MOJOK.CO Proyek patung Garuda Wisnu Kencana di Bali ibarat cermin dari perjuangan hidup. Setelah berlangsung 28 tahun, patung ini akhirnya memasuki tahap upacara pasupati dan pemasangan mahkota.

Kalau bicara soal perjalanan lika-liku kehidupan, tampaknya kita bisa belajar dari proses pembangunan patung Garuda Wisnu Kencana, atau lebih sering dikenal sebagai patung GWK.

Didanai oleh BUMN Bali Tourism Development Corporation (BTDC) dan dibuat oleh seniman asal Bali, Nyoman Nuarta, proyek patung GWK ini dirintis sejak tahun 1989. Semula, patung ini direncanakan berada di dalam Bandara Ngurah Rai. Namun, karena alasan keterbatasan ruang, Nyoman meminta pembangunan patung dilakukan di luar bandara. Lokasi yang kemudian dipilih adalah lokasi GWK sekarang, yang dulunya merupakan bekas galian C.

Patung GWK sendiri merupakan wujud Dewa Wisnu yang tengah mengendarai burung garuda. Bentuk ini dipilih karena disebutkan dalam kisah Garuda dan Kerajaannya. Naiknya Dewa Wisnu merupakan bentuk terima kasih dari si burung karena Wisnu telah menyelamatkan ibunya dari perbudakan.

Patung Dewa Wisnu (sumber: blog.airpaz.com)

Patung Garuda (sumber: blog.airpaz.com)

Terus, di mana letak lika-likunya?

Pembangunan patung ini sempat tidak berlanjut pada tahun 1998 akibat krisis moneter. Selain itu, berhentinya pembangunan patung Garuda Wisnu Kencana pun didasari pula oleh kontroversi pemuka agama Hindu di Bali. Tak sedikit dari mereka merasa bahwa ukuran patung yang besar akan memengaruhi keseimbangan spiritual di Bali. Apalagi, patung ini pun rencananya tetap akan dijadikan tempat wisata.

Baca juga:  Tolong Dicatat, yang Ingin Merobohkan Patung Kong Cho Itu Bukan Orang Tuban

Di tengah halangan-halangan ini, dukungan pun terus bermunculan. Sebagian pemuka agama tidak sependapat dengan anggapan di atas. Sebaliknya, mereka justru mendukung proyek ini karena berpeluang meningkatkan kunjungan wisatawan. Maka, hingga hari, ini pembangunan terus berlanjut.

Fyuuh, syukurlah~

Meski meleset dari target selesai akhir 2017, Nyoman Nuarta tak putus asa. Baru-baru ini, ia dipenuhi rasa bangga karena kemarin, hari Minggu (20/5), patung yang terdiri dari 24 segmen dengan total 754 modul ini diupacarai pasupati sekaligus dilengkapi dengan pemasangan kepala dan mahkota Dewa Wisnu yang konon seberat 3,5 ton. Dalam akun pribadinya, Nyoman mengabadikan peristiwa ini.

Tak hanya itu, dari 754 modul, kini tercatat sudah 510 modul terpasang. Badan patung Dewa Wisnu pun sudah berada di atas patung garuda, seperti yang tampak pada gambar berikut.

Patung GWK (sumber: Instagram GWK Bali)

Di upacara pasupati dan pemasangan mahkota tersebut, seluruh umat yang hadir bertepuk tangan di tengah suasana haru. Bahkan, Gubernur Bali Made Mangku Pastika sampai meneteskan air mata. Diakuinya, perasaannya tersentuh saat mengingat para penggagas patung GWK terdahulu.

Ya, selain Nyoman Nuarta, ada nama lain yang ambil peran dalam proyek ini, di antaranya adalah Joop Ave—Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi—serta Ida Bagus Sujana.

Tampaknya, harapan besar terus ditumpukan pada patung Garuda Wisnu Kencana ini. Pasalnya, patung ini digadang-gadang akan mengalahkan besar patung Liberty dengan jarak pandang mencapai 20 km. Soal ketahanannya pun sudah dipertimbangkan melalui tes hancur. Kabarnya, patung GWK ini baru akan hancur jika angin berembus dengan kecepatan mencapai 250 km/jam, sedangkan kecepatan angin terbesar di Bali ada di angka 70 km/jam.

Semoga cepat selesai dengan sukses, GWK!