Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Prabowo Subianto Bikin Satire Cadas, Bilang Elite Suka Menipu Rakyat

Redaksi oleh Redaksi
14 Juli 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto menganggap bangsa Indonesia sedang sakit. Ya kalau sakit diperiksain, Pak, bukan malah diomongin.

Hadir dalam acara halal bi halal Dewan Dakwah Islamiyah (DII), Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto memberikan penilaian mengenai Negara Indonesia yang sakit. Acara yang diselenggarakan di Aula Masjid Al-Furqon, Senen, Jakarta Pusat ini juga dihadiri oleh beberapa tokoh nasional. Ada Presiden PKS, Sohibul Iman, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, sampai dengan Amien Rais.

Iklan

“Saya berpendapat negara kita dalam keadaan sakit,” kata Prabowo seperti diberitakan detik.com.

Menurut Prabowo Subianto keadaan bangsa ini sedang tidak sehat. Dicontohkan, kalau orang biasanya sakit dibawa ke dokter untuk diobati, maka kalau negara sakit perlu juga disembuhkan. Paling tidak untuk langkah awal adalah dengan mengakui bahwa negara ini sedang sakit.

“Suatu negara sama juga, di luar negeri, negara dikatakan the body of politics, the political body, badan. Jadi kalau badan sakit, ya harus diperiksa, tapi elite bangsa Indonesia tidak mau percaya dengan hasil laboratorium,” katanya.

Hal ini semakin diperparah karena disebut Prabowo para elite sekarang ini kerjaannya suka menipu. Baik menipu rakyat maupun menipu diri sendiri. Prabowo menganalogikan kondisi bangsa ini sama seperti orang yang cek darah ke laboratorium. Ketika dicek darah, dikasih tahu hasilnya menderita kolesterol, tapi para elite tidak mau percaya dan malah menipu diri sendiri. Hal yang dilakukan untuk menipu rakyat pada akhirnya.

Prabowo memang tidak secara langsung menyebut siapa kelompok elite yang dimaksud, namun gambaran umum menunjukkan bahwa apapun yang ada di pemerintahan bisa dimasukkan pada kategori Prabowo sendiri.

Artinya, tidak hanya elite pro pemerintah Presiden Jokowi, tapi juga elite yang oposisi. Sebab, bangsa Indonesia memang tidak hanya dipimpin oleh elite dari satu golongan saja. Nyatanya ada berbagai koalisi yang bisa menjadi representasi. Yang pro pemerintah, maupun yang kritis terhadap pemerintah. Satu hal yang pasti, pihak yang kritis ini harus diakui juga merupakan bagian dari pemerintah itu juga, alias ya elite yang dicibir sama Prabowo Subianto pula.

Tentu saja, secara general dan umum sikap Prabowo ini adalah sebuah sikap kritis terhadap lawan politiknya yang “menguasai” kursi pemerintahan. Tapi di sisi sebaliknya sikap ini juga merupakan sikap intropeksi yang luar biasa, karena di kursi parlementer, posisi golongan oposisi punya peran lebih dominan daripada golongan yang pro dengan Presiden Jokowi

Maka jelas sudah bahwa Prabowo sedang membuat komentar-komentar satire yang mengarah ke berbagai macam lini. Baik itu partai lawan, maupun partainya sendiri.

“Saat ini bangsa kita, menurut saya, hati beku, hanya memikirkan diri sendiri, serakah, dan bodoh. Jadi sudah serakah, bodoh lagi,” sebutnya.

Wah, benar-benar satire yang cadas, Pak. Terima kasih. (K/A)

Terakhir diperbarui pada 14 Juli 2018 oleh

Tags: Amien RaisAnies BaswedanDewan Dakwah Islamiyahelite politikgerindraGubernur DKIjakartajokowikoalisiPrabowo SubiantoSenen
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

kekerasan di matraman, kos di jakarta.MOJOK.CO
Urban

10 Tahun Merantau Bikin Sadar, Kita Benar-benar Sendiri di Kota Orang: Adanya Teman “Benalu” dan Kalau Susah pun Haram Diketahui Ortu

3 Agustus 2026
orang kota slow living di desa, jakarta, norak.MOJOK.CO
Urban

Desa adalah Tempat Ideal Buat Nine to Five: Gaji “Utuh”, Mental Sehat, asalkan Memegang 3 Prinsip Ini

28 Juli 2026
Lulusan s2, susahnya legalisir ijazah setelah wisuda.MOJOK.CO
Sekolahan

Nasib Lulusan S2 di Jakarta: Kuliah Dianggap Nggak Guna karena Kalah Saing dengan Tamatan SMA, tapi Tetap Merasa Bangga

23 Juli 2026
Lulus SMA nekat kerja ke Jakarta untuk jadi cleaning service. MOJOK.CO
Urban

Modal Ijazah SMA Kerja Jadi Cleaning Service di Jakarta demi Lulus Sarjana, Kini Pilih Resign untuk Keliling Indonesia

22 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

belanja di MR DIY. MOJOK.CO

Celingak-celinguk di MR DIY sambil Dengarkan Jingle yang Candu, Rasanya Damai Sekalipun Tidak Beli Apa-apa

5 Agustus 2026
Andai ormas-ormas lain seperti Yakuza Maneges Kediri. Bukan tukang malak tapi garda depan berantas kekerasan seksual di pondok pesantren MOJOK.CO

Andai Ormas Lain seperti Yakuza Maneges Kediri: Dulu Dihina tapi Buktikan Sangat Berguna

5 Agustus 2026
Pengamen di Jalan Malioboro Jogja kayak orang malak MOJOK.CO

Saya Jauh Lebih Rispek ke Pengamen Lampu Merah di Jogja daripada Pengamen Malioboro karena Dua Alasan

6 Agustus 2026
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bertemu dengan tim KKP membahas program budi daya ikan tematik. (Sumber: Humas Pemda DIY)

64 Lokasi di Kalurahan DIY Kecipratan Jatah Program Budi Daya Ikan Tematik dari KKP

5 Agustus 2026
Malaysia dekat ke gerbang negara maju. Indonesia negara apa? (Unsplash)

Malaysia kian dekat ke gerbang negara maju, kalau Indonesia makin dekat ke gerbang apa bes?

4 Agustus 2026
77 persen lulusan sekolah vokasi (sarjana terapan) tembus dunia kerja. Lebih dari dari lulusan S1 MOJOK.CO

Lulusan Sekolah Vokasi (Sarjana Terapan) Lebih Laris di Dunia Kerja dari S1, Industri Butuh yang Berketerampilan

7 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.