• 156
    Shares

MOJOK.CO Meski siap untuk tidak nyapres, Prabowo masuk dalam daftar rekomendasi capres ijtima ulama GNPF. Kandidat lainnya ada dua: Salim Segaf dan Ustaz Abdul Somad.

Pertemuan beberapa tokoh politik dengan Imam Besar FPI Rizieq Syihab di Mekkah beberapa waktu lalu ternyata menghasilkan gagasan diadakannya ijtima ulama oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatma Ulama (GNPF). Gelaran ijtima ulama yang dihadiri Ketua umum Partai Gerindra, PKS, PBB, PAN, dan Partai Berkarya ini dimaksudkan untuk memberi dukungan pada Koalisi Keumatan.

Sebelum rapat pleno terakhir digelar (berlangsung Sabtu malam, 28/7), peserta ijtima ulama dibagi menjadi empat komisi, yaitu politik, ekonomi, dakwah, serta lembaga dan organisasi. Seluruh peserta berjumlah kurang lebih 600 ulama dan tokoh nasional, di mana ijtima sendiri dibuka langsung oleh—tidak lain dan tidak bukan—Ketua Dewan Pembina GNPF Ulama Habib Rizieq Syihab…

…melalui rekaman suara.

Dipimpin oleh KH Abdul Rasyid Abdullah Syafi’i, ijtima ulama ini juga menetapkan rekomendasi 3 nama dalam Pilpres 2019.

“Untuk kepemimpinan nasional, peserta Ijtima Ulama dan tokoh nasional sepakat untuk merekomendasikan: (1) Letjen TNI (Purn) H. Prabowo Subianto, (2) Al Habib Dr. H. Salim Segaf Al-Jufri, (3) Ust. Abdul Somad Batubara, Lc., MA, sebagai calon presiden dan calon wakil presiden untuk didaftarkan ke KPU oleh Partai Koalisi Keumatan dalam kontestasi Pemilihan Presiden 2019,” demikian bunyi rekomendasi.

Baca juga:  Dulu Difatwa Penista, Ahok Kini Dukung KH Ma’ruf Amin, Malah Ingin Ikut Kampanye

Tentu saja, penyebutan rekomendasi 3 nama bakal capres dan cawapres ini membuat kita menyoroti nama Prabowo Subianto. Bagaimana tidak, dalam pidato sambutannya sebelumnya, Prabowo menyatakan siap maju menjadi alat perubahan sosial, tapi jika tidak, ia akan berlapang dada menjadi pendukung dan tidak nyapres.

“Saya menyatakan di sini, di hadapan saudara-saudara, saya siap jadi alat untuk perubahan sosial, untuk menjadi alat umat, dan alat untuk rakyat Indonesia. Tapi, kalau saya tidak dibutuhkan dan ada orang yang lebih baik, saya pun siap mendukung kepentingan rakyat dan umat Indonesia,” ujar Prabowo.

Namun begitu, belum diketahui siapa dari tokoh-tokoh tadi yang akan ditempatkan sebagai capres maupun cawapres. Disebutkan, perihal posisi merupakan keputusan partai politik yang tergabung dalam koalisi keumatan, yaitu Gerindra, PKS, PAN, dan PBB. Sementara, nama Prabowo-lah yang tetap diunggulkan sebagai capres, sedangkan Salim Segaf dan Abdul Somad (UAS) dijadikan cawapres.

Tapi yang jelas, nama-nama rekomendasi ini sifatnya mengikat bagi seluruh peserta. Dengan kata lain, siapa saja yang mengikuti ijtima ulama wajib memberi dukungan dan mengabarkan hasil rekomendasi ini ke seluruh umat Islam di Indonesia. Artinya, 600 ulama dan tokoh nasional di dalamnya pun harus bersedia menjadi pemberi kabar gembira ini pada kita semua, mylov.

Jadi, yaaaa, tunggu aja nanti broadcast di grup WhatsApp keluarga kamu bakal dapat berita ini. Hehe. (A/K)

Baca juga:  Fahri Hamzah Buka Suara Soal Kelakuan PKS: Ada Kesalahan Berpikir!