Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Tajuk

Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi 

Redaksi oleh Redaksi
13 Juli 2026
A A
Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi MOJOK.CO

Ilustrasi Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi.

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Kamis (9/7/2026). Kepada bawahannya, bupati minta setoran sama dengan yang dulunya disetorkan pada suaminya, bupati sebelumnya. 

Total barang bukti yang disita KPK dari bukti atas dugaan  korupsi tersebut mencapai Rp21,2 miliar yang terdiri sejumlah emas hingga mata uang asing. Etik diduga menyembunyikan barang bukti tersebut di dua rumah masing-masing di Wonogiri dan Solo. 

Iklan

Dari bukti yang diperoleh KPK, Etik Suryani meneruskan tradisi “minta jatah” pada anak buahnya di Pemkab Sukoharjo. Dugaannya, apa yang dilakukan Etik adalah warisan dari suaminya yang menjadi bupati periode sebelumnya. 

KPK bahkan mengungkap, Etik Suryani tidak segan mengancam anak buahnya yang tidak menyetor uang. Ia memanfaatkan kewenangannya dengan menerbitkan Surat Keputusan (SK) tentang insentif pemungutan pajak dan retribusi daerah, lalu meminta sekitar 40 persen insentif tersebut disetorkan melalui bawahannya. 

Padakno karo bapak, bukti korupsi bupati Sukoharjo itu warisan

Tidak hanya itu, setoran juga diduga dikumpulkan dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) melalui orang-orang kepercayaannya. KPK bahkan menemukan sejumlah kalimat yang diduga menjadi sandi dalam praktik tersebut, seperti kalimat, “Wes dilantik ojo mendeleng wae,” yang berarti, “Sudah dilantik, jangan diam saja.” 

Menurut KPK, perintah itu dimaksudkan agar pegawai di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemkab Sukoharjo, mengirim setoran kepada bupati.

Ada juga kalimat “padakno karo bapak” yang artinya samakan dengan yang diterima suaminya dulu. Etik Suryani terpilih sebagai Bupati Sukoharjo selama dua periode yaitu 2021-2025 dan periode ke dua 2025-2030. Ia mengangantikan suaminya, Wardoyo Wijaya, yang juga menjabat bupati Sukoharjo selama dua periode 2010–2015 dan 2016–2021. 

Jika dugaan KPK benar bahwa praktik di Sukoharjo merupakan kelanjutan dari pemerintahan sebelumnya, maka perkara ini tidak lagi sekadar berbicara tentang seorang bupati yang diduga korup. Perkara ini sedang menunjukkan sesuatu yang jauh lebih mengkhawatirkan: korupsi telah menemukan cara untuk bertahan hidup melalui regenerasi kekuasaan. 

Kasus Sukoharjo mungkin merupakan contoh paling terang tentang bagaimana korupsi dapat diwariskan. Bukan semata karena Etik Suryani menggantikan suaminya sebagai bupati, melainkan karena KPK menduga praktik setoran yang dijalankannya merupakan kelanjutan dari pola yang telah berlangsung pada masa pemerintahan sebelumnya. 

Dugaan itu bahkan tercermin dalam kalimat “Padakno karo bapak”. Jika benar demikian, yang diwariskan bukan lagi sekadar jabatan, melainkan cara menggunakan kekuasaan.

Penyimpangan yang dianggap biasa

Hingga pertengahan Juli 2026 sedikitnya sembilan kepala daerah telah ditangkap KPK karena korupsi. Modusnya tidak selalu sama, tetapi hampir semuanya memperlihatkan satu kesamaan: kekuasaan dianggap sebagai cara untuk memperkaya diri.

Di satu daerah ia mungkin diwariskan melalui dinasti politik, di daerah lain melalui jaringan birokrasi, orang-orang kepercayaan, atau budaya setoran yang tetap hidup meskipun pemimpinnya berganti. Persoalannya bukan lagi siapa yang duduk di kursi bupati, melainkan mengapa cara menyalahgunakan kekuasaan terus menemukan pewarisnya.

Pemberantasan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan KPK, kepolisian, atau kejaksaan. Masyarakat juga harus berhenti menganggap praktik-praktik semacam itu sebagai kewajaran. 

Korupsi memang tidak diwariskan melalui akta waris. Ia diwariskan melalui budaya kekuasaan yang dibiarkan hidup dari satu pemerintahan ke pemerintahan berikutnya.

Iklan

Selama kita memilih diam terhadap penyimpangan yang dianggap “sudah biasa”, Indonesia akan terus melahirkan kepala daerah baru dengan penyakit yang sama. Yang berganti hanya nama orangnya. Korupsinya tetap diwariskan.(*)

Terakhir diperbarui pada 13 Juli 2026 oleh

Tags: budaya korupsikorupsisukoharjo
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Emas 74 Kilo, Sumatra Gelap Gulita, dan Aparat Hukum yang Berperan Ganda MOJOK.CO
Esai

Emas 74 Kilo, Sumatra Gelap Gulita, dan Aparat Hukum yang Berperan Ganda

10 Juli 2026
AUBMO Selamatkan Hidup Mahasiswa penerima KIP-K di Unair. MOJOK.CO
Sekolahan

Di Balik Skandal Korupsi Rp103 Juta, AUBMO Menyelamatkan Hidup Mahasiswa Penerima Beasiswa yang Merantau

23 Juni 2026
Bupati dan Walikota yang Korupsi Itu Lebih dari Sekadar Mengerikan MOJOK.CO
Tajuk

Bupati dan Wali Kota yang Korupsi Itu Lebih dari Sekadar Mengerikan

13 April 2026
OTT Wali Kota Madiun
Kabar

Warga Madiun Dipaksa Elus Dada: Kotanya Makin Cantik, tapi Integritas Pejabatnya Ternyata Bejat

20 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Senjakala Lapangan Sepak Bola di Jogja yang Makin Berjarak dengan Warganya.MOJOK.CO

Senjakala Lapangan Bola di Kota Jogja yang Makin Berjarak dengan Warganya

9 Juli 2026
manfaat program WiFi gratis bagi pedagang sekaligus warga Klaten. MOJOK.CO

Memanfaatkan WiFi Gratis di Sejumlah Titik Klaten: Meski Harus Berebut, Tetap Jadi Solusi Alternatif saat Paket Data Habis

10 Juli 2026
Setiabudi Jakarta Selatan, Work Life Balance.MOJOK.CO

Kawasan Setiabudi Strategis buat Ngekos, tapi Menyimpan Masalah yang Menyiksa Perantau Gen Z Jakarta

7 Juli 2026
Pertama kali beli mesin cuci di rumah desa, kena julid tetangga MOJOK.CO

Pertama Kali Beli Mesin Cuci di Rumah Desa: Terharu Ringankan Beban Ibu hingga Dianggap Buang Duit oleh Tetangga Julid

10 Juli 2026
Selain ke petugas Sensus Ekonomi, warga desa juga jengah dengan program sensus dari mahasiswa KKN MOJOK.CO

Warga Desa Juga Jengah dengan Sensus dari Mahasiswa KKN: Tak Nemu Gunanya, Tak Srawung tapi Korek Privasi Orang

8 Juli 2026
Caruban—sebagai ibu kota dari Madiun—barangkali terkesan tidak bagus-bagus amat. Tapi bikin jatuh hati lewat hal-hal sederhana MOJOK.CO

Caruban Madiun Memang Tidak Bagus-bagus Amat, Tapi bikin Jatuh Hati Lewat Hal-hal Sederhana

13 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.