• 276
    Shares

MOJOK.CO Basuki Tjahaja Purnama tidak ingin lagi dipanggil Ahok setelah bebas dari penjara. Beliau juga mengimbau kepada Ahokers untuk tidak golput di Pilpres 2019.

Menjelang bebas dari penjara pada tanggal 24 Januari 2019 nanti, Basuki Tjahaja Purnama surati pendukungnya, para Ahokers. Mantan Gubernur DKI tersebut mengimbau Ahokers untuk tidak menyambutnya di Mako Brimob, apalagi sampai menginap.

Basuki Tjahaja Purnama yang lebih akrab dikenal sebagai Ahok khawatir para pendukungnya akan mengganggu kelancaran lalu-lintas di depan Mako Brimob. Jika sampai macet, kelancaran orang lain yang sedang mencari nafkah akan terganggu. Hmm…penjara selama dua tahun nampaknya membuat Ahok semakin arif dan bijaksana.

Namun memang itu yang terjadi. Ahok pun mengakuinya lewat surat yang ia tulis. Penjara berhasil mengubah dirinya. Bahkan, pada titik tertentu, Ahok bersyukur dirinya gagal menang di Pilkada DKI 2017 dan kemudian dipenjara. Ahok khawatir jika menang, dirinya akan semakin arogan, kasar, dan menyakiti hati banyak orang.

Menang Pilkada, hanya akan membuat dirinya menguasai Balaikota selama lima tahun saja. Namun, di penjara, Ahok jadi bisa belajar menguasai diri untuk selamanya. Selain itu, Ahok juga mengimbau Ahokers untuk tidak golput di Pilpres 2019 demi bisa menegakkan empat pilar negara, yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI.

Satu hal yang menarik adalah ketika Basuki Tjahaja Purnama tidak lagi ingin dipanggi Ahok selepas bebas dari penjara. Basuki Tjahaja Purnama ingin dipanggil BTP saja.

Berikut salinan surat BTP kepada Ahokers. Ehh, kalau tak mau lagi dipanggil Ahok, berarti nama pendukungnya berubah jadi BTPers. Agak nggak masuk, Pak. Atau ganti BTP Mania? Biar terdengar kayak pendukung klub balbalan.

Surat BTP:

Kepada saudara-saudara                                                           Depok, 17-1-2019

Baca juga:  Jamaah Kura-Kura dan Kutukan Khotbah Jumat

Ahokers

Dimanapun saudara berada.

Terima kasih atas doa serta dukungannya selama ini untuk saya tidak pernah dalam pengalaman hidup saya bisa menerima begitu banyak pemberian, dari makanan, buah-buahan, pakaian, buku-buku dan lain-lain dari saudara-saudara. Saya merasa begitu dikasihi dan kasih sayang yang saudara-saudara berikan kepada saya lebih baik daripada emas dan perak maupun dibandingkan kekayaan yang besar.

Saya mendengar ada yang mau menyambut hari kebebasan saya di Mako Brimob. Saya bebas 24 Januari 2019, adalah hari Kamis, hari orang bekerja, jalanan di depan Mako Brimob di depan Lapas Cipinang adalah satu-satunya jalan utama bagi saudara saudara kita yang mau mencari nafkah. Saya sarankan demi kebaikan dan ketertiban umum bersama, dan untuk menolong saya, sebaik-baiknya saudara saudara tidak melakukan penyambutan apalagi menginap.

Saya sangat bersyukur kepada Tuhan, Allah pencipta langit dan bumi, bahwa saya diizinkan untuk ditahan di Mako Brimob. Saya bersyukur diijinkan tidak terpilih di Pilkada DKI 2017, jika saya terpilih lagi di Pilkada tersebut, saya hanya seorang laki laki yang menguasai Balaikota saja, tetapi saya di sini belajar menguasai diri seumur hidup saya. Kuasai Balaikota untuk lima tahun lagi, saya ditanya jika waktu bisa diputar kembali, mau pilih yang mana? Saya akan katakan saya memilih ditahan di Mako untuk belajar dua tahun (liburan remisi 3,5 bulan), untuk bisa menguasai diri seumur hidupku.

Jika terpilih lagi aku akan semakin arogan dan kasar dan semakin menyakiti hati banyak orang. Pada kesempatan ini saya juga mau sampaikan mohon maaf atas segala tutur kata, sikap, perbuatan, yang sengaja maupun tidak sengaja menyakiti hati dan perasaan saudara dan anggota keluarganya. Saya mohon maaf dan saya keluar dari sini dengan harapan panggil saya BTP bukan Ahok.

Baca juga:  Duterte Sang Presiden Filipina yang Bikin Kasus Penistaan Agama Ahok Jadi Cupu

Lanjutan…

Pemilu dan Pilpres 2019 akan dilangsungkan 17 April 2019 saya menghimbau seluruh Ahokers jangan ada yang golput, kita perlu menegakkan empat pilar bernegara kita, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI dengan cara memiliki partai politik yang mau menegakkan empat di atas di seluruh Indonesia, kita harus mendukung agar di DPRD-DPRD dan DPR RI maupun DPD RI memiliki jumlah kursi yang mencapai di atas 30% untuk partai yang teruji dan berkomitmen pada Pancasila. Saya ingin mengutip pidato presiden Soekarno yang saya kutip dari buku revolusi belum selesai, kumpulan pidato presiden Soekarno 30 September 1965-Pelengkap Nawakarsa (10 Januari 1967), Penyunting: Budi Setiono dan Bonnie Triyana, terbitan Serambi (www.serambi.co.id): “Saudara-Saudara , Pancasila adalah jiwa kita, bukan hanya jiwaku. Tetapi ialah jiwa Angkatan Bersenjata Republik Indonesia. Dan selama Angkatan Bersenjata Republik Indonesia berjiwa Pancasila, insya Allah SWT, engkau akan tetap kuat, tetap kuat dan sentosa.tetap kuat dan sentosa.tetap kuat dan sentosa menjadi tanduk dari pada banteng Indonesia, yang telah kita dirikan pada 17 Agustus 1945…, engkau adalah penegak daripada Pancasila. Dan setialah kepada Pancasila itu, pegang Teguh kepada Pancasila, bela Pancasila itu. Sebagaimana aku pun berpegang Teguh kepada Pancasila, membela Pancasila, bahkan sebagaimana kukatakan lagi tadi. Saudara-saudara, laksana panggilan yang aku dapat daripada atasan untuk memegang teguh kepada Pancasila ini”

Majulah demi kebenaran, perikemanusiaan dan keadilan.

Ingatlah sejarah dan tujuan para proklamator dirikan negeri ini.

MERDEKA!

Salam dari Mako Brimob,

BTP

(yms)

  • 276
    Shares


Loading...



No more articles