Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Nafkah

Perkiraan Kekayaan Gundala Sang Putra Petir Jika Mau Mengomersialkan Kekuatannya

Redaksi oleh Redaksi
21 Agustus 2019
A A
komik lokal Gundala

Gundala, komik lokal yang sukses difilmkan. (Ilustrasi Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Dengan profesi Sancaka sebagai satpam, bisa diduga kalau Gundala nggak tajir-tajir amat—agak kere malah. Padahal dia punya banyak potensi diri yang bisa dikomersialkan.

Setelah film Avengers: Endgame dan Spiderman: Far From Home menghiasi layar bioskop tanah air, penggemar film superhero di Indonesia kini siap menantikan film jagoan asli dari Indonesia, Gundala, yang bakal tayang perdana pada 29 Agustus 2019 nanti.

Disutradarai oleh Joko Anwar, Gundala merupakan bentuk sinematik dari komik Gundala Putra Petir karya Harya Suraminata yang dibuat sejak 1969. Sebenarnya film Gundala yang tayang tahun ini bukan film pertama, sebab pada 1981 Gundala juga pernah difilmkan.

Meski versi komiknya latar cerita Gundala lebih banyak mengambil latar di Yogyakarta, pada film buatan tahun 1981 Kota Jakarta yang menjadi latarnya. Sedangkan film versi Joko Anwar masih belum jelas latarnya berada di mana.

Gundala sendiri diceritakan merupakan alter-ego dari Sancaka. Dalam versi Joko Anwar, berdasar dari trailer filmnya, Sancaka merupakan seorang satpam pabrik yang baik hati, tidak sombong, dan rajin menabung. Lalu Sancaka digambarkan mendapatkan kekuatan aneh ketika tersambar petir. Dari tangannya juga bisa muncul percikan-percikan petir untuk mengalahkan begundal-begundal jahat.

Jika kita menengok profesi Sancaka sebagai satpam, maka bisa kita duga kalau Sancaka sebenarnya nggak tajir-tajir amat—cenderung agak kere malah. Ya kita tahu, kalau mengandalkan kehidupan dari menjadi penjaga pabrik, pekerjaannya menjadi jagoan benar-benar perlu disokong dana.

Dari profesinya menjadi satpam di Jakarta pada 2019 saat ini diperkirakan Sancaka mengantungi duit Rp3,5 juta per bulan. Padahal kebutuhannya membuat kostum Gundala yang—meski kelihatan sederhana tapi keren itu—jelas butuh dana yang nggak kecil.

Yah, meski kerja jadi satpam itu halal dan berkah, tapi menimbang kebutuhan profesi sampingannya menjadi jagoan kan tetap perlu dana lain. Misalnya untuk asuransi kesehatan (kalau kena patah tulang atau ada luka harus dijahit), belum perbaikan kostum kalau robek habis lawan begundal jahat, sampai dengan biaya insidental tiba-tiba lapar dan kepingin makan sekoteng waktu keluyuran malam-malam.

Perlu dipikirkan juga opsi pemasukan lain agar Sancaka tidak mengalami kesulitan finansial. Dalam rangka itu, kami mencoba mengalkulasi pendapat Sancaka apabila ia mau mengomersilkan kekuatan petirnya.

Profesi yang bisa dilakukan Sancaka alias Gundala dengan memanfaatkan kekuatan petir yang dimilikinya adalah dengan membuka jasa genset, stroom aki, hingga tukang cas hape keliling. Dengan petir, Gundala juga bisa menyediakan pasokan listrik untuk satu kampung atau kota kecil.

Sebagai gambaran, dalam film Back to The Future, satu sambaran petir itu konon bisa menghasilkan kekuatan 1 gigajoule (fiksi). Menurut sains, panas petir adalah 1/70 panas matahari. Dengan panas yang sebanyak itu, Gundala bisa menghasillkan arus listrik sejumlah 20.000 A (ampere).

Sekarang bayangkan kalau Gundala bisa mengeluarkan kekuatan sebesar itu berkali-kali? Bukankah itu artinya jagoan ini juga menjadi aset penting bagi bangsa Indonesia selain menumpas kejahatan di muka bumi?

