Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Katanya Disuruh Hemat Listrik, PLN Justru Minta Masyarakat Gunakan AC di Rumah

Redaksi oleh Redaksi
31 Agustus 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Listrik merupakan kebutuhan yang sudah kita serahkan ke pemerintah untuk mengelolanya. Sebelumnya kita diminta berhemat, ya manut. Lha sekarang kok malah diminta konsumsi sebanyak-banyaknya. Dengan gunakan AC di rumah. Kan jadi bingung~

Tahun 2017 lalu, Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), terus menggalakkan perilaku hemat energi, dengan memotong penggunaan listrik sebesar 10% kepada seluruh masyarakat. Pemerintah menargetkan hemat energi harus menjadi budaya seluruh masyarakat. Pasalnya, hemat energi lebih mudah dilakukan dibanding menciptakan energi. Begitu kata mereka.

Pemerintah pun mengajak masyarakat seluruh Indonesia untuk berhemat dimulai dari hal kecil. Kampanye hemat energi “Potong 10%” ini bisa dilakukan dengan mencabut alat elektronik yang sudah tidak terpakai. Misalnya, laptop, TV, charger HP, dan sebagainya. Lebih jauh, kampanye ini juga ditujukan pada rumah tangga, industri, transportasi, gedung komersial, hingga fasilitas umum.

Namun ternyata pernyataan tersebut sudah tidak lagi berlaku. Kali ini, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), melalui Direktur Perencanaan Korporat PLN, Syofvi Felienty Roekman, berharap supaya masyarakat dapat mengkonsumsi listrik sebanyak-banyaknya. Sebentar, ini bagaimana maksudnya?

Ia berharap cuaca dapat selalu panas. Dengan begitu, akan semakin banyak masyarakat yang menggunakan AC di rumah. Ia juga meminta agar masyarakat tidak selalu bermain di pusat perbelanjaan atau mall, dan menghabiskan banyak waktu di rumah, sehingga konsumsi listrik juga akan bertambah.

Pernyataan tersebut sebagai bentuk dukungan agar target konsumsi sebesar 6,8% hingga akhir tahun bisa tercapai. Ia menambahkan, akan melakukan berbagai upaya, khususnya dengan meningkatkan kegiatan operasional.

Menurut catatan PT PLN, konsumsi listrik hingga Mei 2018 sudah naik 5,1% dibanding tahun lalu. Syofvi optimis pihaknya bisa mencapai target sebesar 6,8% hingga akhir tahun. Salah satunya dengan menggenjot pemasukan dari para pelaku industri dalam negeri.

Syofvi menambahkan, pihaknya akan bergerilya untuk mengajak kalangan industri secara langsung agar mereka menggunakan pasokan energi ini dari PLN. Meski begitu, upaya menambah listrik dalam 4 bulan mendatang akan fokus pada tindakan operasional. Konsumsi rumah tangga juga akan berusaha ditingkatkan untuk mendongkrak pertumbuhan konsumsi. Walau ia mengakui, hal tersebut merupakan upaya yang berat.

Pernyataan PLN tersebut sebenarnya membuat bingung masyarakat. Pasalnya, dengan kampanye-kampanye yang dilakukan sebelumnya untuk berhemat, lalu tiba-tiba sekarang justru diminta untuk menambah konsumsinya. Ini ada apa?

Memang, listrik yang sudah diproduksi tersebut harus digunakan dan akan sangat eman-eman kalau dibuang begitu saja. Tapi jika melihat tahun 2017 lalu cadangan listrik yang nganggur mencapai 40%, kok bisa? Apakah ini dikarenakan manajemen serta kebijakan yang kurang pas, atau bagaimana? Kok berlebihnya kebangetan gitu? Itu produksinya pakek uang loh!!!111

Ingat, pemerintah sendiri loh yang bilang, hemat listrik itu untuk mewujudkan energi yang berkeadilan serta sejalan dengan pengelolaan energi global. Penghematan energi menjadi langkah tepat untuk memanfaatkan energi yang bertanggung jawab. Nah, kalau sudah nggak hemat, artinya kita juga nggak bertanggung jawab dong? (A/L)

Terakhir diperbarui pada 31 Agustus 2018 oleh

Tags: ACCadangan energihemat listrikIndustrikonsumsi listrikMenteri ESDMPLNrumah tangga
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Derita punya pasangan hidup sandwich generation apalagi bonus mertua toxic MOJOK.CO
Sehari-hari

Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia

5 Februari 2026
Gorengan, Sumber Konflik Rumah Tangga Paling Nggak Terduga
Pojokan

Gorengan, Sumber Konflik Rumah Tangga Paling Nggak Terduga

28 Juni 2025
Pembatasan Gas LPG oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. MOJOK.CO
Kabar

Menteri ESDM Bahlil Bikin Kebijakan Ngawur yang Mematikan Pedagang Kecil

4 Februari 2025
regu khusus PLN pekerjaan paling berisiko di dunia
Geliat Warga

Mengikuti Regu Khusus PLN, Pengendali Listrik yang Jadi Salah Satu Pekerjaan Paling Berisiko di Dunia

19 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pesona Gerabah Lukis Khas Klaten di Festival Sepeda Internasional, Sukseskan Misi Kebudayaan yang Memukau Bule.MOJOK.CO

Pesona Gerabah Lukis Khas Klaten di Festival Sepeda Internasional, Sukseskan Misi Kebudayaan yang Memukau Bule

4 Juni 2026
Suzuki Satria Pro: Motor Aneh yang Meleburkan Cinta dan Benci MOJOK.CO

Suzuki Satria Pro: Motor Aneh yang Meleburkan Batas antara Cinta dan Benci

11 Juni 2026
Fitur "Pilih Kursi" di KAI Access terasa percuma karena penumpang di kereta api ekonomi tidak tahu diri MOJOK.CO

Fitur “Pilih Kursi” KAI Access Terasa Percuma, Mau Duduk Nyaman di Kursi Incaran tapi Malah Makin Kesal

8 Juni 2026
Cara Jawa Tengah (Jateng) menjaga inflasi dan ketersediaan pangan MOJOK.CO

Cara Jawa Tengah Jaga Inflasi dan Ketersediaan Pangan agar Harga Terkendali dan Keterjangkauan Pangan bagi Masyarakat Terjamin

10 Juni 2026
Meski tanpa sosok ayah (fatherless), tapi tidak hilang arah MOJOK.CO

Hidup Tanpa Sosok dan Peran Ayah Nyatanya Tak bikin Hilang Arah, Bisa Cari Arah Sendiri dan Malah bikin Orang Lain Iri

9 Juni 2026
Dhia Hana Putri Saraswati mahasiswa Umsura dan Unair. MOJOK.CO

Kena Mental Kuliah di Umsura dan Unair Sekaligus, Puluhan Kali Ingin Menyerah tapi Kuat karena Ajaran Muhammadiyah

5 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.