• 90
    Shares

MOJOK.CO Presiden Jokowi memutuskan menaikkan gaji PNS 2019 tahun depan. Mardani Ali Sera menanggapi kabar ini dengan menduga bahwa Jokowi tengah “merayu” menjelang Pilpres 2019.

Kenaikan gaji PNS 2019 (termasuk pensiunan PNS) agaknya bakal segera terealisasikan. Berkisar di angka rata-rata 5 persen, kenaikan gaji ini disebut mulai berlaku tahun depan, sebagaimana tertera dalam Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019.

Kabar gembira tersebut disampaikan Presiden Jokowi dalam rangka pemberian keterangan pemerintah atas RAPBN 2019 dan Nota Keuangan di hadapan Paripurna DPR RI.

Kenaikan gaji PNS 2019 sebesar 5 persen ini disebut termasuk dalam hitungan gaji pokok dan pensiunan pokok. Angka ini kabarnya disesuaikan dengan pemasukan PNS yang tak mengalami perubahan sejak tahun 2015. Tak lupa, kualitas birokrasi pun akan terus ditingkatkan demi tercapainya tujuan aparat negara yang profesional, bersih, dan sejahtera.

Meski menjadi angin segar bagi para PNS Indonesia, Presiden Jokowi sendiri ternyata belum memberikan detail informasi mengenai anggaran belanja pegawai tahun depan. Tahun ini, angkanya disebut mencapai 227,46 triliun, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu, yaitu 223,62 triliun rupiah.

Yang tak kalah menyenangkannya, Menteri Keuangan Sri Mulyani turut memberi keterangan mengenai THR. Disebutkannya, THR akan tetap menjadi hak PNS dengan nilai yang sama.

“Tahun depan masih sama, ada THR dan gaji ke-13 juga. Nanti di dalamnya termasuk tunjangan-tunjangan,” jelasnya.

Baca juga:  TGB Masuk dalam Daftar Cawapres yang Sudah Dikantongi Jokowi

Tapi, di mana ada kabar baik, di situ ada praduga-praduga muncul. Terbukti, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mulai mempertanyakan kebijakan ini. Kenapa gaji PNS 2019 harus dinaikkan? Kenapa tahun depan? Jangan-jangan, ini berkaitan dengan kedudukan Jokowi sebagai petahana di Pilpres 2019?

“Ajukan naik 5 persen pada 2019 bisa dinilai sebagai usaha menaikkan insentif elektoral bagi petahana,” cetus Mardani.

Lebih lanjut, Mardani berharap kenaikan gaji ini tak bakal merebut simpati para PNS dengan serta merta. Meski yakin bahwa kenaikan gaji PNS 2019 ini berkaitan dengan reputasi Presiden Jokowi yang bakal maju di Pilpres 2019, Mardani percaya bahwa masyarakat akan tetap memilih secara obyektif.

“Saya yakin masyarakat dan ASN akan cerdas untuk menilai bahwa tidak ada kaitan antara pilihan masyarakat dengan kenaikan gaji ini,” pungkas Mardani Ali Sera. (A/K)