Sekali mengeluarkan petir, arus listrik 20 ribu Ampere-nya Gundala itu bisa menyalakan 10 juta lampu sekaligus. Itu kalau masing-masing lampu berdaya 100 watt. Dan ke-10 juta lampu itu akan menyala sebulan penuh. Lalu, kalau semua arus listrik itu dipakai untuk menyalakan satu lampu 10 watt saja, itu lampu bakal menyala nonstop selama 25 tahun.

Cukup, perhitungannya sampai situ saja karena saya sendiri malah jadi pusing.

Iklan

Singkat kata, jika tarif listrik 900 VA tagihan per bulannya Rp138 ribu, dalam setahun Sancaka bisa ngirit pengeluaran listriknya sendiri sebesar Rp1,6 juta. Kalau Sancaka yang jadi PLN buat menghidupkan listrik 100 rumah di kampungnya, dalam setahun dia akan menghasilkan Rp165 juta atau Rp13 juta per bulan. Jauh lebih besar dari gajinya menjadi satpam pabrik di Jakarta.

Itu pun hitungannya memakai kekuatan paling kecil. Alias cuma keluarin sepercik petir aja dari tangannya. Sekarang bayangkan kalau Gundala mau niat mengeluarkan semua kekuatannya? Dia bisa membantu krisis energi di Indonesia dengan menjadi PLTG alias Pembangkit Listrik Tenaga Gundala.

Tak perlu jauh-jauh melamar pekerjaan, sudah pasti Gundala bakal diteken kontrak khusus oleh PLN. Bahkan pemerintah nggak perlu lagi buka tambang batu bara yang merusak hutan-hutan Kalimantan. Jadi solusi praktis menyelamatkan bumi dari kejahatan, menyelamatkan negeri dari krisis energi, sampai agen penyelamat lingkungan.

Kalau sudah begini, maka namanya perlu diganti, bukan Gundala Putra Petir tapi Gundala Duta Energi.

Terakhir diperbarui pada 29 Agustus 2019 oleh

Tags: Gundalajoko anwarPLN
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

regu khusus PLN pekerjaan paling berisiko di dunia
Geliat Warga

Mengikuti Regu Khusus PLN, Pengendali Listrik yang Jadi Salah Satu Pekerjaan Paling Berisiko di Dunia

19 Januari 2023
komik lokal Gundala
Kilas

Peluang Bagi Komikus, Komik Lokal Indonesia Lagi Banyak Difilmkan

22 September 2022
Kepala Banggar DPR meluruskan penghapusan daya listrik 450 VA Mojok.co
Kilas

Ketua Banggar DPR Meluruskan Penghapusan Daya Listrik 450 VA

19 September 2022
listrik mojok.co
Ekonomi

Daya Listrik 450 VA Bakal Dihapus, Dinaikkan Jadi 900 VA

13 September 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita tak punya motor dan tidak bisa naik motor di tongkrongan laki-laki MOJOK.CO

Derita Tak Punya Motor Sendiri dan Tak Bisa Nyetir di Tongkrongan Laki-laki: Dianggap Beban hingga Ditinggal Diam-diam

16 April 2026
Cerminan pemberdayaan dan kontribusi nyata perempuan di Kota Semarang MOJOK.CO

Kuatnya Peran Perempuan di Kota Semarang, Sampai Diapresiasi California State University

22 April 2026
Ilustrasi punya rumah megah di desa.MOJOK.CO

Membangun Rumah Megah demi Penuhi Standard Kesuksesan di Desa Malah Bikin Ibu Tersiksa: Terasa Sepi, Cuma “Memuaskan” Mata Tetangga

21 April 2026
Aksi tanam 100 pohon gayam di sekitar Candi Borobudur, Magelang. MOJOK.CO

Hubungan Istimewa di Balik Pohon Gayam sebagai “Tanaman Peneduh” dan Candi Borobudur

23 April 2026
Derita anak pintar dan siswa berprestasi yang hidup dalam kemiskinan di desa. Tak dapat dukungan pendidikan dari orang tua MOJOK.CO

Jadi Anak Pintar di Desa Tanpa Privilege Sia-sia: Ortu Tak Dukung Pendidikan, Lulus Sekolah Dipaksa Nikah dan Bekerja

22 April 2026
Mahasiswa UNJ lulus setelah gagal seleksi PTN jalur SNBT

Penyandang Disabilitas Gagal Diterima PTN Jalur SNBT, Kini Lulus Sarjana Pendidikan di UNJ Berkat “Antar Jemput” Ayah

19 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.