Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Pengalaman mencoba roti subuh yang lagi viral di Semarang: cukup sekali coba saja, nggak mau lagi-lagi

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
3 Agustus 2026
A A
Pengalaman mencoba roti subuh yang lagi viral di Semarang: cukup sekali coba saja, nggak mau lagi-lagi

Pengalaman mencoba roti subuh yang lagi viral di Semarang: cukup sekali coba saja, nggak mau lagi-lagi (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Belakangan, Semarang seolah punya cara-cara kreatif baru buat bikin warganya makin doyan belanja. Bukan cuma lewat menjamurnya pembangunan mal atau kafe estetik yang merajai sudut kota, Kota Lumpia kini juga mengekor tren bikin jajanan viral seperti Bandung. Salah satu yang lagi naik daun tentu saja Roti Subuh.

Sebagai warga lokal yang lidahnya gampang penasaran, tentu saja saya nggak mau ketinggalan gerbong. Apalagi, gimmick penjualannya lumayan oke. Roti ini cuma dijajakan dalam durasi super singkat, yakni dari pukul 04.00 sampai 08.00 pagi saja. Benar-benar sesuai dengan namanya.

ADVERTISEMENT

Awalnya, Roti Subuh ini cuma mangkal di kawasan Semarang Selatan, tepatnya di Jalan Singosari Raya. Tapi, karena peminatnya tumpah ruah, cabang kedua dan ketiganya langsung menyusul buka. Serunya lagi, salah satu cabang barunya itu letaknya dekat banget dengan rumah saya. Cuma butuh waktu lima menit naik motor.

Lantaran terhasut popularitas dan tergiur fakta lokasi dekat, saya sempat berniat ikut mencicipinya. Sayangnya, semangat itu langsung ambruk waktu ada anggota keluarga yang ngasih laporan kalau antreannya masih mengular panjang dari jam tujuh sampai delapan pagi. Mau ikut baris pas matahari belum kelihatan, kok rasanya kelopak mata masih susah diajak kompromi.

Untungnya, setelah riset kilat, saya dapat angin segar. Roti ini ternyata bisa dipesan sehari sebelumnya alias pre-order. Artinya, saya nggak perlu ikut antre berjamaah cuma demi sekotak roti dengan aneka isian. Layanan pesan lewat WhatsApp ini dibuka dari pagi sampai sore. Tapi, entah kenapa, begitu rotinya masuk mulut, ekspektasi saya malah terasa ketinggian.

Nggak ada yang istimewa dari Roti Subuh kecuali hanya dijual saat pagi saja

Pada kesempatan perdana kemarin, saya memutuskan memesan dua varian dulu. Orisinal dan cokelat. Alasannya sederhana. Selain karena saya memang penggemar berat cokelat, varian orisinal sengaja saya pilih sebagai garis start untuk menilai rasa dasarnya secara objektif. Takutnya, penilaian lidah saya kadung bias kalau langsung mencicipi isian yang terlalu ramai.

Sayangnya, begitu digigit, rasa Roti Subuh biasa saja. Nggak ada kejutan rasa yang bikin melek mata sepet khas pagi hari saya. Walau demikian, harus diakui kalau teksturnya memang juara.

Serat gandumnya terasa jelas di lidah dan sama sekali nggak bikin seret saat ditelan. Bahkan, efek sampingnya cukup positif. Pencernaan saya langsung lancar jaya hari itu. Dari segi kesehatan, roti ini jelas menang telak dibanding roti kebanyakan. Apalagi tingkat manisnya juga pas dan nggak bikin enek.

Baca Juga:

Banjir di Semarang selama ini tak hanya perkara alam, tapi justru gara-gara ulah warganya sendiri,

Krisis Identitas wingko babat: jajanan asli Lamongan, dijajah Semarang, dicaplok Jogja

Namun, penilaian saya langsung goyah sewaktu mendarat di isian cokelatnya. Dalam bayangan saya, isian cokelatnya bakal wangi semerbak dan lumer di mulut. Kenyataannya, rasanya persis seperti selai cokelat pada roti sobek pabrikan yang biasa dijajakan keliling kampung pakai motor setiap pagi atau sore hari.

Kecewa

Belum lagi urusan teknis pengambilan yang justru bikin kecewa sendiri gara-gara pesan via WhatsApp sehari sebelumnya. Rencana awal, saya ingin mengambil pesanan pukul tujuh tepat. Tapi karena urusan rumah beres lebih cepat, saya nekat meluncur ke gerai pukul setengah tujuh.

