• 345
    Shares

Rasanya tak ada remaja yang lebih sedih dan bimbang ketimbang Bowo Alpenliebe, si artis Tik Tok kenamaan yang heboh dan viral itu. Maklum, hari ini, Selasa 3 Juli 2018, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) resmi memblokir aplikasi Tik Tok.

Info terkait pemblokiran aplikasi Tik Tok ini dikonfirmasi langsung oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

“Iya, Tik Tok sudah diblokir siang tadi,” kata Rudiantara.

Tik Tok diblokir karena dianggap mengandung banyak konten negatif.

“Banyak kontennya yang negatif, terutama bagi anak-anak,” ujar Rudiantara. “Ada yang tidak senonoh, tidak mendidik, pokoknya tidak pantas untuk anak-anak.”

Selama mengudara di Indonesia, Tik Tok memang melahirkan banyak sekali pelaporan aduan. Pelaporan atas Tik Tok datang dari berbagai pihak, mulai dari masyaraka luas, sampai Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (Kemen PPA), dan Komisi Perlindungan Andak Indonesia (KPAI).

Kemenkominfo mencatat ada sekitar 2.853 laporan yang masuk atas aplikasi Tik Tok. Petisi tentang pemblokiran Tik Tok juga mengundang banyak dukungan. Di situs petisi change.org, petisi pemblokiran Tik Tok sudah mendapatkan 124 ribu pendukung, dan masih terus bertambah.

Dirjen Aptika Kominfo Semuel Pangerapan mengatakan bahwa Kemenkominfo terpaksa melakukan pemblokiran aplikasi Tik Tok dengan 8 DNS-nya karena pelanggaran pada aplikasi Tik Tok sudah semakin tak terkendali.

“Pelanggaran konten yang ditemukan antara lain pornografi, asusila, pelecehan agama, dan lain-lain,” kata Semuel.

Pemblokiran tersebut, menurut Semuel bersifat sementara, setidaknya sampai ada perbaikan dan pembersihan konten oleh pihak Tik Tok.

Pemblokiran terhadap aplikasi milenial berbasis video oleh Kemenkominfo ini tentu bukan yang pertama kalinya. Sebelum Tik Tok, Kemenkominfo juga pernah memblokir Bigo. Saat itu, Bigo merespons pemblokiran tersebut dengan membersihkan konten-konten negatif yang ada di aplikasinya sehingga Bigo bisa kembali diakses.

Sampai saat ini, belum ada tanggapan dan tindakan resmi dari pihak Tik Tok. Pihak Kemenkominfo menjamin akan membuka kembali akses Tik Tok jika pihak Tik Tok bersedia membersihkan konten dan menjamin untuk terus menjaga kebersihan kontennya.

Yah, kita tunggu saja apa yang akan dilakukan oleh pihak Tik Tok. Yang jelas, pasca pemblokiran ini, akan ada banyak remaja-remaja galau yang akan semakin galau.

Untuk sejenak, masyarakat Indonesia merdeka dari penjajahan lagu “Lagi syantik”, “Goyang orang mabok”, atau lagu “A… a… Aisyah… jatuh cinta, pa pa pa pada Jamila”. (A/M)