Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Demokrat Menuju Koalisi Prabowo, PKS Semakin “Insecure” soal Cawapres

Redaksi oleh Redaksi
25 Juli 2018
A A
prabowo
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Rasanya tak berlebihan kalau menyebut bahwa Partai Demokrat sedang melangkah ke arah koalisi Prabowo —untuk tidak menyebutnya sebagai koalisi Allah, koalisi keummatan, dsb— dalam perjalanan politiknya.

Hal tersebut semakin jelas setelah Prabowo dan SBY mengadakan pertemuan di kediaman SBY di Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan, Selasa 24 Juli 2018 kemarin. Dalam pertemuan tersebut, salah satu poin yang dibahas adalah soal kemungkinan koalisi Partai Demokrat dengan Partai Gerindra.

Iklan

Sesaat setelah pertemuan tersebut, Pak Beye dengan terang-terangan bilang bahwa koalisi Demokrat dengan Gerindra terbuka lebar.

“Saya harus mengatakan jalan membangun koalisi terbuka lebar apalagi setelah kami berdua sepakat atas apa yang menjadi persoalan bangsa lima tahun ke depan,” kata Pak Beye, eh SBY aja ding.

Semakin mendekatnya Demokrat ke poros koalisi Gerindra-PKS-PAN ini tentu mendapat sambutan yang baik dari segenap anggota koalisi, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera bahkan menganggap pertemuan Prabowo dan SBY bakal semakin memperkuat gerakan #2019GantiPresiden.

Namun begitu, PKS, sebagai partai koalisi Gerindra yang “paling setia” ternyata tetap mengultimatum Gerindra perihal posisi cawapres. Bagi PKS, masuknya Demokrat tidak akan mengubah keputusan mereka untuk tetap menjagokan kadernya sebagai cawapres pendamping Prabowo.

Sebelumnya, PKS sempat mengancam akan keluar dari koalisi jika cawapres pendamping Prabowo bukan dari PKS.

“Enggak bisa ditawar-tawar. Cawapres harus dari PKS. Kami enggak mau jadi penggembira saja dalam Pilpres ini,” kata Anggota Majelis Syuro PKS, Tifatul Sembiring awal Juli lalu. “Kalau mau kami disuruh dukung-dukung saja mungkin enggak (mau), lebih baik jalan masing-masing saja.”

Nah, hadirnya Demokrat dalam koalisi tentu akan mengancam perebutan posisi cawapres pendamping Prabowo, sebab Demokrat selama ini memang sedang berusaha untuk mengorbitkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawapres. Prabowo sendiri dalam beberapa kesempatan, tanpa tedeng aling-aling mengatakan bahwa dirinya tertarik dengan AHY. Nah lho.

Kengototan PKS untuk menjadikan salah satu kadernya sebagai cawapres mendampingi Prabowo memang luar biasa.

Majelis Syuro PKS bahkan telah menyiapkan sembilan nama kader internal mereka untuk menjadi cawapres mendampingi Prabowo. Kesembilan nama tersebut adalah Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Fungsionaris PKS M. Anis Matta, Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno, Presiden PKS Muhammad Sohibul Iman, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri, Anggota DPR Tifatul Sembiring, Anggota DPR Al Muzammil Yusuf MS, dan Anggota DPR Mardani Ali Sera.

Tifatul Sembiring mengatakan bahwa slot cawapres untuk PKS dalam koalisi adalah harga mati bagi PKS.

“Ya jelas dong, logis, kami paling setia, karena ini berkaitan dengan PKS,” ujar Tifatul. “Kalau berandai-andai, ya kami bisa juga melihat keadaan Gerindra dan PKS sudah lama berkoalisi. Di pilkada, di DPR dalam tanda kutip Demokrat kan baru mendekat lah. Kami berharap teman setia lah.”

Yah, kita lihat saja nanti, siapa yang bakal dipilih, apakah anak baru, atau anak lama. Yang jelas, Pilpres 2019 bakal panas sejak dalam koalisi. (A/M)

Iklan

infografik cawapres pks

Terakhir diperbarui pada 25 Juli 2018 oleh

Tags: ahydemokratgerindraPKSprabowo
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO
Esai

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO
Tajuk

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kerajinan lokal Yogyakarta di INACRAFT. MOJOK.CO

INACRAFT Jogja: Jembatan bagi Perajin Lokal Menembus Pasar Global Lewat Karya yang Tak Biasa

15 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kerja sama dengan Australia. MOJOK.CO

Satu Dekade Jogja dengan Melbourne Symphony Orchestra: Bukti Orkestra Nggak Melulu Kaku bahkan Bisa Dinikmati Sambil Lesehan

15 Juli 2026
Pengalaman buruk investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu MOJOK.CO

Pengalaman menyedihkan investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu per bulan bikin saya kapok dan memutuskan pindah ke deposito demi ketenangan hidup

16 Juli 2026
Ilustrasi - Cerita bapak dulu bungah antar anak wisuda sarjana dari PTS Jogja, kini nelangsa antar anak susah cari kerja meski modal ijazah S1 MOJOK.CO

Cerita Bapak Dulu Bahagia Antar Anak Wisuda Sarjana, Kini Nelangsa Antar Cari Kerja Pakai Ijazah SMA karena S1 Tak Guna

19 Juli 2026
kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.