• 390
    Shares

MOJOK.CO – Bagaimana caranya menghemat listrik ketika tarif dasar listrik naik belakangan ini? Berikut ini tujuh tips untuk Anda para Mojokers~ 

Di sebuah grup facebook alumni universitas terbaik di Indonesia (ini klaim sepihak saya selaku alumninya), ada seseorang yang posting dengan menanyakan, “Apakah Tarif Dasar Listrik (TDL) naik lagi diam-diam? Bulan ini biaya listrik saya naik banyak sekali?”

Luar biasanya, postingan seperti ini banyak yang mengamini. Mereka mengungkapkan hal yang sama. Orang-orang ini menghabiskan empat hingga delapan ratusan ribu rupiah sebulan hanya untuk membayar biaya listrik rumah tangga.

Sayangnya, mereka menganggap kenaikan biaya listrik ini disebabkan oleh kenaikan TDL. Benar bahwa TDL naik secara gila-gilaan antara 2013 sampai 2015, ditambah ada pencabutan subsidi untuk golongan 900 VA pada 2017, meski begitu tidak ada kenaikan TDL sepanjang 2018.

Nah, daripada sekadar protes tentang tarif listrik yang mahal, kenapa kita tidak berusaha mengevaluasi diri sendiri? Jangan-jangan kebiasaan kita selama ini yang boros dalam penggunaan energi listrik, membuat kita biasa saja karena dulu merasa tarifnya murah?

Analoginya, saat makan ditraktir teman di warung padang sederhana, kita enggak terlalu peduli jika ada makanan bersisa, tapi saat bayar sendiri, sisa nasi sebutir dua butir di jari pun dijilat-jilatin.

Tarif dasar listrik saat ini untuk golongan 1300 VA ke atas adalah Rp1,467.28 per kwh. Tahukah Anda, 1 kwh itu bisa buat apa saja? Kalau Anda punya TV berdaya 100 watt, maka Anda hanya perlu membayar Rp1,467.28 untuk nonton TV selama 10 jam. Coba bandingkan dengan menonton bioskop 2 jam yang harus merogoh kocek Rp50,000.00?

Jika mesin cuci Anda berdaya 250 watt dan setrika Anda 350 watt, Anda hanya perlu Rp1,467.28 untuk mencuci baju selama 1 jam 12 menit plus setrika selama 2 jam. Sekarang coba hitung, berapa kilogram pakaian yang dapat Anda cuci dan setrika selama itu? Bandingkan dengan tarif laundry yang mencapai Rp3,000.00 per kg?

Jadi tarif Rp1,467.28 per kwh itu sebenarnya tidak terlalu mahal bukan? Begitulah kalau kita terbiasa membaca judul berita saja tanpa mau tahu isinya, eh enggak nyambung ya?

Lalu bagaimana cara menghemat pemakaian listrik di rumah? Bukannya sombong, sebagai insinyur yang bekerja di bidang kelistrikan dengan pengalaman hampir sepuluh tahun kurang tiga tahun, berikut ini saya berikan tips secara cuma-cuma untuk mensiasati kenaikan tarif listrik.

Kalau kemudian ada yang berhasil menghemat listrik setelah membaca tips ini dan ingin menghibahkan 50% dari hasil penghematannya tiap bulan untuk saya sebagai ungkapan rasa terima kasih, ya monggo, saya tidak akan menolak.

1. Manfaatkan Pencahayaan Alami Pada Siang Hari dan Matikan Semua Lampu Saat Tidur.

Pemilik rumah yang cadas itu tidak akan membiarkan lampu menyala pada pagi, siang, dan sore hari saat matahari bersinar terang. Jika ada ruangan yang gelap pada siang hari, segera panggil tukang untuk renovasi. Pasang genteng dari bahan transparan, atau jika perlu instal solar tube. Jika Anda bingung di mana membeli dan bagaimana memasang solar tube, saya siap jadi makelarnya.

Jangan lupa, matikan semua lampu saat tidur. Maksudnya sesaat sebelum memutuskan untuk tidur, padamkan semua lampu yang ada di rumah. Bukan melakukan somnabulisme untuk mematikan lampu sambil tidur.

Padamkan semua lampu di seluruh ruangan, sisakan lampu luar saja untuk penerangan. Misal Anda punya 8 lampu di dalam rumah dengan masing-masing berdaya 15 watt. Jika Anda tidur dari jam 10 malam dan bangun jam 4 pagi, maka Anda akan menghemat Rp31,693 per bulan. Kecuali kalau Anda takut tidur dalam gelap, ya mending tidur di ATM saja.