Sesampainya di sana, kantong plastik bening yang terikat ujungnya dengan berisi pesanan saya memang sudah siap. Sialnya, Roti Subuh hanya ditata di dalam kotak terbuka tanpa penutup. Akibatnya, permukaan atas salah satu roti saya jadi bersentuhan langsung dengan bagian bawah kotak roti lain yang menumpuk di atasnya. Entahlah, secara standar kebersihan, cara packing seperti itu rasanya agak kurang layak.

Apesnya lagi, dua buah Roti Subuh pesanan saya itu sudah terlanjur dingin. Kemungkinan besar karena memang sudah disiapkan jauh-jauh waktu sebelum saya datang. Kalau dipikir-pikir, sepertinya bakal jauh lebih bijak kalau datang langsung dan beli on the spot. Barangkali, saya bisa menikmati sensasi roti yang masih mengepul hangat baru keluar dari oven, yang mungkin bakal bikin lelehan cokelatnya bekerja sesuai imajinasi.

Satu poin plus yang tersisa adalah meski sudah dingin dan terpapar angin luar, tekstur rotinya terbukti nggak jadi keras sama sekali. Tapi, kalau harus disuruh mengorbankan waktu tidur demi bangun kepagian dan mengantre demi roti bersuhu ruang, maaf saja, saya pilih mundur. Sepertinya, takdir lidah saya memang bukan berada di lingkaran penggemar setianya.

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Roti Tan Ek Tjoan, Rasa dari Masa Lalu yang Boleh Diadu

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 3 Agustus 2026 oleh

Tags: FYP kulinermakanan viralmakanan viral di semarangroti subuhSemarang
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

ArtikelTerkait

Cerita suram Semarang yang tidak asing bagi warlok, tapi jarang diketahui pendatang  Mojok.co

Cerita suram Semarang yang tidak asing bagi warlok, tapi jarang diketahui pendatang 

19 Juli 2026
6 Tanda Penjual Nasi Ayam Semarang yang Harus Dikunjungi Lebih dari Sekali karena Rasanya Tidak Mengecewakan Mojok.co

6 Ciri Penjual Nasi Ayam Semarang yang Harus Dikunjungi Lebih dari Sekali karena Rasanya Tidak Mengecewakan

22 April 2026
Bus Pengumpan Trans Semarang, Sebaik-baiknya Pengalaman Naik Transportasi Umum Mojok.co

Bus Pengumpan Trans Semarang, Sebaik-baiknya Pengalaman Naik Transportasi Umum

3 Desember 2023
Semarang Nggak Cocok Jadi Tempat Pensiun, Kota Ini Semakin Sibuk dan Sesak Menyerupai Jakarta Mojok.co

4 Hal Unik di Semarang yang Bikin Pendatang Bakal Keheranan, seperti Togel yang Masih Ada dan Berlipat Ganda

8 Maret 2024
Temanggung dan Wonosobo, Taman Wisata buat Kaum Mageran (Unsplash)

Temanggung dan Wonosobo, Tempat Wisata Paling Ideal buat Pemalas dan Kaum Mageran

6 September 2023
Warga Semarang Bawah layak dapat gelar warga paling kuat dan tabah di Semarang banjir di semarang

Banjir di Semarang selama ini tak hanya perkara alam, tapi justru gara-gara ulah warganya sendiri,

27 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

QRIS Dianggap sebagai Puncak Peradaban Kaum Mager, tapi Sukses Bikin Pedagang Kecil Bingung

Membayangkan Indonesia masa kini tanpa QRIS, transaksi akan benar-benar ribet

29 Juli 2026
Stasiun Tambak, stasiun yang hampir tidak ada gunanya bagi warga Tambak Banyumas

Stasiun Tambak, stasiun yang hampir tidak ada gunanya bagi warga Tambak Banyumas

3 Agustus 2026
Ide bisnis buat pebisnis Semarang kalau punya punya 100 miliar (Unsplash)

Ide bisnis yang muncul di kepala saya kalau punya uang 100 miliar adalah bikin rumah kesejahteraan khusus anjing di Semarang

2 Agustus 2026
4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan Mojok.co

4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan

1 Agustus 2026
Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu Mojok.co

Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu

2 Agustus 2026
Naik Kereta Dhoho Penataran dari Surabaya ke Kediri: Mata Dimanjakan, tapi Punggung Tersiksa

Kalah war tiket kereta Dhoho Penataran artinya harus menderita, karena berdiri di kereta ini betul-betul menyiksa

29 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.