoopy, tapi Malah Jadi Motor Honda Terbaik yang Tidak Saya Sesali Pembeliannya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 26 Juni 2026 oleh

Tags: hondahonda winhonda win 100motor hondamotor lawas
Irfan Maulana Azizy

Irfan Maulana Azizy

Mahasiswa Arkeologi yang selalu mencoba untuk tetap eksis.

ArtikelTerkait

Saya Bersyukur Menjadi Pengguna Motor Honda CB150R Old setelah Melihat Generasi Penerusnya Makin Ampas Honda CB150X

Saya Bersyukur Menjadi Pengguna Motor Honda CB150R Old setelah Melihat Generasi Penerusnya Makin Ampas

20 Mei 2025
Motor Honda Win 100, Motor Klasik yang Cocok Digunakan Pemuda Jompo motor honda adv 160 honda supra x 125 honda blade 110

Jika Diibaratkan, Honda Win 100 adalah Anak Kedua Berzodiak Capricorn: Awalnya Diremehkan, tapi Kemudian jadi Andalan

20 Desember 2025
Motor Honda Supra X 125, Motor Minoritas tapi Anti Penyesalan (Foto milik penulis)

Motor Honda Supra X 125 Boleh Menjadi Motor Minoritas di Tengah Matik, tapi Ia Adalah Motor Anti Penyesalan

15 Januari 2024
4 Hal yang Tak Ingin Kalian Dengar Saat Servis di Bengkel AHASS, Bikin Senam Jantung!

4 Hal yang Tak Ingin Kalian Dengar Saat Servis di Bengkel AHASS, Bikin Senam Jantung!

23 Juli 2024
motor honda astrea 800 Pol espargaro Honda scoopy Honda CT125 Honda CRF honda beat street motor matik MOJOK.CO honda c70

Untuk Bangkit, Honda Butuh Mental Baja Pol Espargaro

12 November 2020
Motor Honda Win 100, Motor Klasik yang Cocok Digunakan Pemuda Jompo motor honda adv 160 honda supra x 125 honda blade 110

Apa Motor yang Paling Tidak Nyaman di Dunia dan Kenapa Jawabannya Honda ADV 160?

4 Desember 2023
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

4 menu kuliner lokal yang cocok pakai label Gacoan (Wikimedia Commons)

Selain mie dan bakso, ini 4 menu kuliner lokal yang cocok pakai label Gacoan

24 Agustus 2026
Gen Z lanjut S2 bukan karena ambisi, tapi patah hati (Unsplash)

Banyak Gen Z lanjut S2 bukan karena gelar dan ambisi, tapi karena patah hati dan bingung mau ngapain lagi

20 Agustus 2026
Trail run, olahraga lari yang nggak bikin bosen (Unsplash)

Yang perlu kamu ketahui tentang trail run, olahraga lari yang nggak bikin bosen

26 Agustus 2026
Kebiasaan aneh orang Jogja yang dahulu saya nyinyirin, tapi kini malah saya tiru Mojok.co

Kebiasaan aneh orang Jogja yang dahulu saya nyinyirin, tapi kini malah saya tiru

22 Agustus 2026
4 tips menghindari tempat kursus red flag di Kampung Inggris Pare, saya bagikan tipsnya agar kunjungan kalian tidak berakhir kecewa Mojok.co

4 tips menghindari tempat kursus red flag di Kampung Inggris Pare, saya bagikan tipsnya agar kunjungan kalian tidak berakhir kecewa

26 Agustus 2026
Pengalaman Tinggal di Ngaglik Sleman Tak Melulu Enak seperti Kata Orang Mojok.co

Modal 20 ribu rupiah, kamu bisa makan tiga kali sehari di Ngaglik, Jogjakarta

26 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.