2. Jual TV Anda.

Baiklah, televisi di beberapa sisi tidak punya efek negatif, selama tidak dinyalakan.

Baca juga:  Peluang Industri Kreatif dan Belahan Tetek di Televisi

Ini serius. Tidak ada manfaat apapun yang bisa kita ambil dengan adanya TV di rumah—ada sih, sebagai pengantar tidur, itupun yang dibutuhkan juga cuma suara-suara kemresek-nya biar enggak sunyi-sunyi amat suasananya kalau mau bobok.

Pengen nonton berita? Film? Drama Korea? Pertandingan olahraga? Semuanya bisa ditonton di Yutub atau streaming via TV online. Dengan Yutub, kita sudah bisa memilah dan memilih acara-acara yang berfaedah kok, lha kalau TV yang pakai antena itu? Kita yang harus menyesuaikan selera kita kan daripada sebaliknya?

Jika TV Anda berdaya 100 watt dan rutin Anda nyalakan 10 jam sehari, maka dalam satu bulan ongkos untuk membiayai TV tersebut sebesar Rp44,018. Padahal dengan menjual TV Anda, Anda tidak perlu mengeluarkan uang sebanyak itu tiap bulan, bahkan Anda malah mendapat uang dari hasil penjualannya.

Apa? Anda tidak punya paket internet unlimited untuk nonton Yutub atau streaming? Makanya langganan paket internet unlimited dong. Paket internet unlimited itu kan lebih mahal? Malah jadi lebih boros dong?

Lha? Kan ini tips menghemat anggaran listrik, bukan tips menghemat paket internet.

3. Setrika Baju Seperlunya Saja.

Saya tidak habis pikir mengapa banyak orang menghabiskan waktu dan energi, plus menghabiskan uang untuk bayar listrik hanya demi menyetrika kaos, celana jeans, celana pendek, daster, pakaian dalam, dan berbagai jenis pakaian atau kain yang tidak terlalu perlu untuk disetrika.

Takut masih ada kuman yang nempel? Duh, itu habis disetrika ditaruh di lemari juga kuman bisa nempel lagi. Enggak pede pake baju lecek? Ingat, baju lecek beda sama bau ketek. Kalau enggak mau deket sama yang bau ketek, itu masuk akal, yang keteknya bau juga enggak mau deket-deket sama yang sama-sama bau kok.

Poinnya, coba deh setrika baju-baju yang memang mau digunakan untuk keluar rumah saja. Kalau cuma sarung buat tidur, kaos lawas buat kerja bakti kampung, atau kaos kaki futsal buat kuliah, mending ya enggak usah distrika. Ngapain coba?

Dengan begitu waktu penggunaan setrika bisa berkurang banyak. Saya perkirakan sekitar Rp7,703 per bulan bisa dihemat dengan gerakan yang saya namakan GKS, Gerakan Kurangi Setrika. Meski uang yang dihemat terlihat recehan, tapi jika seumur hidup Anda konsisten dengan GTS, nilai penghematan Anda bisa mencapai angka mahar untuk melamar gebetan.

4. Setting AC Pada Suhu 25oC Saja.

AC bekerja dengan daya tertingginya pada saat kompresor-nya berputar (ditandai dengan bunyi “nguuuuuung”). Semakin rendah settingan temperatur AC, semakin sering kompresor AC bekerja. AC yang berada pada kondisi terbaiknya akan membuat ruangan terasa cukup nyaman pada suhu 25oC.

Jika Anda masih merasa kegerahan dengan pengaturan suhu tersebut, ada beberapa kemungkinan: AC Anda jarang dicuci dan diservis, ruangan yang perlu didinginkan terlalu luas dan tidak sebanding dengan kapasitas AC, jumlah orang di dalam ruangan terlalu banyak atau ruangan tidak tertutup rapat.

Jadi, jangan paksa AC Anda bekerja ekstra dengan mengatur suhu-nya terlalu rendah. Akibatnya biaya listrik juga akan membengkak. Cuci AC secara rutin, tutup rapat kamar ber-AC dan pastikan pilihan AC Anda sesuai dengan kapasitas-nya. Dengan asumsi daya AC 400 watt, dan kompresor menyala 1 jam lebih sedikit dari sebelumnya tiap hari dengan perubahan pengaturan suhu, kita akan menghemat Rp17,607 per bulan.

Hm, terlalu sedikit penghematannya? Ada sih cara yang lebih ekstrem. Sebagai seorang engineer yang belajar teknik refrigrasi, salah satu cara mendinginkan ruangan selain dengan menggunakan AC adalah dengan menggunakan teknik evaporation cooling.

