Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Kejutan dari Jokowi: Ibu Kota Pindah ke Kalimantan Beneran!

Redaksi oleh Redaksi
1 Agustus 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sudah diputuskan, ibu kota pindah beneran ke Kalimantan. Selain perlu dana yang besar, hal ini juga perlu satu hal: keteguhan hati meninggalkan Jakarta.

Masuk bulan Agustus 2019, rakyat Indonesia agaknya harus bersiap-siap. Pasalnya, Presiden Jokowi telah memberi tahu bahwa dirinya bakal memberi kejutan pada publik terkait perihal rencana ibu kota pindah..

Telah beredar kabar sebelumnya, ibu kota Jakarta akan dipindah ke luar Jawa. Ada beberapa syarat bagi kota yang nantinya akan dipilih menjadi ibu kota baru Indonesia, di antaranya adalah berada di lokasi yang strategis secara geografis, bebas bencana alam, punya akses dan layanan air minum, sanitasi, listrik, dan jaringan komunikasi yang memadai.

Dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, Selasa lalu (30/7), Presiden Jokowi menyatakan, “Iya kan memang sudah dari dulu saya sampaikan pindah ke Kalimantan. Nah, Kalimantan yang mana yang belum. Nanti kita sampaikan Agustus-lah.”

Pemilihan Kalimantan ini telah melalui beberapa pertimbangan. Rudy S Prawiradinata, Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN (Bappenas), bahkan telah memastikan ibu kota pindah ke Kalimantan. Menurutnya, putusan ini akan berdampak signifikan ke seluruh sektor di Kalimantan.

Memenuhi syarat ibu kota baru, Kalimantan memiliki keuntungan karena terletak di tengah Indonesia, memiliki lahan yang luas, serta relatif aman bencana. Namun, hingga saat ini, pemerintah memang belum memberi pernyataan resmi yang menyebut secara pasti wilayah Kalimantan mana yang akan ditunjuk sebagai ibu kota baru.

Hal inilah yang diyakini bakal menjadi “kejutan Jokowi”.

Rencana ibu kota pindah ini sejatinya telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 edisi revisi bulan Juni 2019. Agenda ini menjadi program prioritas nasional nomor 2.

Untuk mendukung pemindahan ibu kota, alokasi dana yang diperlukan adalah Rp83,8 triliun yang bersumber dari APBN, BUMN, dan swasta. Setidaknya, jumlah tadi adalah tahap awal, mengingat Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, menyebutkan bahwa jumlah dana yang sesungguhnya diperlukan dalam program ibu kota pindah ke Kalimantan ini bisa mencapai angka lebih dari Rp400 triliun.

Sementara itu, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Bappenas telah menetapkan 4 kawasan yang akan dibangun pemerintah dalam kurun waktu 10 tahun ke depan di Kalimantan.

Keempat kawasan ini mencakup area inti pusat pemerintahan (2.000 hektare; termasuk Istana Negara dan Kantor Lembaga Negara), area ibu kota negara (40.000 hektare; termasuk fasilitas pendidikan, kesehatan, dan perumahan), area perluasan ibu kota negara (200.000 hektare; termasuk bandara dan pelabuhan), serta area perluasan ibu kota negara 2 (200.000 hektare; termasuk pengembangan terkait dengan provinsi sekitar).

Wow, sungguh rencana yang cukup matang dan menjanjikan. Semoga saja, wacana ibu kota pindah ke Kalimantan ini bisa berjalan lancar, ya.

Setidaknya, setelah resmi dipindah, kalau orang-orang mau mudik ke Jakarta, kita bisa bilang, “Mau pulang ke Jawa, ya?”

Yaaah, hitung-hitung, sebagai “balas dendam” karena orang Jakarta selalu menyebut daerah lain di Pulau Jawa sebagai “Jawa”, padahal Jakarta sendiri juga berada di Pulau Jawa. Mamam! (A/K)

Iklan

Terakhir diperbarui pada 21 Agustus 2019 oleh

Tags: Bappenasibu kota pindahjakartajokowiKalimantan
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Sigura-gura, Malang, slow living.MOJOK.CO
Urban

Omong Kosong Slow Living di Malang: Pindah Kerja Berniat Cari Ketenangan Malah Dibikin Stres, Nggak Ada Bedanya dengan Jakarta

11 April 2026
Tinggalkan Jakarta demi punya rumah desa untuk slow living, berujung kena mental karena ulah tetangga MOJOK.CO
Urban

Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga

7 April 2026
Saya Setuju Orang Jakarta Tajir Tak Betah Slow Living di Desa (Unsplash)
Pojokan

Orang Tajir Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Desa karena Menolak Srawung Itu Omong Kosong Kebanyakan Gagal Betah karena Ulahnya Sendiri

7 April 2026
Slow living di desa, jakarta.MOJOK.CO
Urban

Orang Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Salatiga Selama Masih Anti-Srawung, Modal Financial Freedom pun Tak Cukup

6 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa KKN di desa

KKN Itu Menyenangkan, yang Bikin Muak adalah Teman yang Jadi Beban Kelompok dan Warga Desa yang “Toxic”

9 April 2026
Ikuti paksaan orang tua kuliah jurusan paling dicari (Teknik Sipil) di sebuah PTN Semarang biar jadi PNS. Lulus malah jadi sopir hingga bikin ibu kecewa MOJOK.CO

Kuliah di Jurusan Paling Dicari di PTN, Setelah Lulus bikin Ortu Kecewa karena Kerja Tak Sesuai Harapan

7 April 2026
Ribetnya urusan sama pesilat. Rivalitas perguruan pencak silat seperti PSHT dan PSHW (SH Winongo) bikin masalah sepele jadi alasan rusuh MOJOK.CO

Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial

7 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
kuliah s2.MOJOK.CO

Penyesalan Lanjut S2 Cuma karena Pelarian dan FOMO: Nganggur dan Dicap Overqualified, Sudah Kerja pun Gaji Setara Lulusan SMA

5 April 2026
Mahasiswa Jogja nugas di coffee shop

Nugas di Kafe Dianggap Buang-buat Duit, padahal Bikin Mahasiswa Jogja Lebih Tenang dan Produktif

6 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.