Idrus Marham Mundur dari Jabatan Menteri Sosial

“Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni,” begitu kata Sapardi Djoko Damono. Nyatanya, jika melihat intrik-intrik politik belakangan ini, kalimat yang lebih tepat harusnya adalah “Tak ada yang lebih tabah dari Pak Jokowi.”

Ini serius, betapa tidak, hanya dalam tempo setengah bulan, dua menteri Jokowi mengundurkan diri dari jabatannya. Dan itu terjadi tanpa pakai resafel-resafelan lho.

Sebelumnya Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur menyatakan mundur dari jabatannya pertengahan Agustus lalu setelah PAN, partai yang dulu mengusulkannya sebagai menteri mendukung pasangan Prabowo-Sandiaga.

Belum sampai dua minggu berlalu, kini giliran politisi Golkar Idrus Marham mundur dari jabatannya sebagai Menteri Sosial.


Idrus menyatakan dirinya mundur dari jabatan Mensos karena ia ingin fokus menghadapi kasus hukum yang sedang ia hadapi. Selain itu, pengunduran diri dinilai sebagai langkah yang tepat sebagai bentuk pertanggung-jawaban moral atas jabatan yang ia emban.

“Sebagai pertanggungjawaban moral saya, saya mengajukan pengunduran diri kepada Bapak presiden,” kata Idrus.

Seperti diketahui, Idrus sedang menjalani proses pemeriksaan karena dirinya diduga ikut terseret dalam kasus suap proyek PLTU Riau-1.

Selain mundur sebagai Menteri Sosial, Idrus Marham juga mundur dari kepengurusan partai Golkar. Idrus sudah menyampaikan surat pengunduran diri kepada Presiden Joko Widodo maupun kepada ketua umum Partai Golkar Airlangga Hartanto.

“Tadi pagi saya lapor presiden,” kata Idrus. “Saya sudah kirimkan surat ke Ketum DPP Partai Golkar Pak Airlangga (Hartarto), intinya, hal yang sama,” tambahnya.

Dengan mundurnya Idrus Marham ini, praktis, Idris menjabat sebagai Menteri Sosial hanya dalam rentang waktu 7 bulan. Yah, kalau ibarat orang bunting, itu si jabang bayi belum lahir, kontraksi juga belum.

Jabatan Menteri Sosial yang ditinggalkan Idrus Marham kemudian akan diisi oleh Agus Gumiwang Kartasasmita yang juga seorang kader Golkar.

Ah, jabatan menteri, mudah datang, mudah pergi.

Presidennya Kerja, kerja, kerja… Menterinya Mundur, mundur, mundur… (A/M)