Jadi penjelasannya begini. Air itu kan membutuhkan panas dengan jumlah yang cukup banyak untuk menguap. Jadi, siram sekitaran rumah Anda dengan air, air akan menguap sambil menyerap panas yang berada di dalam rumah. Suhu rumah pun akan berangsur-angsur turun.

Baca juga:  Di Dunia Drama Korea, Wajah Tampan Saja Tidak Cukup

5. Gunakan Solar Water Heater.

Kalau Anda suka mandi dengan air hangat, biasanya di dalam kamar mandi akan disediakan pemanas air elektrik. Tetapi berapa sebenarnya biaya listrik yang harus kita bayarkan untuk mengoperasikan pemanas air elektrik itu?

Dengan daya 350 watt dan dinyalakan 1 jam tiap hari, ongkos-nya jadi Rp15,406 per bulan. Padahal, sudah ada produk bernama solar water heater yang tidak memerlukan listrik sama sekali dalam penggunaanya. Harga solar water heater memang mahal, tapi kita kan memang sedang membahas tips menghemat biaya listrik, bukan tips beli pemanas air yang murah.

Jika Anda kesulitan mencari produk solar water heater yang bagus, sebagai engineer yang belajar rekayasa energi matahari, lagi-lagi saya siap menjadi makelar. Ini kok lama-lama saya jadi mirip sales toko perabot ya?

6. Jual Dispenser dan Pemanas Air Minum Listrik Anda.

Menggunakan listrik untuk memanaskan air adalah pemborosan yang maha-dahsyat. Ada banyak sumber energi yang bisa dimanfaatkan untuk memanaskan air. Selain panas matahari, yang jarang terpikirkan oleh kita adalah energi dari gas metana yang berada di dalam tanah, atau lebih tepatnya, berada di septic tank.

Yap, limbah kotoran tidak hanya bisa diolah menjadi air siap minum yang ternyata tidak untuk diminum. Namun juga bisa diolah untuk menghasilkan metana. Metana adalah gas dengan simbol kimia CH­4 atau biasa disebut biogas yang memiliki sifat mudah terbakar.

Tidak perlu jauh-jauh ke Jakarta untuk meminta bantuan membuat unit pemroduksi biogas dari septic tank. Sebagai engineer yang belajar rekayasa energi alternatif, saya siap jadi konsultan proyek ini dengan harga bersahabat versi saya. Namun, jika Anda merasa jijik menggunakan biogas dari kotoran untuk memasak air yang mana airnya nanti Anda minum, Anda bisa beralih menggunakan gas LPJ atau kayu bakar untuk memasak air.

Sekali lagi, ini tips menghemat anggaran listrik, bukan menghemat anggaran konsumsi gas LPJ ataupun kayu bakar. Estimasi saya, Anda bisa menghemat sekitar Rp22,009 per bulan jika dispenser Anda biasanya menyala 2 jam per hari dengan daya 250 watt.

7. Pastikan Semua Full Charge Saat Pulang.

Meski tidak banyak memakan energi listrik, tetapi tidak ada salahnya Anda mulai membiasakan untuk membawa charger ke mana saja Anda pergi. Charge hingga penuh semua gadget Anda di kantor, di sekolahan, di kampus, di rumah teman, di restoran, di rumah tetangga, di bandara, di kereta, atau di mana saja Anda melihat ada colokan listrik dan Anda berada di situ dalam kurun waktu yang lama.

Memang kelihatan sepele, tapi jika Anda melakukannya secara konsisten, ini pasti akan berpengaruh juga pada penggunaan listrik di rumah Anda sendiri. Apalagi kalau Anda tidak cuma ngecas hape, tapi juga nitip colokan AC, kulkas, kipas angin, setrika, pompa air, sedot WC, pabrik senjata, wah, pasti lebih dahsyat lagi iritnya. Saya berani jamin pokoknya, meski enggak jamin keselamatan Anda dari yang punya colokan.

Nah, untuk semakin kelihatan serius, saya juga sertakan tabel hitung-hitungan saya. Yah, biar Anda makin percaya betapa selo-nya saya sampai repot-repot ngitung beginian untuk Anda semua. Ini dia:

Dengan tujuh tips dan hitung-hitungan tersebut, Anda akan bisa menghemat lebih dari Rp130,000.00 per bulan.

Silakan dipraktikkan dan laporkan di kolom komentar, berapa rupiah yang berhasil Anda hemat jika Anda melakukannya selama sebulan ke depan. Oh iya, saya ingatkan kembali. Cukup laporkan penghematan biaya listriknya saja ya? Tidak perlu melaporkan kenaikan biaya gas, internet, dan lain sebagainya.

  • 390
    Shares


Tirto.ID
Loading...

No more articles