Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Ma’ruf Amin Cawapres, Sindir Prabowo dan Ingin Rangkul PA 212

Redaksi oleh Redaksi
10 Agustus 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Berjanji rangkul PA 212, Ma’ruf Amin cawapres Jokowi menegaskan bahwa dirinya juga termasuk alumni gerakan Islam tersebut.

Keputusan koalisi Jokowi mendeklarasikan Ma’ruf Amin cawapres telah diresmikan dan didukung partai pengusungnya sejak Kamis kemarin (9/8). Pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin pun segera mengundang banyak reaksi, mengingat pasangan ini mengklaim dirinya sebagai komposisi ideal nasionalis-religius.

Ma’ruf Amin yang datang dari kalangan ulama langsung mendobrak spekulasi nama bakal cawapres Jokowi yang disebut-sebut ada di antara Mahfud MD atau Muhaimin Iskandar. Bagaimana tidak, sebelumnya, koalisi Prabowo-lah yang diperkirakan bakal muncul dengan nama cawapres ulama, sebagaimana disebutkan dalam hasil keputusan Ijtima Ulama.

Mengejutkannya, Prabowo malah resmi berpasangan dengan tokoh yang sama sekali tak direkomendasikan Habib Rizieq beserta ulama lainnya, yaitu Sandiaga Uno.

Rupa-rupanya, kabar ini pun menggelitik Ma’ruf Amin yang sebelumnya dengan bangga menyebutkan Jokowi sebagai orang yang menghargai ulama. Ketua MUI sekaligus Rais Aam PBNU ini secara telak menyindir pihak oposisi, meski tak menyebut nama, “Ada belah sono ngomongnya menghargai ulama, tapi hasil ijtima ulamanya nggak didengerin, malah wakilnya bukan ulama.”

Lebih lanjut, ia menegaskan pandangannya bahwa ulama dan pemuka agama tentu boleh-boleh saja maju ke laga pilpres.

“Memang yang boleh jadi presiden dan wakil presiden itu politisi saja, atau tentara saja? Pengusaha saja? Kiai juga boleh,” cetusnya.

Kegigihan Ma’ruf Amin sebagai cawapres Jokowi ditunjukkan pula pada janjinya untuk menggandeng massa Islam di Indonesia, termasuk PA (Persaudaraan Alumni) 212 yang selama ini dikenal mendukung Prabowo.

“Insyaallah saya rangkul mereka. Kan, mereka juga alumni saya juga. (Gerakan) 212 kan dulu saya yang gerakkan, cuma sesudah Ahok selesai ya selesai. Mereka keterusan, yang jelas sudah cukup selesai, kita membangun bangsa,” kata Ma’ruf, Kamis lalu (9/8).

Lalu, bagaimana tanggapan dari PA 212 sendiri?

“Harga mati untuk kami tidak dukung Jokowi, biar dipasangkan sama siapa saja,” jawab Juru Bicara PA 212 Novel Bamukmin. Menurut Novel, prinsip ini tidak akan berubah meskipun Jokowi memilih tokoh ulama sebagai pendampingnya.

Jawaban Novel ini diamini oleh Ketua PA 212 Slamet Maarif. Dikutip dari Kumparan, Slamet menegaskan bahwa pihaknya akan terus beristiqomah. Hmm, istiqomah seperti apakah yang dimaksud Slamet?

“Istiqomah bela agama, istiqomah bela Al-Quran, istiqomah lawan penista agama, istiqomah di bawah komando HRS (Habib Rizieq Shihab),” tegasnya.

Sebelumnya, Ma’ruf Amin cawapres Jokowi memang diketahui memiliki sejarah panjang bersama PA 212 jauh sebelum deklarasi capres-cawapres berlangsung. Kala itu, bersama PA 212, Ma’ruf Amin mengupayakan hukuman bagi Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang dinilai terbukti melakukan penistaan agama

Iklan

Bahkan, Ma’ruf Amin mengeluarkan fatwa yang menegaskan bahwa pernyataan Ahok terkait Surat Al-Maidah telah menodai agama Islam.

Terkait dengan posisi Ma’ruf Amin cawapres Jokowi, Novel Bamukmin—sekali lagi—tetap teguh pada pendiriannya. Ia mengakui pihaknya sempat memiliki simpati besar pada Ma’ruf atas fatwa yang dikeluarkan untuk Ahok, tapi kini mereka tak lagi sepaham karena Ma’ruf Amin telah jadi ‘orang Istana’. (A/K)

Terakhir diperbarui pada 10 Agustus 2018 oleh

Tags: ahokfatwa MUIHabib Rizieq ShihabIjtima UlamaJokowi-Ma'ruf AminKH Ma'ruf AminMaruf Amin cawapres Jokowipenistaan agamaPilpres 2019prabowoSandiaga Uno
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Busuknya Romantisasi ala Jogja Ancam Damainya Salatiga (Unsplash)
Pojokan

Sisi Gelap Salatiga, Kota Terbaik untuk Dihuni yang Katanya Siap Menggantikan Jogja sebagai Kota Slow Living dan Frugal Living

5 Januari 2026
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Hentikan MBG! Tiru Keputusan Sleman Pakai Duit Rakyat (Unsplash)
Pojokan

Saatnya Meniru Sleman: Mengalihkan MBG, Mengembalikan Duit Rakyat kepada Rakyat

19 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Yang paling berat dari mudik lebaran ke kampung halaman bukan pertanyaan kapan nikah atau dibandingkan di momen halal bihalal reuni keluarga, tapi menyadari orang tua makin renta dan apa yang terjadi setelahnya MOJOK.CO

Hal Paling Berat dari Mudik Bukan Pertanyaan atau Dibandingkan di Reuni Keluarga, Tapi Ortu Makin Renta dan Situasi Setelahnya

27 Februari 2026
produk indomaret, private label.MOJOK.CO

Private Label Indomaret Penyelamat Hidup Saat Tanggal Tua Bulan Ramadan, Murah tapi Tak Murahan

24 Februari 2026
Mie ayam surabaya untuk quality time. MOJOK.CO

Makan Mie Ayam, “Quality Time” Orang Surabaya dan Balas Dendam Terbaik untuk Melampiaskan Getirnya Hidup

25 Februari 2026
Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali

27 Februari 2026
Ijazah S1 jurusan Sastra Indonesia dari PTN terbaik di Jawa Timur alami penolakan 150 lamaran kerja. Buat pekerjaan freelance aja tidak bisa hingga jadi beban keluarga MOJOK.CO

Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa

21 Februari 2026
Mudik ke desa pakai motor setelah bertahun-tahun merantau di kota seperti Jakarta jadi simbol perantau gagal MOJOK.CO

Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga

26 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.