MOJOK.COSiapa Ketum Golkar yang memberi instruksi kepada Eni Mauliani untuk menerima suap proyek PLTU-1 Riau? Setya Novanto atau Airlangga Hartanto?

Beberapa hari yang lalu, Idrus Marham, mantan Menteri Sosial Indonesia, ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Idrus Marham, bersama Eni Maulani, disangka menerima suap proyek PLTU-1 Riau.

Tidak berhenti di sana, bola panas kasus suap PLTU-1 Riau menggelinding dengan deras. Terutama setelah Eni Maulani angkat bicara. Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Fraksi Golkar itu mengakui bahwa uang yang diterima terkait suap proyek PLTU-1 Riau punya kaitan dengan Ketua Umum Partai Golkar.

Jeng…jeng…jeng…

Namun sayang, Eni enggan memperinci pernyataannya. Eni Maulani tidak mau menyebutkan nama Ketum Golkar yang memerintahkan dirinya menerima uang haram tersebut. pernyataan Eni Maulani ini disampaikan setelah diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, pada Rabu, 29 Agustus 2018, seperti dikutip oleh kompas.com.

“Karena saya petugas partai, ya pasti semua itu, saya ada perintah ketua umum,” kata Eni setelah diperiksa. Jadi, Ketum Golkar mana yang memberi instruksi kepada Eni Mailiani untuk menerima uang panas tersebut? Kalau menyebut Ketum Golkar, tentu yang muncul di dalam benak adalah Setya Novanto dan Airlangga Hartanto.

Eni Mauliani sendiri mengungkapkkan bahwa semua yang berkaitan dengan proyek dan uang suap sudah disampaikan kepada penyidik KPK. Tentu, yang dimaksud Eni adalah uang suap yang digunakan untuk membiayai Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar. Hayo, Munaslub yang mana, nih?

Baca juga:  Jadi Jubir Capres Jokowi, Farhat Abbas Disiapkan Jadi Lawan Fadli Zon-Ahmad Dhani

Eni Mauliani berkata, “Saya kan bendahara Munaslub. Semua yang mas dan mbak tanya, saya sudah sampaikan semua ke penyidik dengan detail. Nanti kalau saya sampaikan sedikit, takutnyta dipelintir menjadi yang lain.” Sebuah pernyataan yang mengundang seribu pertanyaan. Jadi, Setya Novanto atau Airlangga Hartanto?

Menanggapi bola panas yang disepak Eni Mauliani ke arah partai berlambang pohon beringin itu, Freidrich Paulus, Sekretaris Jenderal Partai Golkar menantang untuk dilakukan audit. Aksi itu untuk membuktikan ada atau tidak aliran dana uang panas PLTU-1 Riau senilai dua muliar yang diberikan Eni untuk membiayai Munaslub Golkar 2017.

Di tempat terpisah, Ketum Golkar saat ini, Airlangga Hartanto membantah pernyataan Eni terkait aliran suap ke tubuh partainya.

“Terkait dana ke Partai Golkar, dari hasil informasi dan pernyataan ketua OC Pak Agus Gumiwang, mengatakan tidak ada. Dan dari ketua panitia penyelenggara tidak ada, dan dari bendahara Golkar juga tidak ada,” tegas Airlangga Hartanto ketika ditemui wartawan di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta. Jadi Setya Novanto, nih yang menerima aliran suap?

Sayang, ketika ditanya oleh wartawan terkait kesiapan dirinya apabila dilakukan audit, Airlangga Hartanto enggan menjawab. Ia justru berterima kasih kepada wartawan untuk kemudian melangkah pergi meninggalkan wartawan dengan seribu pertanyaan. Siapa Ketum Golkar yang menerima suap? Setya Novanto atau Airlangga Hartanto?

Baca juga:  Elektabilitas Prabowo Dekati Jokowi, Jika Lengah #2019GantiPresiden Bisa Saja Terjadi

Kalian pilih mana? Eh, maaf, ini bukan polling Twitter.