Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

PDIP Anggap Ma’ruf Amin Lebih Paham Ekonomi Kerakyatan Ketimbang Sandiaga Uno

Redaksi oleh Redaksi
19 Agustus 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Indonesia boleh jadi cukup beruntung, sebab di Pilpres mendatang, Indonesia punya pilihan alternatif cawapres yang beragam. Kubu Prabowo punya Sandiaga Uno yang seorang pengusaha, sedangkan Jokowi punya Ma’ruf Amin yang seorang ulama.

Dua cawapres ini punya medan isu masing-masing. Dalam isu agama, Ma’ruf Amin tentu saja dianggap jauh lebih dominan, sebab selain menjabat sebagai Rais Am PBNU, Ma’ruf Amin juga pernah menjabat sebagai Ketua MUI.

Sedangkan dalam isu ekonomi, Sandiaga Uno menjadi yang lebih dominan. Maklum, sebagai capres/cawapres terkaya di Pilpres 2019 dengan total aset kekayaan mencapai 5 triliun, Sandiaga memang punya modal bukti yang kuat sebagai seorang pengatur ekonomi pilih tanding. Sandiaga adalah Investor yang cakap, betapa tidak, ia mampu meningkatkan aset kekayaannya lebih dari 1 triliun hanya dalam waktu dua tahun. Hal yang bahkan Bandung Bondowoso pun belum tentu sanggup melakukannya.

Namun demikian, PDIP, sebagai salah satu partai yang mengusung Ma’ruf Amin ternyata justru menganggap Ma’ruf Amin lebih paham tentang ekonomi, khususnya ekonomi kerakyatan ketimbang Sandiaga Uno yang seorang pengusaha.

Hal tersebut dikatakan langsung oleh Sekjen PDIP Hasto Kristyanto.

Menurut Hasto, Ma’ruf Amin punya rekam jejak dan pengalaman yang mumpuni dalam sektor perekonomian.

“Kiai Ma’ruf itu pengalamannya luas, Pak Prabowo sama Pak Sandi belum pernah menjadi anggota DPR. Kiai Ma’ruf sudah pernah menjadi anggota DPR, dan ketika menjadi anggota DPR beliau menjadi Ketua Komisi VI,” kata Hasto, “Artinya, memimpin kebijakan industri, kebijakan perdagangan sehingga itulah memang sesuatu yang belum dilihat dengan baik dari kiai Ma’ruf. Beliau pemimpin yang sangat memahami aspek ekonomi.”

Menurut Hasto, Sandiaga memang seorang pengusaha sukses, ia paham banyak soal bisnis perusahaan, namun soal ekonomi umat atau ekonomi rakyat, Ma’ruf lebih jauh lebih unggul.

“Kalau Pak Sandi kan ekonomi korporasi, sifatnya dia tahulah bagaimana kekayaanya naik secara drastis dia tahu, tapi bagaimana keumatan dan keadilan itu kiai Ma’ruf lebih unggul dari Sandi,” jelas Hasto.

Selama ini, orang-orang memang fokus pada sosok Ma’ruf Amin dalam kapasitasnya sebagai seorang ulama. Tak banyak yang yang tahu bahwa Ma’ruf Amin juga merupakan seorang ekonom.

Ma’ruf Amin adalah salah satu sosok yang ikut membidani lahirnya bank-bank syariah di Indonesia. Ia pernah menjadi anggota Komite Ahli Pengembangan Bank Syariah Bank Indonesia. Ma’ruf juga merupakan profesor atau guru besar bidang Ilmu Ekonomi Muamalat Syariah di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. (A/M)

sandiaga ma'ruf amin

Terakhir diperbarui pada 19 Agustus 2018 oleh

Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku Mojok,co
Pojokan

Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku

19 Maret 2026
Hidup mati pekerja Jakarta harus tetap masuk, menerjang arus dari Bekasi
Urban

Pekerja Jakarta, Rumah di Bekasi: Dituntut Kerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik

19 Maret 2026
mudik gratis Lebaran dari Pertamina. MOJOK.CO
Sehari-hari

Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa “Kalah” dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya

19 Maret 2026
Ada potensi anomali ketika wisata Jogja diserbu 8,2 juta wisatawan. Daya beli rendah, tapi ada ancaman masalah MOJOK.CO
Urban

Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi

19 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku Mojok,co

Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku

19 Maret 2026
Evakuasi WNI saat terjadi konflik luar negeri MOJOK.CO

Saat Terjadi Konflik di Luar Negeri, Evakuasi WNI Tak Sesederhana Asal Pulang ke Negara Asal

16 Maret 2026
iphone 11, jasa sewa iphone jogja.MOJOK.CO

User iPhone 11 Dicap Kuno dan Aneh karena Tak Mau Upgrade, Pilih Dihina Miskin daripada Pusing Dikejar Pinjol

14 Maret 2026
Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa Mojok.co

Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Terlalu Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa

19 Maret 2026
Makanan Khas Jawa Timur Obat Rindu Kala Mudik ke Surabaya (Aly Reza/Mojok.co)

Makanan Khas Jawa Timur di Jogja yang Paling Bikin Perantau Surabaya Menderita: Kalau Nggak Niat Mending Nggak Usah Jualan, Bikin Kecewa

14 Maret 2026
Dosen Poltani Kupang sekaligus Ahli Peternakan dapat dana LPDP. MOJOK.CO

Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 

18 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.